Art G.Shvecova (Design graphics - Purple space_260118)

Game Changer & Make Some Noise
KIROKAZE
untitled

Product Placement
★
todays bird

Kiana Khansmith
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
No title available
Show & Tell
hello vonnie

Love Begins
No title available
Xuebing Du
art blog(derogatory)
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
taylor price
Jules of Nature
Claire Keane
EXPECTATIONS
seen from Israel
seen from Nigeria

seen from New Zealand
seen from Nigeria
seen from Nigeria

seen from Türkiye

seen from France

seen from Bangladesh
seen from Costa Rica
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from France

seen from Morocco
seen from Poland
seen from United States
@ollaekaa
Art G.Shvecova (Design graphics - Purple space_260118)
Kehidupan ini mengajarkan kita banyak hal, bahwa Dia memberikan nikmat bahagia dan sedih sesuai kadarnya. Sebab Allah tahu, batasan seperti apa yang memang pantas untuk setiap makhluknya. Sesuai kadar, bukan sesuai akal.
Maka tenang ya, jangan takut. Allah tidak akan pernah mengecewakanmu. Tidak akan pernah..
(( Ibn Syams ))
Dear my future..
Adinda, kau mesti tahu bahwa betapapun kita berusaha baik bahkan mengerahkan seluruh kemampuan kita, tidak dinafikan akan ada orang-orang yang tidak menyukai kita. Akan selalu ada orang yang iri bahkan mendengki dengan capaian-capaian kita. Dan akan selalu ada orang yang berburuk sangka dengan tutur - laku kita.
Ketika kita membagikan foto di media sosial misalnya, ini bukan tentang selfie ataupun wefie foto kita berdua, bukan, bukan itu. Namun foto pemandangan alam hasil jepretan ketika kita liburan lalu kita bagikan ke media sosial.
Salah satu atau salah dua teman kita mungkin merasa risih. Menganggap kita pamer atau pencitraan. Akan ada yang hatinya bersungut-sungut tak suka. Ketika kita memasang status bahagia.
Tapi, meski di dunia ini banyak orang dengan kepribadian yang demikian, jangan pernah berhenti berbuat baik ya. Karena orang baik sudah tidak begitu banyak kehadirannya.
Tidak hanya menjadi baik namun jadilah pribadi baik yang tanpa pamrih setiap kali melakukan kebaikan. Sebab tidak ada balasan kebaikan selain kebaikan pula. Maka lakukanlah tanpa pamrih.
Menjadilah bagian dari orang-orang baik dan tanpa pamrih itu, “yang hadirnya dinantikan dan ketidakhadirannya selalu dirindukan.”
- Ibn Syams
MENIKAHLAH! Inilah perkataan Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu. Ringkas, padat dan tajam. Jika telah tiba waktunya, tak ada halangan bagimu untuk menikah, tetapi masih memilih berlambat-lambat demi menikmati kesendirian sebagai jomblo, hanya dua kemungkinannya. Kata Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, “Tidak ada yang menghalangimu menikah kecuali kelemahan (lemah syahwat) atau kemaksiatan (ahli maksiat).” Hanya dua itu kemungkinannya. Jika hanya satu atau dua orang yang menunda, itu kasus. Ini perlu diurai sebabnya dan ditemukan jalan keluarnya. Ada keadaan ketika orang-orang yang sendirian di antara kamu merupakan tanggung-jawab dari walinya; orang yang memiliki kekuasaan terhadapnya. Allah Ta’ala serukan, “…وَأَنكِحُوا۟ ٱلْأَيَٰمَىٰ مِنكُمْ… Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu.” Ia sudah patut menikah, tetapi belum kunjung sanggup menunaikan, atau bahkan kadang keberanian pun tak ada. Ini perlu kita