diantara malam-malam sunyi, dikepalaku, namamu-lah yang paling lantang meneriakan bunyi, yang paling tak terduga; mencintaimu ternyata semenggemaskan ini~
-vee-
macklin celebrini has autism
Phantogram Three

izzy's playlists!
Show & Tell
Sweet Seals For You, Always
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
almost home
Keni
The Bright Sessions
The Bowery Presents
art blog(derogatory)
noise dept.
The Stonewall Inn
I'd rather be in outer space 🛸
Lint Roller? I Barely Know Her
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

ellievsbear
No title available
Today's Document
Fai_Ryy

seen from Israel

seen from Vietnam
seen from Italy
seen from Uzbekistan
seen from United Kingdom
seen from Israel
seen from Colombia

seen from United States
seen from Russia
seen from United States

seen from Cyprus
seen from Albania

seen from Germany
seen from Italy
seen from United States

seen from Sweden
seen from Netherlands
seen from Spain

seen from Brazil
seen from United States
@oktaviafatma-blog
diantara malam-malam sunyi, dikepalaku, namamu-lah yang paling lantang meneriakan bunyi, yang paling tak terduga; mencintaimu ternyata semenggemaskan ini~
-vee-
berharap itu tidak salah, sayang, namun kini, cukup nyalakan harapanmu seperti pendar lilin, tak perlu berlebihan memupuk kobar api, sebab saat terlalu besar nyala harapmu, terlalu besar juga sakitmu saat semua hanya menjadi remah abu. tinggikan doa, jangan terlupa :)
-vee-
mencintainya, kau harus mengerti tentang sebuah konsekuensi, semua kembali kepadamu, apa yang kau pilih; mendengar suara sumbang, atau mendengar suara hati, keduanya sama tak pasti.
-vee-
salah satu hal yang saya kagumi dari diri saya adalah; saya memiliki hati yang begitu tangguh menampung rindu yang bahkan tak pernah anda sentuh.
-vee-
selepas pertemuan-pertemuan singkat kita, rindu justru semakin menyesakkan dada. untuk menuntaskan rindu yang kupunya, aku butuh selamanya; mendekapmu erat tanpa jeda.
-vee-
ditubuh malam, resah yang harusnya rebah justru terjaga paling gagah, didalam senyap, rindu berderap paling gegap, mengoyak ingatan keping demi keping
kau menghadiahiku perpisahan yang katamu tak akan lama, rindu itu akan kau semai, janjimu dulu, sebelum pada akhirnya aku mengerti, tak ada kemungkinan untuk bertatap sekali lagi
aku tiba pada keinginan-keinginan membencimu, namun bagaimana aku bisa membenci? jika darah yang mengalir didalam aku adalah darah yang sama yang mengalir ditubuhmu? seribu kali aku coba membenci, pun juga seribu kali aku akan memaafkan kembali.
(kepada seseorang yang separuh jiwanya menjelma aku)
pada sepasang bola matamu, aku ingin berlama-lama tinggal disana,
pada lengkung senyum dibibirmu, aku ingin selalu menjadi alasan ia ada,
pada debar didadamu, adalah namaku yang menjadi getar pertama,
didalam hidupmu; adalah aku yang akan kau jadikan satu-satunya,
hanya aku, tak ada tempat untuk yang lainnya.
-vee-
ingin sekali aku meminta detik tak bergerak, membiarkan waktu memerangkap jemari kita untuk terus menjadi pelengkap antara satu dengan yang lain, sekedar mengijinkan bahumu terus tersandar untuk meredam bising dalam kepalaku, sekedar membekukan peluk yang untukku selamanya pun bahkan tak pernah cukup, aku ingin detik tak bergerak, hanya untuk memilikimu tanpa meninggalkan sesak.
-vee-
pada jantung malam, sajak merambat liar. pada jantungku, kau diam-diam berakar. kau; candu tanpa penawar~
-vee-
maafkan aku Tuhan, pada akhirnya aku tak bisa untuk tak mencintainya, dia menawarkan padaku sebentuk peluk yang membuat laraku tunduk, dia melirihkan segala pedih, rasaku terlanjur mengarus, meski akalku tergerus, mencintainya ; aku tak bisa untuk tak jalan terus.
-vee-
didalam kepala seorang pendosa, terlampau tinggi jika ia mengharap surga, didalam ruang kecil didadanya, pendosa hanya ingin pengampunan, dan hari-hari yang lebih baik dimasa depan.
vee
kutanggalkan segala yang lalu, menutup rapat lembar yang lama sekarat, hari-hari kemarin dulu hanya setumpuk abu, didepanku kini menjelma kamu; sebuah harap baru.
vee
Bertahanlah Sehari Lagi
Mungkin ini berat. Mungkin rasanya menyiksa hingga mati terasa jauh lebih baik ketimbang bertahan melewati ini semua. Aku mengerti. Aku tau ini semua terasa tidak adil. Seakan berusaha adalah percuma. Seolah tiap tenaga hanya tak lebih dari sebuah usaha untuk menahan luka lebih lama.
Namun begitulah hidup. Setiap orang akan merasakannya, dipaksa melepas apa yang begitu digenggam dengan bahagia, dipaksa ikhlas ketika sudah berjuang sekuat tenaga. Aku tau ini berat, begitu berat. Tapi percayalah, semua ini akan berlalu. Berubah jadi menjadi lebih baik.
Waktu akan menyembuhkan segalanya. Sulit memang rasanya untuk kembali percaya setelah semua kecewa. Namun biar bagaimanapun hidup akan tetap berjalan, waktu akan selalu menyembuhkan luka. Dan kelak semua akan kembali baik-baik saja.
Kau hanya butuh bertahan satu hari lagi. Setiap harinya.
Tak usah terburu-buru untuk bangkit. Pelan-pelan saja. Melangkahlah perlahan. Tanamkan sedikit kata-kata dalam kepala bahwa terkadang ada hal-hal yang tak mungkin kita dapatkan sekeras apa pun kita telah berusaha.
Bertahanlah.
Sehari lagi.
akankah kau menjelma langit yang tak kan bisa ku sentuh, atau mewujud bumi sebagai tempatku bersimpuh?
vee
“Mau bagaimanapun ada sesuatu yang harus kita ikhlaskan sekuat apa kita berdoa, sekuat apa kita berusaha, sekuat apa kita meminta. Hidup terkadang seperti itu, butuh kebesaran hati melihat ia melambaikan tangan sebelum kemudian benar-benar pergi.”
—
kau terlalu lama mengasuh anak singa, pikirmu ia akan jinak pada akhirnya, saat kau lengah dan mulai percaya, ia mencabikmu tepat didada, melumatmu tanpa sisa.
vee
bahkan seorang perempuan dengan masa lalu paling buruk pun berhak memperjuangkan kebahagiaan untuk masa depannya
vee