Tuhan, izinkan aku menjadi seorang Pelacur ~
d e v o n

roma★
Jules of Nature
NASA
One Nice Bug Per Day

PR's Tumblrdome
Lint Roller? I Barely Know Her
Game of Thrones Daily
tumblr dot com
Noah Kahan
Not today Justin

ellievsbear
DEAR READER
macklin celebrini has autism
Keni

tannertan36
Sade Olutola

No title available
No title available

Janaina Medeiros
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Colombia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Brazil
@nolsatusembilan
Tuhan, izinkan aku menjadi seorang Pelacur ~
Bagaimana dengan setiap RINDU yang terangkai didalam cerita ini ?
Benarkah itu hanya bualan?
Aku berbohong kepada semua orang. Bahkan kepada anak tersayangku.
Aku masih mencintaimu diam². Aku masih ingin mengulang cerita itu sekali lagi. Seolah² aku sedang menantang resiko besar didalam cerita ini. Sayang, maaf kalau sehabis ini kau akan berteman seorang perempuan yang akan disebut "Perebut Laki Orang". Panggilan hina yang ditujukan untukku yang selalu mencoba merebut kembali posisi terhormat itu dihatimu.
Aku masih tidak habis pikir. Didalam situasi serumit ini, bahkan aku masih bisa memikirkan kita dimasa depan. Aku seperti sudah terlalu ikhlas kalau akan ditinggalkan semua orang. Suamiku, anakku. Aku seperti sudah ikhlas untuk hidup sendirian.
Yaa. Benar teori itu. Tapi aku tidak setuju. Aku rasa aku bisa hidup tanpa siapapun. Hidup hanya dengan mengenang bahagiaku denganmu yang Maya ini.
Aku terlalu lelah dipertemukan dengan laki² yang salah. Laki² yang selalu saja mengobral janji untuk. Untuk bahagiaku katanya. Bullshit!!!!
Aku ingin bebas membaca buku dikaki gunung. Aku ingin bebas eksplore ke pantai² indah. Aku ingin bebas mengunjungimu dan bercumbu dengan bercerita banyak hal. Aku ingin bebas mendengar kata² kau merindukanku. Aku ingin bebas pergi denganmu lalu jika bosan. Aku akan mencari waktuku sendiri. Meninggalkanmu. Membiarkanmu juga mencari waktu untuk nantinya rindu itu datang lagi.
Kalau dibayangkan, semuanya sederhana. Terlalu sakit terkekang disini mengharapkan uang hanya untuk bertahan hidup..
Tapi untuk mewujudkan semua itu. Aku tidak tau harus memulai darimana. Aku benar² ingin lepas. Bahkan dari keluargaku sendiri. Sungguh. Aku benar² ingin lepas. Dan menjadi diriku yang benar² sendirian :'(
Bahkan kadang untuk mengusap punggungnya saat dia lelah saja aku masih merasa segan. Padahal dia adalah suamiku. Aku terlalu "takut" usapanku akan menganggunya.
Punggung yang disana bertengger pundak kuat seorang yang mempertanggung jawabi ku. Ingin aku memeluk dan menyandarkan daguku disana. Sambil mendengarnya bercerita. Berkeluh kesah. Tertawa.
Kepala yang didalamnya banyak badai guruh dan guntur yang bersaut²an. Yang membuatnya kadang tidak ingin mendengar apapun selain apa yang membuatnya nyaman. Kepala yang setiap tidurnya kuusap secara diam² karena aku tau, dia lelah mencari sesuap nasi untuk aku dan anakku.
Sayang, maaf kalau aku terlalu egois yaa. Aku sudah terlalu menyusahkan kamu. Maaf kalau aku selalu memaksakan hal yang kebanyakan tidak kamu suka. Maaf untuk hal² yang bahkan aku belum paham sepenuhnya.
