Memikirkan dan mengkhawatirkan detik-detik kehidupan selanjutnya, yang belum tentu milik kita.
he wasn't even looking at me and he found me
𓃗

PR's Tumblrdome
macklin celebrini has autism

Andulka
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
The Stonewall Inn
EXPECTATIONS
Sade Olutola
No title available
$LAYYYTER

Love Begins
Stranger Things
Cosmic Funnies
Show & Tell
NASA

pixel skylines
Xuebing Du
RMH
Mike Driver

seen from Germany
seen from El Salvador

seen from Malaysia
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from Türkiye

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Singapore
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from Canada
seen from Philippines

seen from United Kingdom

seen from United States
@dannydzulfikri
Memikirkan dan mengkhawatirkan detik-detik kehidupan selanjutnya, yang belum tentu milik kita.
Semoga banyak hal baik menyertai.
Tidak ada pilihan selain menjadi kuat.
Aku berharap pekan ini aku bisa menghadapi dan menyelesaikan masalah-masalahku.
Ya Allah yang Maha Hidup, yang Maha Mandiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah semua urusanku dan janganlah Engkau tinggalkan aku meski sekejap mata.
Ada kegaduhan apa ini di Tumblr, kawan?
Masih diberikan nyawa, masih bisa lebih baik lagi, masih bisa berjuang sekali lagi.
Menjadi dewasa itu kamu akan berhadapan dengan banyak hal yang tadinya kamu ga siap jadi siap,,hal yang ga kamu tahu jadi tahu.
Kadang kamu gelagapan menghadapinya
Yang berani "hard conversation" biasanya hubungan akan lebih "easy". Yang cuma berani "easy conversation" biasanya akan lebih "hard"
Nemu quote ini di quora
---
In my opinion, ini berlaku untuk berbagai jenis hubungan; pertemanan, rumah tangga, orangtua-anak, bertetangga dll.
Makin kita menghindari hard conversation, makin renggang hubungannya. Makin menjauh. Nggak connect.
Namanya berinteraksi dgn manusia lain, pasti ada gesekan/konflik. Ya itu seninya.
Nah yang membedakan adalah... ketika ada konflik, ada jenis orang yg menghindar, ada yg menghadapi.
Menghindar sekilas memang terlihat sebagai solusi. Atau bahkan terlihat sebagai sikap yang positif karena terkesan sabar dan nggak mau memicu keributan. Tapi itu jangka pendek. Dan justru membahayakan hubungan. Karena jika dibiarkan, cepat atau lambat akan menjadi bom waktu.
Mengurai dan menghadapinya; lebih tepatnya mengkomunikasikannya adalah solusi jangka panjang. Memang nggak enak. Memang capek. Memang menguras emosi. Tapi setelah itu, perasaan jadi lebih lega. Dan terpenting: jadi sama2 tahu apa yang diinginkan dan dibutuhkan satu sama lain. Jadi bukan juga hard conversation tidak berujung macem debat kusir ya.
Well, ....this part of life is probably hard and tiring.
But we have no other choice except: face and accept it.
Until this struggle become easier.. Lighter... And give back to us in form of stronger and healthier relation.
Nanti, kita lihat hujan di tempat lain. Boleh berteduh, berlarian pun tidak akan ada yang melarang.
Kepergian akan dibuat lupa oleh kesibukan, dan nanti sesekali akan diingatkan oleh kesepian.
DDF
Cerpen : Pertanyaan Kenapa
Aku belum juga menikah bukan karena aku gak mau, bukan pula karena gak ada yang mau. Aku masih harus bekerja dan fokus sama keluargaku, utang keluargaku nggak sedikit. Bahkan aku bertahan di pekerjaan yang membuatku begitu tertekan, aku betah-betahin karena aku butuh uangnya. Keluargaku tidak siap untuk masuk ke dalam fase baru, melihat anaknya menikah meskipun ibu seringkali bertanya dan menyuruh-nyuruhku untuk segera; malu sama tetangga, katanya. Aku belum mau menikah sampai aku merasa latar belakangku sudah kubenahi. Aku belum punya anak juga bukan karena aku menunda, aku ingin sekali. Tapi kan anak tidak bisa dibeli di supermarket, yang kalau punya uang bisa tinggal belikan saja. Aku dan pasangan sudah bolak balik rumah sakit untuk menyembuhnya penyakitnya, ada sakit yang tak bisa aku jelaskan satu per satu, toh kalian juga nggak akan nyumbang buat membiayainya, cuma kepo aja. Apalagi, kalau tahu, nanti kalian malah sibuk menyuruhku untuk menceraikannya dan menikah dengan yang lain saja, yang lebih sehat. Kupahami, memang di otakmu pernikahan hanya dipikir untung rugi aja, bukan hubungan saling mengasihi dan menyayangi. Aku bekerja di sini itu bukan karena aku gak diterima di mana-mana. Aku