yakinkan, kokohkan imannya bahwa Allah Ta'ala akan memberi mereka kecukupan jika mereka miskin. Ada keadaan ketika pernikahan bukan hanya urusan pribadi. Kita tidak bisa mendiamkan jika banyak yang berlambat-lambat, terlebih ketika yang berlambat-lambat itu orang yang memiliki berbagai keutamaan. Berlambat-lambat dapat menjadi pintu fitnah. Tengoklah, adakah ahli ilmu di sana yang belum memiliki kesanggupan untuk segera melangkah ke gerbang pernikahan? Perhatikan ia. Menikah bukan semata soal suka atau rasa cinta. Bahkan yang paling awal adalah amanah. Ada seruan Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam yang sepatutnya kita sambut. Itu berarti, para jomblo itu harus bersiap tanpa perlu menunggu datangnya orang yang pas di hati. Bersiap bukan hanya untuk melaksanakan akad. Lebih dari itu menyambut amanah yang terkait dengannya, termasuk menata orientasi untuk berbanyak anak dan mendidik mereka dengan baik.
Mohammad Fauzil Adhim (via fauziladhim)
Words used to describe reputation. Katanya begitu. Tapi jaman now, the fact is that Photographs used to describe reputation. Dalam perspektif saya, reputasi seseorang itu dinilai dari perbuatannya. Dan itu dilakukan semata bukan untuk dinilai baik oleh manusia, tapi oleh Allah, seperti Uwais Al-Qarni, manusia yang terkenal di langit, tapi gak terkenal di bumi. Have a nice weekend, good people!
The more you ask others, the more despised you become; the more you ask Allah, the more beloved you become.
Yasir Qadhi (via islamic-art-and-quotes)
Saya tipe yang berevolusi. Jatuh, bangun lagi. Hilang, cari lagi. Pergi, yakin bakal ada pengganti yang jauh lebih baik lagi. Saya tipe yang : lebih baik mundur beberapa langkah untuk membuat lompatan lompatan yang jauh ke depan (dibanding) takut mundur dan lebih memilih berjalan di tempat, lalu lelah, dan akhirnya berhenti. EkaYSaleem👊
Pernah gak ? Ngerasa gak ngelakuin apa-apa sementara yang lain udah selangkah bahkan dua langkah lebih maju di depan kamu ? Kalo aku, ya pernah. Tapi setelah dikritisi, New York aja 3 jam lebih awal dari California. Tapi itu bukan berarti California lambat (dalam konteks kualifikasinya sebagai negara maju) kan ? . Ada orang yang masih sendiri, usia 30 an baru menikah, tapi langsung dikaruniai anak kembar yang sehat. Ada yang udah menikah di usia muda, udah jadi istri, tapi harus nunggu lama dulu untuk bisa jadi ibu. Ada yang lulus kuliah di usia muda banget, tapi nunggu 5 tahun dulu baru dapet kerja, sementara yang lain lulus di usia 27-an, tapi langsung dapet kerja. Ada yang jadi CEO di usia 25, meninggal di usia 50, sementara ada yang jadi CEO di usia 50, dan hidup hingga usia 90. Obama pensiun dari Presiden usia 55 tahun, Trump justru maju jadi Presiden di usia 70 tahun.. Itu yang dinamakan zona waktu setiap orang bekerja sesuai "zona waktu" nya masing-masing. Setiap orang di dunia ini berlari di perlombaan dan dalam waktunya masing-masing. Allah punya rencana berbeda untuk setiap orang. Jadi, bekerjalah sesuai zona waktumu. Iri boleh (asal irinya bersifat memotivasi) dengki jangan. Juga, buat apa mengejek orang yang terlambat ? Kita punya waktu kesuksesan kita masing-masing kan, Gais ? . Ini hasil nonton Youtube. Belajar gak cuma nontonin dosen di kelas aja kan yah ? Hehe. Have a nice morning! (di Seoul, South Korea)
