Beberapa waktu yang lalu, ketika berbincang dengan seorang teman tentang sebagian perempuan yang ingin diperjuangkan oleh laki-laki dalam mendapatkannya, dia berkata,
“aku ga tahu Din rasanya diperjuangkan lelaki segitunya untuk mendapatkanku, semua biasa aja, bahkan oleh suamiku sebelum kami menikah.
Tapi setelah menikah, aku tahu rasanya diperjuangkan dengan segitunya oleh lelaki selain ayahku : diperjuangkan supaya aku bisa hidup layak dan tidak kekurangan, supaya aku tetap sehat, supaya aku hidup nyaman di bawah naungannya, supaya aku aman, supaya aku merasa dicintai, supaya aku menjadi perempuan yang lebih baik, supaya aku selamat. Tidak hanya agar selamat dan bahagia di dunia, tapi juga di akhirat dan setelahnya. ”
Setelah mendengarnya, rasanya perempuan seperti kita, terutama yang belum menikah, perlu mengevaluasi lagi keinginan diperjuangkan laki-laki. Perjuangan seperti apa yang diharapkan? Sekedar perjuangan mendapatkan hati kita? Dengan kasih ini itu, ngajak kesana kemari, nggombal ini itu? Atau perjuangan yang seperti apa?
Kalau kita belum apa-apanya, rasanya kok ya malu minta diperjuangkan. Walaupun tahu logikanya demikian, pasti ada sisi perempuan yang memang ingin diperjuangkan untuk didapatkan, ya gak sih? Haha.
Katanya, laki-laki itu pejuang dan pemburu. Hanya saja, ilmu serta pengalaman yang mengarahkan pada apa dan bagaimana mereka berjuang dan berburu. Apa perjuangan memang dilakukan untuk mendapatkan kebaikan, atau sekedar kesenangan?
Kalau lihat suami sendiri dan suami-suami lain yang berjuang, rasanya gimana gitu. Ada yang pontang panting kuda bunting berupaya memenuhi nafkah untuk keluarga, ada yang berupaya mendekatkan istri sama keluarganya (ini juga bentuk perjuangan loh), ada yang berupaya mendidik istrinya yang naujubillah bandelnya, ada yang berupaya menjadi bapak luar biasa untuk anaknya yang berkebutuhan khusus, dan ada pula suami yang berupaya menyehatkan diri supaya lekas punya momongan. Masyaa Allaah gitu rasanya. suka terharu, nulis ini aja sambil berkaca-kaca.
Perjuangan dan beratnya rindu Dilan bukanlah apa - apa, meski penggemarnya pastilah banyakan Dilan.
Berdoanya semoga kita jadi istri yang bersyukur, meski syukurnya tidak bisa mengimbangi kenikmatan yang diberikan Allah berupa suami - suami yang berjuang. Iya loh itu kenikmatan, sebab ada juga suami yang enggan berjuang bahkan dalam hal paling mendasar sekalipun.
Yang belum punya suami, kalau nanti ada rejekinya semoga nanti dikasih suami yang memperjuangkanmu dalam kebaikan, menjagamu sebagai titipan berharga. Kalau takdirnya jomblo selamanya, semoga selalu dalam kesabaran dan diganti pahala tak terhingga. Peluk cium untuk jomblowati-jomblowati di jagad Tumblr.