Marahmu semalam benar² membuatku menyerah kepada diriku sendiri. Aku benar² bersalah atas apa yang sudah terjadi. Mungkin sekarang berat sekali rasanya untuk mencoba merubah pandanganmu kembali untukku. Karena sudah kubuat pandangan itu redup dengan sendirinya.
Sekali lagi, dengan segala kerendahan diri dan kerendahan hati. Aku minta maaf ~
Bukan karena anak. Tapi memang murni perasaan ini, aku memang benar² sudah mencintaimu. Dan aku benar² bersyukur bersuamikan kamu. Ilham-ku ✨❤️
Aku adalah diri yang bersalah dan selalu merasa menjadi korban.
Aku adalah yang selalu mencari pembenaran, bukan hal yang sebenar.
Aku adalah sebab rumah tanggaku berantakan.
Aku adalah sebuah penyesalan untuk suami dan anakku.
Aku adalah hal yang mungkin disesalinya sejak saat itu.
Aku adalah hal yang mungkin sangat dihindarinya.
Aku adalah yang menyedihkan karena semua kelakuanku.
~
Aku pikir setelah kehilangan kunci, aku masih bisa membuat duplikatnya untuk masuk kerumahku. Ternyata tidak. Rumah ini hanyak mengizinkanku untuk berteduh diterasnya. Sambil menikmati badai. Sambil melihat hujan.
Dingin, basah, kabut, gelap dan semuanya yang ada didepan mata sekarang harus dinikmati. Tidak ada selimut, tidak ada bantal untuk berbaring, tidak ada perlindungan selain baju yang kupakai sekarang. Rumah ini sudah tertutup rapat. Tidak lagi memberi kesempatan untuk aku mencoba masuk.
Tapi tidak apa. Setidaknya aku masih bisa memastikannya tidak roboh diterpa badai besar diluar sini. Aku akan tetap duduk disini. Didepan pintunya. Sampai nanti, mungkin saja ada kesempatan untuk aku masuk kembali dan berlindung. Aku rindu hangatnya rumahku. Aku ingin sekali bernaung lagi disana 🏡
Ternyata akulah sumber masalahnya selama ini. Tidak tertoleransi. Tidak termaafkan. Aku Ibu yang tidak becus. Aku Istri yang benar² diluar keinginan suami. Aku adalah sumber dari segala masalah ini selama ini.
Jangankan melawan seperti katanya, bicarapun sekarang aku sudah tidak punya daya. Malu. Merasa benar² rendah diri. Sedih. Takut.
Tapi tidak benar² menyurutkan tekad. Aku akan tetap melakukan sebaik yang aku bisa. Aku akan tetap melakukan yang bisa kukerjakan. Kalau tidak diterima juga. Yasudah. Aku cuma bisa pasrah. Aku benar² mengusahakan sekarang. Tidak akan menuntut apa². Tidak akan meminta banyak. Kalau diberi aku akan sangat berterima kasih dan bersyukur. Dan kalau tidak juga tidak masalah (ini bukan soal uang).
Yaa begitulah aku.
Selama ini mengeluh banyak hal. Rupanya aku yang sangat² bersalah. Rupanya aku yang tidak bisa menempatkan diri sebaik²nya untuk menjadi seorang istri dan menjadi seorang ibu.
Ayo sudah dewasa nih! Diturunin lagi ego nya. Ditata lagi cara bicaranya. Diubah lagi apa yang patut diubah. Sedari dulu juga sendiri. Tidak papa kalau harus sendiri lagi. Karena sahabat setia tidak akan menampung sahabatnya saat sempurna saja. Kalau iya, berarti dia bukan sahabatmu.
Ayo semangat lagi buat jadi contoh lebih baik untuk ayra! Semangat untuk belajar berhijab lagi. Semangat untuk memperbaiki lagi. Sudah sadar diri kalau bukan Mama yang sempurna. Setidaknya ketika dewasa, Ayra tidak menyesal sudah ditemani dengan ketidaksempurnaan ini.