Agar dada terasa lapang, kamu hanya perlu jujur tentang : kelebihan orang dan tentang kekurangan diri sendiri. - Taufik Aulia. Karna mengapresiasi orang lain dan mengevaluasi diri sendiri ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. I'd fight for you if I knew you wanted me to win!
Agar dada terasa lapang, kamu hanya perlu jujur, tentang kelebihan orang dan tentang kekurangan diri sendiri.
— Taufik Aulia
Biar Apa Sih (?)
Saya bingung dengan banyak orang di akun Instagram saya. Di Insta Story, banyak sekali yang update capture inbox DM lah, inbox Whatsapp personal lah, grup lah, BBM lah, dll. Lalu, beberapa kata atau kalimat disensor, beberapa laginya dilingkari / ditandai, dikasih emoticon tertentu. Begitu biar apa sih ? Bukankah logikanya kalau seseorang update foto atau capture semacam tulisan itu tujuan dipublikasikan nya agar publik tau dan mengerti (?) Atau agar memberikan informasi yang bermanfaat ? Lah ini ??? Publik tidak mengerti, si yang empunya Insta Story ketawa atau malah kadang sedih sendiri. Trus tujuan diupdate itu supaya apa ??? Jangankan memberi solusi, mengerti saja publik enggak.
Ada lagi yang update capture inbox Whatsapp personal dari seseorang. Isinya bagus sih, tentang seseorang yang mengingatkan temannya untuk Istiqomah dalam menghafal Qur'an. Menanyakan hafalannya sudah sampai surat dan ayat apa (?) Dan sebagainya. Saya tanya, updatr yang begitu biar apa sih ? Biar publik tau kalau kamu penghafal Qur'an (?) Biar publik bangga sama kamu kalau obrolan kamu sama temen kamu di Whatsapp itu adalah obrolan yang islami dan membanggakan (?)
Setau saya, seseorang tidak akan mengatakan atau memberi kode bahwa dia adalah seorang Sufi (orang sholeh). Sufi itu julukan yang diberikan oleh orang lain kepada seseorang yang dalam kesehariannya dia benar-benar sholeh. Dan orang yang benar-benar sholeh itu zuhud. Zuhud itu menaruh dunia di tangan, bukan di hati, dan tidak terjadi cinta terhadap dunia. Itu intinya.
Ada lagi, sepasang kekasih yang pacaran (belum halal), foto berdua, trus captionnya : Fabiayyi aalaa irobbikumaa tukadzzibaan.
Astaghfirullahal 'adziim.
Inilah yang dinamakan mencampur-adukkan antara yang Haqq dengan yang Bathil. Masih gak ngerti ? Saya kasih analogi simpel, semoga bisa dimengerti ya. Gini : misalnya kamu mau mencuri, tapi sebelum mencuri kamu ngucap Bissmillah dulu. Atau, kamu mau cium pacar kamu, tapi sebelum itu kamu ucap Bissmillah dulu. Bagus gak gitu ? Itulah yang dinamakan mengislam-islam-kan yang haram. Permainan setan memang halus, pemirsah. Halus halus menjerumuskan gitu.
Ada lagi yang update di restaurant mahal dan bagus, sama temen-temennya, atau sama pacarnya. Trus si empunya Instagram ini nanya ke temen-temennya (sambil di video-in di insta story) : "Haiiii, kita lagi di manaaaa?" (muka sok dicantik-dan-diimut-imutkan. Padahal saya yakin 100℅ kalau dia tau dimana lokasi dia saat itu. "Lagi makan apaaaa?" Padahal dia tau temennya lagi makan apa. Begitu biar apa sih ?
Logika Tere Liye : Foto di menara Eiffel di Paris, trus upload ke Instagram, karena katanya ke menara Eiffel mungkin cuma sekali seumur hidup, jadi harus diabadikan. Nah, mungkin logika ini berlaku juga sama orang-orang yang suka update di restaurant mahal itu.
Ada banyaaaaak sekali keanehan di dunia instagram yang saya jumpai. Bikin saya geleng-geleng kepala. Adakah yang bisa jelasin ke saya ini tuh : Biar apa sih ???
