November 3rd.
She’s strong, but she cries quickly.
Xuebing Du
Three Goblin Art
Alisa U Zemlji Chuda

JBB: An Artblog!
d e v o n

PR's Tumblrdome

★
Stranger Things
noise dept.
No title available
h
TVSTRANGERTHINGS
Claire Keane
Lint Roller? I Barely Know Her
hello vonnie
trying on a metaphor
I'd rather be in outer space 🛸
Game of Thrones Daily
$LAYYYTER

tannertan36
seen from Australia

seen from Canada
seen from South Africa

seen from Netherlands
seen from China

seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from Germany
seen from Canada
seen from Brazil

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Türkiye

seen from Netherlands

seen from Brazil
seen from Russia

seen from Germany
seen from United States

seen from Poland

seen from United States
@nrliffaha
November 3rd.
She’s strong, but she cries quickly.
2025
Halooo!! Ayoo kita cerita yg banyak!! Katanya, manusia itu butuh banyak ngobrol. Kalo ga ada teman ngobrol, seringnya menulis banyak hal. Nanti aku spill hehe🌝
Kenapa masih merasa cemas? Sedangkan kita hamba dari sang maha kaya🥹
Setelah membaca kisah orang-orang yg merasakan keajaiban datangnya rezeki dari arah yg tak disangka-sangka, membuat kita bertanya. Yaa Allah, kenapa masih ada keraguan? Tidak kah Allah selalu mencukupkan? Huhuhu nangis bgt😭😭😭 Kita dekat sama yg punya toko roti aja, kenyang makan roti terus. Apalagi dekat sama yg punya segalanya. Mintanya akhirat, dikasihnya dunia dan akhirat. MasyaAllah.
November, last year💌
Lucuuu bgt, aku pernah nulis note ginii😆 Hahahaha ututuu cayangkuuu❤️
“If you expect disappointment, then you can never really be disappointed”
-MJ to Parker🕷
I can relate. I felt that💫
How’s life?
Januari. Awal tahun ini. 2022. Sudah menjadi bulan yang menyibukkan. Tiba-tiba saja aku di terima kerja. Dokter gigi PTT. Di sebuah kecamatan yang belum pernah ku datangi. Di ujung kabupaten. Syukurnya jalanan aspalnya mulus. Jarak tempuh 1 jam. Aku enjoy kok. Menyetir mobil adalah kesukaanku. Ditemani playlist lagu-lagu hits indonesia tahun 2000an. Agar ku ikut bernyanyi dan tidak mengantuk saat menyetir jam 6 pagi. Pagi ku kadang hectic. Bagaimana tidak, ku siapkan semua barang yang akan kubawa 10 menit sebelum berangkat. Sarapan buru-buru, padahal masakan ibuku adalah yang favorit. Banyak sekali yang menjadi pemandangan kesukaanku. Burung-burung jalak yang terbang berhamburan saat mobil mendekat. Kabut yang menutupi kebun sawit berhektar-hektar. Truk-truk pengangkut buah sawit yang kesusahan menanjak karena kelebihan muatan. Terkadang ada segerombolan monyet menyeberang jalan raya. Bunga bougenville pink di tikungan jalan. Speedometer yang menunjukkan angka nyaris 100 ketika jalanan lengang. Tentu saja, adrenalin yang meningkat. Sudah 2 bulan menjalani rutinitas ini. Ada yang berubah, tetapi sisanya tetap konstan. Awalnya, setiap pagi aku selalu menangis selepas berpamitan. Menangis karena merasa aku yang paling malang nasibnya. Menangis karena ritual mengawali hariku. Lega rasanya setelah menangis. Menguatkan diri sendiri. Berdebat dengan isi kepala. Setelahnya, musik-musik pop akan menaikkan moodku. Pokoknya aku harus tiba sebelum pukul 7:45, agar status presensiku tepat waktu.
2:00 am thoughts