Ayo lebih berbesar hati untuk menerima keadaan. Jangan banyak menuntut. Lebih semangat untuk berusaha mandiri. Jadi pribadi yang lebih baik. Ayo perbaiki shalatnya. Perbaiki ibadahnya. Tanamkan dalam hati, Allah SWT adalah tujuan akhir. Biar saja kita kehilangan sahabat. Asal tidak kehilangan Allah SWT. Sadari lagi kalau ini teguran. Jangan terlalu sering menyalahkan orang lain yaa, Putri. Tujuan akhirmu hanya Ridhonya dan RidhoNya. Kalau nya tidak ridho, tidak papa. Kamu sudah berusaha menjadi lebih baik untuk versi dirimu. Dan berusaha menerima kekurangan orang² disekitarmu. Menerima bukan berati kamu lebih, Put. Tapi untuk melengkapi sebuah teka teki, kadang kamu harus lebih berbesar hati kehilangan bagian² terpenting didirimu. Tidak papa. Pegang dadamu, pejamkan mata itu, lalu sebut "Yaallah Putri ikhlas, Putri ridho, dan Putri rela, untuk menjadi diri yang sudah engkau gariskan. Selebihnya aku biarkan Engkau yang mengambil alih".
🥰✨
Berusaha seperti tidak terjadi apa² saja sudah menyedihkan rasanya. Kehilangan sumber utama untuk bisa tersenyum, bercerita, berbagi banyak hal.
Bukan karena kita tidak penting. Tapi menurutku, itu semua karena kita bukan lagi sebuah "PRIORITAS". Hanya sebatas "FORMALITAS".
Ngga ngerti lagi gimana mendefinisikan rindu yang menurutku ngga wajar ini.
Bukan rindu ke suami orang kok. Rindunya ke suami sendiri. Bahkan LDR juga engga. Kita masih serumah. Cuma karena mungkin, ada yang dia kurang suka dari aku atau ada kelakuanku yang membuatnya tersinggung, hampir beberapa bulan kebelakang ini, aku merasa serba salah. Seperti kehilangan kasih sayang :') kehilangan kasih sayang dari satu²nya sumber di keluarga kecilku.
Mungkin menurut sebagian orang ini berlebihan. Lebay dan ngga penting. Tapi menurutku yang saat ini kehilangan sosok sahabat, teman cerita, kehilangan sosok berbagi. Aku butuh untuk berbicara seperti ini.
Aku sudah buntu. Entah bagaimana lagi aku harus mencari topik agar ada dua atau tiga kata diantara kami berdua. Komunikasi kami rusak..
Apa iya, aku harus lebih kuat dan mulai membiasakan diri untuk keadaan seperti ini. Kalau memang iya.. entahlah. Rasanya seperti berpisah tapi dipaksa untuk serumah 💔
Agar kamu tidak semakin kecewa dan sakit hati, mulailah berhenti bercerita pada banyak manusia. Sebab terlalu banyak yang tahu itu menjadikanmu semakin harus memberi penjelasan dan kembali menceritakan, dan tidak semua orang ada niat ingin membantu, kebanyakan hanya mau tahu dan kemudian dijadikan cerita untuk orang lain.
Lebih baik diam, atau menceritakan pada orang yang tepat. Agar ceritamu tidak menyebar dan bisa mendapatkan solusi dan saran.
@jndmmsyhd
"Sebagian orang masih mengkerdilkan bersabar seolah bukan sebagai bentuk ikhtiar. Padahal bukankah musuh terbesar dalam diri manusia adalah kehendak liar yang menggebu di dalam hatinya?"
Ya, pada tulisan ini saya hanya ingin menegaskan bahwa bersabar adalah juga merupakan bentuk usaha. Bahkan bisa jadi dari sekian banyak opsi berusaha, bersabar adalah pilihan terbaik dan bijaksana.
Bersabar bukan berarti diam, seolah pasrah akan keadaan. Tidak, tidak sama sekali. Jika bersabar artinya diam, bukankah itu sesuatu yang seharusnya lebih mudah dilakukan? Namun, nyatanya banyak orang-orang yang justru gagal dalam menjalankannya.