Be Yourself
Saya suka bingung dengan beberapa orang yang saya jumpai. Mereka selalu bilang : "Be Yourself!" tapi beriringan dengan itu, mereka juga bilang : "Ih gue suka banget sama gayanya si ini, simpel, tapi tetep elegant." atau "Ih bajunya bagus ya, beli dimana yah dia?" (kepoin akun Instagram nya), atau "Gaya dia tuh tipe gue banget! Gue suka. Gue pengen ikut style-nya dia ah." dll.
Mereka lupa dengan kalimat yang pernah mereka ucapkan, Be Yourself!
Dalam perspektif saya, kamu tidak akan pernah bisa jadi orang yang kamu tiru. Sebesar apapun usaha kamu menirunya, kamu tidak akan pernah bisa menjadi persis seperti dia. Orang lain tidak akan memandang kamu (seperti mereka memandang orang yang kamu tiru). Mereka akan menganggap kamu sebagai imitasi, yang tidak punya kreativitas dalam menciptakan ciri khas diri.
Padahal, setiap manusia punya potensi dan kelebihan masing-masing. Punya kecerdasan yang bisa dimanfaatkan untuk membangun personal brand sendiri. Punya pemikiran yang matang, yang seharusnya bisa diandalkan dalam hal pemilihan dan keputusan sesuai karakter.
Lalu, mengapa mesti meniru orang lain ?
Katanya, rumput tetangga selalu lebih hijau. Ini adalah alasan kebanyakan orang melakukan plagiasi terhadap apapun yang mereka anggap menarik dari diri seseorang : ditiru.
Kini, "Be Yourself!" bukan lagi persuasi.
Tapi pencitraan.
((Yang belum saatnya))
A: dengar kabar, bulan depan si fulanah akan menikah.. kamu sudah tahu, mas???
B: iyaa, sudah tahu..
A: sudah dapat undangannya?
B: belum, mas. Dengar kabarnya saja baru tadi pagi dari teman yang lain. Hmmm (menghela nafas panjang), pengen nangis rasanya, ketika mendengar kabar itu.
A: mengapa begitu?
B: entahlah. (tiba-tiba menangis). Afwan, kalau ana gak bisa kontrol emosi ini didepan antum ..
A: laa ba'sa, akh.
Sambil tersenyum dan menepuk pundak si fulan B.
A: kita muraja'ah yuk biar perasaan antum lebih tenang...
tanya si fulan A memecah keheningan. Namun, tangisan si fulan B semakin menjadi-jadi..
A: istighfar mas, tenanglah...
B: ana gak kuat akh, hati ini sesak sekali setelah mendengar si fulanah akan menikah.
A: Khair, Insya Allah. Akan ada banyak hikmah yang akan antum dapat setelah kejadian ini. Ishbir ya akhi.
Susana kembali hening..
A: akh, apa salah kalau kita mengagumi seseorang itu??
A: enggak. Enggak salah..
B: lantas mengapa ana begitu kehilangan dia ketika ana mendengar dia akan menikah dengan ikhwan yang bisa dibilang dia sahabat dekat ana, akh...
A: antum yakin itu hanya perasaan kagum saja? Atau bermula dari kagum tiba-tiba antum suka dengan dia???
B: maksudnya???
A: rasa mengagumi itu lebih menyakitkan dari pada membenci sesuatu yang tidak kita sukai.. karna tumbuhnya cinta selalu diawali dengan kekaguman yang sederhana...
si fulan B menggelengkan kepala tanda tidak mengerti.
A: kagum dan cinta itu bedanya tipis sekali, akh. kagum lebih sering disalah artikan oleh kita yang tidak mau mengakui bahwa sebenarnya kita sedang jatuh cinta padanya... karena rasa kagum itu sepeti sel. Yang bermula satu kemudian berkembang menjadi seribu dan akan berubah menjadi cinta dengan seiringnya waktu … coba tanyakan pada diri antum, apa yang ia rasakan kini. Kekaguman sajakah atau rasa cinta yang berubah menjadi nafsu ingin memilikinya??