Kehidupan banyak memberikan pelajaran. Dari film-film yang kita tonton. Dari pengalaman-pengalaman teman yang kita dengar. Dari puisi-puisi yang kita tangisi. Dari lagu-lagu yang kita senandungkan. Dari cerita-cerita orang tua yang dibagikan. Dari obrolan-obrolan di meja makan. Rasanya sudah banyak yang kita pahami tentang hidup. Tapi nyatanya, masih banyak hal yang tidak dapat kita antisipasi. Dasar kita sok tau! Hanya mengerti tentang teori. Masing-masing orang beda prakteknya. Bahkan jika dihadapkan dalam situasi yang sama pun, kita belum tentu bisa melewatinya dengan cara yang sama. Banyak hal yang semesta rahasiakan tentang hidup. Masih banyak yang belum terungkap. Masing-masing dari kita punya kunci dan jawaban yang berbeda. Itulah hidup yang bahasannya tiada ujung. Hingga kadang kita muak dengan hidup.
Always romanticizing life
Baru aja bongkar-bongkar kotak yang berisi catatan-catatan kecil what I feel in the past few days. Mirip-mirip diary lahyaa. Dan nemu salah satu kertas, yang kalo aku baca ulang, semua yang tertuang dan aku tulis di kertas itu vibesnya berasa lagi. So this the notes. Kurang lebih kayak postingan ini
Minggu, 12 Juli 2020
Hari ini aku bangun jam 11.00 pagi, karena on period jadi gak sholat.
Hari ini matahari bersinar terang. Tapi sinarnya begitu teduh masuk ke dalam rumah. Hari ini ambience nya bagus sekali. Makes my heart full. So happy. Gak tau kenapa, tapi suasananya ngebawa aku mengingat semua momen-momen menyenangkan waktu kecil. Literally nostalgia. Kalian pernah gak sih ngerasa gitu? Kayak semuanya terputar kembali di ingatan kalian. Apalagi rumah ini, rumah tempat aku ngabisin masa kecil.
Teringat nonton Teletubies, aroma bolu yang baru di panggang, pergi jalan-jalan naik mobil ke kota, main masak-masakan, wangi buku lama yang tersimpan di lemari, di suruh tidur siang. Really I just can’t! Waw the vibes bruh, so warm my soul. Sukaaa bangeeet...
Aduuhh segitu terasanya gitu loh, kayak yaa Allah seneng banget!
Ini aja aku gak sabar buat nulisnya. Biar nanti aku bisa ingat hari ini. But, seriously I really love this day.
Suara burung berkicau, keheningan, suara kendaraan sepi. Aww so lovely.
Terus sorenya mendung. Syahdu banget. Duuhh I can’t handle it. Apalagi kalo nanti malam hujan deras. Perfect day banget!
First time
There is always a first time for everything. Ketakutan-ketakutan yang muncul saat pertama kali melakukan hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya, itu wajar. Itu artinya kamu mau memberikan semaksimal mungkin pada your first time thing. Ketakutan-ketakutan ini yang membuat kita mencari tau lebih banyak tentang hal-hal baru yang mau kita lakukan. Jadi, kamu bisa menimbang-nimbang resiko dan manfaat yang bisa diambil kalo ngelakuin hal baru tersebut.
Ingat banget waktu koas, tiap masuk departement baru dan ngerjain requirement pada pasien pertama kali, selalu aja ada hal-hal yang bikin mundur.
‘Gimana kalo dikerjain besok aja?’
‘Kalo salah gimana nih?’
‘Kalo pasiennya gak percaya sama aku, gimana?’
‘Pasiennya mau lanjut perawatan gak ya?’
‘Dimarahin dokter jaga gak yaa kalo gini?’
Aduuh, banyak banget deh alasan biar mundur. Tapi bersyukurnya, koas-koas saling ngerti dan supportif banget.
‘Udah kerjain aja, ntar aku bantu’
