Ramadhan Udah Start, Tapi Hati Kok Masih "Mode Pesawat" ?
Waktu kecil, sering denger hadits yang dibacain
sama ustadz-ustadz di ceramahnya saat hari-hari awal Ramadhan. Hadits yang temanya anjuran untuk gembira menyambut bulan Ramadhan. Dan waktu kecil pula, mungkin belum relate
dengan makna hadits itu meski tau artinya.
Ya siapa sih anak kecil yang nggak seneng ada bulan Ramadhan.
Ada takjil enak-enak, bisa main bola abis teraweh, jarang diomelin karena ibu lagi puasa, plus dapet banyak uang saku di hari lebaran nanti. Tapi sesuatu yang berbeda mungkin mulai terasa saat kita dewasa.
Mulai sibuk dengan kerja dan segala kewajiban dunia.
Ramadhan yang sebelumnya-sebelumnya terasa istimewa,
sekarang jadi nggak jauh beda dengan rutinitas bulan-bulan lainnya. Rasanya biasa aja dan mungkin bahkan flat aja.
Ternyata bagi orang dewasa yang sudah sibuk dengan dunia,
rasa senang karena Ramadhan datang jadi hal yang nggak selalu gampang dipunya. Tentu bagi orang dewasa, seneng yang dimaksud bukan lagi cuma karena dapet THR atau banyak orderan.
Tapi senang dalam wujud nyata sebagai seorang ‘hamba yang kembali’ di bulan Ramadhan ini.
Kalau Ramadhan kali ini rasanya masih biasa aja dan flat aja.
Try to remember these.
Orang-orang yang telah mendahului kita,
yang ajalnya sudah Allah tetapkan sejak sebelum ramadhan ini,
kalau mereka bisa minta satu hal, pasti kepengen ikutan ngerasain bulan ini, meski untuk yang terakhir kalinya.
Bulan Ramadhan ini adalah privilege bagi orang yang masih hidup
di tahun 2026. Dan kita adalah salah satu yang masih Allah kasih
privilige itu. Tahun depan? Who knows.
Allah kasih bulan Ramadhan ini sebagai recharging
buat kita ngadepin 11 bulan ke depan.
Bulan-bulan yang seringnya kita jadi lupa lagi,
jadi berjarak lagi dengan Ar-rahman.
Bulan-bulan dimana kita bakal gampang lagi feeling lost,
beban yang numpuk di mental, dan hiruk pikuk dunia
yang seakan nggak ada habisnya.
Bisa jadi Allah kasih ramadhan ini untuk kita
biar bisa ngerasain lagi bahwa seberat apapun hidup ini,
kita masih punya Allah, masih punya Rabb yang selalu ada
saat kita berusaha mendekat.
Maknai kembali ramadhan ini.
Bulan Ramadhan adalah momen paling tepat untuk memulai (lagi) kedekatan dengan Quran yang mungkin (belum) pernah kita rasakan, yang mungkin sudah lama kita lupakan.
Ramadhan adalah vibes paling mahal yang kita punya
sekali dalam setahun.
Ramadhan adalah bulan yang Allah berikan
untuk kita menata kembali kepingan hati yang berantakan dengan hadirnya Quran.
Kalau bulan Ramadhan aja nggak bisa bikin kita
deket lagi sama Quran, lalu bulan apa lagi yang mau kita harapkan?