Si fulan B tertunduk diam dan membisu, airmatanya masih berderai dari kedua kelopak matanya.
A: Ya, akhi. Bertakwalah kepada Allah dengan sebaik-baik taqwa. Gantungkan setiap perasaan antum hanya pada-Nya. Mengapa wajah tampan antum harus basah karna menangisi seseorang yang hatinya bukan untuk antum?? Mengapa mata antum yang teduh itu harus sembab karna menangisi seseorang yang belum halal untuk antum miliki??? Mengapa antum menyiksa diri antum dengan menangisi sesuatu yang bukan menjadi milik antum saat ini???
B: Astaghfirullah. Lantas apa yang harus ana lakukan ya akhi. Nasehati ana, sadarkan ana tentang perasaan semu ini!
A: Mintalah ampunanan-Nya. Mintalah fatwa dari lubuk hati terkecil antum. Jika pada akhirnya, derita akan menjadi masa lalu. Mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa, sedangkan ketegaran akan lebih indah dikenang pada saatnya nanti. Jika pada akhirnya, luka dan kecewa menjadi masa lalu. Mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa, sedangkan ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama . Dan Jika pada akhirnya, kekaguman dan kecintaan akan menjadi masa lalu. Mengapa mesti diumbar sepuas jwa. Sedangkan menahan diri adalah lebih berharga. Sibuklah menata hati dan memperbaiki diri karna-Nya. Semata untuk-Nya, bukan untuk si fulanah A, B, C ataupun si fulanah yang lainnya. Biarlah, Allah yang akan melabuhkan urusan yang bukan menjadi wilayah manusia untuk turut andil. Sejatinya, jodoh kita tidak akan tertukar dengan siapaun juga. Jika Allah berkehendak maka tak ada yang tak mungkin.
Jika diri ini menginginkan seseorang yang baik maka diri kita harus kita tuntut menjadi pribadi yang baik pula. Barangkali antum mungkin memang mencintainya tapi jangan sampai cinta itu melebihi cinta antum kepada-Nya. Sebab yang layak mendapatkan cinta antum adalah ia seorang wanita yang kelak akan ditakdirkan bersama antum, untuk menjadi istri antum. Jangan menyakitinya dengan cinta yang semu untuk saat ini.
Dan demikianlah cinta, dapat membutakan seorang berilmu menjadi seorang yang lalai terhadap Rabb-Nya. Maka ketika diri mulai ditumbuhi benih-benih cinta, mintalah selalu kepada-Nya agar dilabuhkan pada hati yang tepat diwaktu yang tepat tanpa sedikitpun membuat-Nya cemburu. Perasaan suka itu fitrah, ia hadir sebagai nikmat sekaligus ujian bagi setiap hamba-Nya.
cinta haqiqi:
> mencintai-Nya
> mencintai apa yang dicintai-Nya
> mencintai karna-Nya.
-selesai-
Ibn Syams
Walau kita sepakat bahwa hati mudah terbolak-balik, tapi kita tetap pada setianya kita.
Eka Y. Saleem
Niatnya yang akan memberanikan dia terus bergerak mendekati tujuan, tanggungjawabnya yang akan membuatnya mengerahkan apapun yang bisa dia lakukan
Sabar, biarkan lelakimu berlayar (via dannydzulfikri)
Kadang, untuk menyelamatkanmu dari orang yang salah, Allah mematahkan hatimu. Pernah? Aku pernah :)
(via ollaekaa)
Ingat, hidup bukan balapan. Yang lebih dahulu menjadi hebat tidak membuatnya menjadi superior permanen dibanding kita : suatu saat kita bisa melampauinya. Terlebih, yang di mata kita sudah hebat, barangkali ia payah dan berantakan dalam sekian aspek yang mungkin kita baik di sana. Kasih sayang keluarga, pertemanan yang berkualitas, ibadah yang khusyu', banyak sekali hal yang matters dalam hidup yang tidak perlu syarat untuk memilikinya. -Yasir Mukhtar. (di Dongdaemun Design plaza)