‘Kalo gak sekarang kapan lagi?’
‘Ayo coba dulu, jangan lupa berdoa!’
‘Semangat! Pasti bisa’
Dan emang, YOU WILL NEVER BE READY! Just start! Seberapa preparenya kamu, seberapa ahlinya kamu, seberapa kamu mikirin resiko, dll. You will never be ready. Karena masalah baru selalu datang, sesuatu hal yang gak kamu temuin sebelumnya. Bukan berarti kamu gak prepare, tapi berbekal cukup dan dorongan untuk mencoba. Just do it!
Dan yang buat aku ingin mencoba hal-hal baru for the first time, karena mikir kalo hal-hal ini datang ke aku, berarti aku di kasih kesempatan buat mencoba. Tapi aku gak se-pro itu dalam melakukan hal baru. Banyak juga yang aku tolak, jika menurutku kapasitas yang ku punya tidak mempuni untuk melakukan hal baru tersebut. Yes, kenali dirimu dahulu. Dan apapun hasilnya, mau baik atau buruk akan selalu jadi pembelajaran untuk hal-hal baru selanjutnya.
Hal-hal baru yang aku lakukan untuk pertama kali dan sensasinya. Hahaha lebay banget, tapi mari kita rangkum.
- Pertama kali donor darah, so excited. Setelahnya mau pingsan. Dan belum pernah donor darah lagi.
- Pertama kali nyetir mobil di Makassar. Waktu koas, tujuannya ke rumah sakit gigi dan mulut. Harus lewat Tol biar cepat. Sepanjang jalan nangis, karna takut dan amaze sama diri sendiri haha.
- Pertama kali opname. Dulu mikir gimana sih rasanya di infus? Kalo di opname, banyak yang bawain makanan. Nyatanya gak enak banget yang namanya sakit apalagi harus di opname. Makan gak enak, tidur gak bisa.
- Pertama kali jaga klinik. Mules banget, takut dapat pasien yang gak tau harus di kasih perawatan apa. Tapi, thanks to PPKM jadi tiap pasien harus di antigen dulu kalo mau di rawat. Dan kebanyakan pasien bpjs gak mau di antigen.
Banyak lagi, tapi yang ingat segitu dulu. Dan emang semua first time in everything rasanya beda-beda. Seru-seru nervous.
Missing random memories
Pernah gak sih, kalian bangun pagi trus vibesnya adem, gak terik dan gak mendung dan ngerasa terbawa ke memori atau kenangan-kenangan dulu? Perasaan ini tuh rare banget. Bahkan biasanya cuman sekali untuk jangka waktu yang lama. Semua memories running back in your head. Ofcourse good memories. Se-random kenangan-kenangan masa kecil.
Kangennya Minggu pagi pas nenek buyutku masih ada. Wangi kopi panas punya nenek buyut, dengan aneka kue tradisional teman ngopinya. Rumah bersih sudah disapu dan pel. Kumpul di ruang keluarga, dengan siaran kartun favorit di TV. Dan tiba-tiba kakek ingin nonton siaran pertandingan tinju.
Kangennya ke toko buku saat hari Minggu. Berkutat dengan rak-rak buku cerita anak. Mencari yang paling di suka, merengek minta di belikan. Tertidur di mobil saat perjalanan pulang kerumah.
Kangennya main ke rumah teman waktu pulang sekolah. Main dengan mainan kepunyaanya. Ku suka sekali rumah teman SDku dulu, rumah yang sudah ditempati lama. Letaknya dekat dengan sekolah. Buku-buku cerita dan mainannya banyak!
Call me old soul! Aku tuh kayaknya salah banget baru lahir di tahun 1996 hahaha. Ku suka semua tentang masa lalu! Fun fact, ku sangat suka sejarah. Dulu pas SMA, guru sejarahku sangatlah story teller. Murid-murid lain ngantuk, aku mendengarkan dengam seksama. Tontonan malam mingguku, tv one yang mengupas tentang sejarah-sejarah peradaban Indonesia. Playlist favoritku lagu-lagu 80’s dan 90’s. Rumah impianku colonial house dengan furniture mid century hehe so homey. My heart always full kalo udah cerita tentang masa kecil tahun 90an atau 2000an.
