[Part 1] Target Umur Nikah? Siapa Takut! . Memasuki dewasa muda (20 tahun keatas) dan semester tua di perkuliahan, berseliweranlah pertanyaan. Mulai dari yg lazim sampai tak lazim. Kapan skripsi? Kapan sidang? Kapan wisuda? Kapan lulus? Kapan kerja? Sampai bertemu pertanyaan yang satu ini, "Kapan nikah? atau Target nikah umur berapa? . Gak sedikit yg mesem2, dahi berkerut, sampai melemparkan ke teman disebelahnya seraya berkata "dia duluan tuh!", ada juga yg bilang masih lama nunggu mapan, lagi nabung, dan tak sedikit juga yg mengatakan "kapan aja, nunggu jodohnya dateng" . Sist, bro sekalian, pernahkah kalian menggunakan salah satu jawaban diatas? Atau kalian punya jawaban yg menunjukkan sikap berbeda, "insyaAllah target nikah saya umur 23" sambil merem atau menatap si penanya. Biasanya orang2 disebelahmu sedikit "cengo" sambil membatin, "sumpeh nih orang udh punya target nikah, gw aja belom, gw mah nanti aja jd perempuan mapan dulu, gw masih lama, gw mau kerja dulu, dan jawaban2 lain yg menunjukkan diri mereka sedang bercermin . Mungkin disini, saya sebagai admin yg pernah baca2 buku ttg nikah, ikut kajian pranikah, dan mendengar langsung dari org yg sudah menikah, mau share bahwa target umur nikah itu perlu sist bro sekalian. Tapi target yg kita lontarkan bukan utk membuat kita jd "orang yg tenggelam", melainkan jd seorang "penyelam". . Apa bedanya orang yg tenggelam dengan penyelam? Tak lain adalah "persiapan". Seseorang yg dengan menyebutkan target umur nikah dengan persiapan, dia sudah mengukur diri. Agar lebih konkrit saya bantu beri contoh, misal seorang ukhti menargetkan utk menikah pada usia 23 tahun, dan sekarang usia dia 22 tahun. Jika ini target yg dipersiapkan, maka dia akan bercermin dan mengukur dirinya. Akan bermunculan pertanyaan, Bagaimana pemahaman agama saya sekarang? Apakah saya sudah belajar ttg pernikahahan dari sumber aslinya (Al-Quran)? Bagaimana kabar bacaan Quran saya? Sanggupakah saya menjadi seorang istri dengan segala kewajiban dan haknya? Sanggupkah saya mengurus orang lain, jika saya sendiri masih sperti ini? Mandiri finansial aja belum, gimana mau nikah? Apakah saya sudah tahu tentang fiqh pernikahan dan rumah tangga? Dst