Ya, karena bersabar itu memang bukan perkara mudah. Oleh karenanya, Rabb-mu memuji bagi siapapun yang mampu mengelola sabarnya. Seorang alim ulama pernah berkata, yang kurang lebih:
“Sesungguhnya Allah menjadikan sabar sebagai kuda tunggangan yang tak kenal lelah, pedang yang tak pernah tumpul, prajurit yang pantang menyerah, benteng kokoh yang tak bisa dihancurkan dan ditembus. Sabar merupakan saudara kandung kemenangan. Di mana ada kesabaran, di situ ada kemenangan.”
Maka dari itu, tidak apa jika hari ini pilihan terbaikmu adalah bersabar terlebih dahulu. Meredakan gejolak hati, carut-marutnya pikiran, sembari dengan tenang menimbang segala pertimbangan untuk mengambil keputusan kedepan. Semangat! (:
Kalau kamu baca part ini, berati kamu lagi bajak hp aku.
Penasaran sama isi sosial mediaku yang isinya cuma keluhan² dengan rasa kurang bersyukur. Untuk semua itu, aku minta maaf.
Aku cuma mau nyoba buat terus terang dari awal. Kalau aku bukan wanita sempurna. Seperti yang kamu mau. Aku tau kamu sering dan bahkan hampir setiap hari kecewa sama aku. Tapi, kadang aku berpikir juga. Apa iya itu 1000% kesalahanku (?) Kamu ngga salah baca. Yaa! Aku tulis seribu persen.
Kenapa ? Karena dari sikap kamu memperlakukan aku, kayanya persentase 0,001% pun, aku kaya ngga ada baiknya.
Tapi ya itu, aku tu heran. Entah apa yang ada dipikiran kamu saat itu untuk nikahin aku. Dan setelah menikah dan aku berusaha melahirkan keturunan buat kamu, aku malah diperlakukan dingin dan cuek sekali sama kamu. Aku juga ngga gatau.
Berulang kali aku ajak kamu bicara. Ternyata akulah tersangkanya. Aku egois. Aku selalu mau menang sendiri. Yaa!! Akulah yang bersalah. Sampai aku tunduk dan malu sama diri aku sendiri. Jujur, aku yang tidak pernah percaya diri ini, semakin kecewa dengan diriku sendiri! ☺️
Aku masih ngga ngerti. Kenapa di binar mata kamu yang paling aku kagumi itu, aku seperti sosok perempuan yang bersalah sekali. Sampai² sepertinya yaa, firasatku bilang. Aku NGGA BERHAK dapat kebahagiaan apapun dari kamu.
Entah itu firasatku, atau ekspetasi kamu aja yang terlalu tinggi untuk aku. Jadinya setiap hari, aku hanya ngerasain, kalo aura kamu ke aku itu cuma ada KEKECEWAAN~
Mendadak flashback kemasa lalu. Dulu pernah eh engga, lebih tepatnya sering, dikatain baperan. Ngga bisa ngehargai privasi orang lain. Padahal 80% kayanya idup w ngikutin insting aja. Lagian, kalo emang gaada apa² yaudah sih yakan, bisa jadi insting w yang salah. Biasa aja. Ehh malah pada spanning. Alhasil, pada ketauan belangnya. Dan w paling kurang suka yaa, karena rata² pas udah ketauan jebloknya, pada ngatain w terlalu main perasaan. Gabisa apa² tuh pake logika. Yaa pake akal sehat gitu ~
Pliss w cuma mau bilang ati² bruh keseringan pake logika, karena kalo lo salah taro tuh artian "LOGIKA itu deket banget sama LOGILA"
Untuk semua berkah. Dan untuk semua keinginan. Semua terwujud dalam satu bentuk...
Masyaallah tabarakallah ~
Ayra's asmr ~
Masyaallah tabarakallah ~
She always said "papa". But for "mama" she always said "mamamamama" with more maaaa ~
😂😂
Masyaallah tabarakallah ~