Bayangkan berapa kali Allah menyelamatkanmu dari sesuatu, tetapi kamu tidak menyadarinya.
One of the most beautiful morning
25 April 2017
Setelah sholat subuh di Mesjidil Haram, aku dan keluarga (ayah, ibu, kakak dan adik-adik) mengantar dan membantu nenek melaksanakan tawaf diatas kursi rodanya. Untuk pengguna kursi roda, disediakan tempat tawaf di lantai 2 atau 3 kalo tidak salah ingat. Kami bergantian mendorong kursi roda. Aku dan ibu menunggu di salah satu sudut mesjid. Di selasar mesjid lantai dua, menghadap Ka’bah dengan bentangan langit merah muda semburat ungu. Sayup-sayup terdengar lantunan ayat suci dari pria muda dengan perawakan Arab disamping Ibu. Merdu sekali. Sampai-sampai kami tak ingin beranjak. Masya Allah. Can’t describe the feeling. Berikut foto suasana pagi itu. Ramai, tak ada jarak antar manusia dengan manusia, begitupun manusia dan Tuhan. Pandemi cepatlah berlalu. Semoga pagi-pagi indah seperti ini bisa terulang kembali.
Kali ini, dia tidak mengandalkan keberuntungan. Tapi dia menghujamkan mantra-mantranya ke langit. Berharap semesta tidak mematahkan hatinya kali ini. Dia merasa usahanya maksimal. Walau cacat dimana-mana.
Hari ini, semesta memberi kabar. Kabar baik tak terkira. Tangannya gemetar dan air matanya banjir. Langit memberi jawaban. Keberuntungan berpihak padanya. Mantranya menang! Waktunya merayakan bahagia.
Inhale. Exhale.
All is well!
The world is busy, hectic, and hurried. Di hidup ini, segalanya datang dan pergi. Gak ada yang kekal. Segalanya punya dua sisi dan berlawanan. It’s normal. Kita harus belajar menerimanya. Semuanya sementara dan fana.
Senang-sedih
Ramai-sepi
Tawa-tangis
Berhasil-gagal
Muda-tua
Sehat-sakit
Bertemu-berpisah
Dulu, ketika ekspektasi kalah dengan realita rasanya dunia sudah berakhir. Semakin dipikir, yaa emang gitu konsep hidup. Gak ada orang yang hidupnya senang teruuuss. Gak ada orang yang dunianya penuh derita. Tapi porsinya aja yang beda-beda.
Waktu koas terasa sedang berat-beratnya. Kalimat teman jadi pengingat, “Mungkin kamu dikasih struggle lebih di koas, karena waktu preklinik dapat bagian skripsi yang mudah” berhasil membuat saya tertampar, emang hidup sebegitu imbangnya. Seseorang harus merasakan pahit dan manis agar tau bedanya.
Hal-hal seperti itu yang bikin kita tetap waras. It’s okay to not be okay. Pengingat kalo kemalangan gak selamanya. Bahagia juga gak seterusnya. Banyak-banyak bersyukur. Ini relate banget dengan quote favoritku sepanjang masa!
"If something is destined for you, never in million years it will be for somebody else"
Jadi, mau senang atau sedih yaa udah diatur Sang Maha Mulia. Balik lagi, semua udah ada porsinya. Tapi, mana ada sih orang yang mau gak bahagia jalanin hidup. Karena happiness is the goal untuk hidup yang lebih baik. Legowo aja jalanin hidup. Gak usah ribet, it shall to pass. Berpegang erat pada Sang Maha Benar, emang paling benar deh! Itu yang bikin kita bertahan dan selalu menerima.
To: Yg sok kuat tapi hatinya rapuh✨