ingin menjaga bapakku yang tinggal sendiri. Meski katamu sayang ijazahnya, sayang udah disekolahin tinggi-tinggi ujung-ujungnya jadi guru PAUD. Gaji nggak seberapa, rugi sekolahnya udah bayar mahal-mahal. Kalian aja yang gak tahu kalau sebelum aku ambil keputusan jadi guru di desa ini, aku sudah diterima di perusahaan multinasional. Gak jadi kuambil karena aku kasihan sama bapakku kalau kutinggal sendiri. Nanti kalau aku tinggal bapakku, katanya aku kurang ajar dan gak kasihan sama orang tua karena ditinggal sendirian di rumah, kalau sakit gimana? kalau mau mati, gimana? Aku kayak gini tu bukan sepenuhnya hal yang kuinginkan, kalau kubunuh rasa peduli dan rasa cinta, pasti aku abaikan semuanya, kutinggalkan semuanya dan aku akan kejar apa yang aku mau mau gimanapun caranya. Tapi, gara-gara kalian sering tanya kenapa, yang tadinya aku sudah bulat dengan segala keputusanku, kini terkikis juga rasa syukurku. Kalau nanti di pengadilan Tuhan aku ditanya kenapa rasa syukurku sedikit, kutuntut kalian satu persatu karena telah merusak rasa syukurku tersebut karena terlalu sering bertanya kenapa padahal aku tak pernah meminta pendapatnya. ©kurniawangunadi
Lelah Berbuat Baik
Jika kamu lelah berbuat baik karena di luar sana banyak yang mencacimu, menghinamu, menyepelekanmu, maka coba lihatlah Rasulullah SAW. Beliau dilempari batu dan kotoran, difitnah, dihina, tetapi Beliau tak selangkahpun mundur untuk berbuat baik, memperjuangkan umatnya, menyampaikan kebenaran.
Jika kamu lelah berbuat baik karena tak ada yang mengapresiasimu, menghargaimu, atau menganggapmu, coba lihat lagi niatmu. Katanya mau dapet ridha Allah? Cuma untuk Allah? Mengapa saat manusia tidak melihatmu, kamu khawatir? Bukannya Allah lebih Maha Melihat usaha dan upayamu?
Jika kamu lelah berbuat baik karena tak kunjung mendapatkan hasil yang nyata, sabar dulu. Semua ada waktunya. Kalaupun tidak di dunia ini kau mendapatkan hasilnya, barangkali balasan di akhirat nanti jauh lebih manis. Bukannya balasan Allah jauh lebih tak terkira?
Lihatlah, di luar sana banyak pejuang pejuang kebaikan yang tak kenal lelah.
Ustadz/ah dan para pendakwah yang selalu menyiarkan kebaikan, menyeru kepada kebenaran, sekalipun mereka ditolak dan tidak diikuti, lihatlah, hari ini mereka tetap berjuang. Tak ada kata lelah di kamus hidup mereka dalam berbuat kebaikan. Mereka tahu, Allah lebih Maha Melihat atas apa yang telah mereka upayakan.
Sekalipun hari ini masih saja banyak manusia-manusia serakah yang membabat habis hutan, menembaki habitatnya, dan mengeruk habis sumberdayanya, para aktivis lingkungan tetap maju meneriakkan kebenaran, mengajak kepada kebaikan. Meskipun mereka tidak didengar, tidak digubris, tidak dianggap, setidaknya mereka sudah mengingatkan dan berjuang menjaga ciptaan Tuhan, karunia-Nya yang sangat mahal harganya.
Ketika kita melihat tayangan viral bahwa ada siswa melaporkan gurunya, ‘ngerjain’ gurunya, bahkan memukul gurunya. Sang Guru tidak gentar untuk tetap mendidik generasi penerus bangsa. Para guru sadar, bahwa ada yang jauh lebih penting dari itu semua, yaitu menciptakan generasi penerus yang bermartabat, unggul, dan berakhlak—baik.
Teruslah berbuat baik, meskipun kita belum melihat hasilnya hari ini, meskipun kita mungkin tidak akan mendapatkan balasannya di dunia. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa apa yang kita kerjakan.
Semarang, 27 Maret 2019
Memaknai Kehilangan
Tepat satu bulan yang lalu, di 4 Syawal 1443H. Aku melihat dengan jelas bahwa Ayah patah hati setelah Nenek pergi untuk selamanya. Sesekali aku melihat Ayah menitikkan air mata. Meski ia tak berkata-kata, tapi aku tahu hatinya berteriak. Seorang anak yang ditinggalkan Ibunya pergi akan sangat merasakan kehilangan. Tak ada lagi orang tuanya yang mendoakan. Separuh jiwanya telah pergi. Hilang.
Setelah kejadian itu, aku menyadari bahwa Ayah terlihat lebih tua secara tiba-tiba. Ternyata bukan aku saja yang merasa demikian, Ibuku juga membenarkannya. Dan aku merasa, waktuku tak lagi banyak. Entah kenapa. Kehadiran Ibu selama ini menguatkan perjalanan agar aku mensyukuri semua yang Allah gariskan. Tentang takdir yang Allah pilihkan agar aku dilahirkan dari keluarga mereka.
Dari cerita Ibu aku tahu bahwa dalam berkeluarga, menjadi sepasang kekasih bernama Suami Istri bukanlah soal yang paling banyak berkorban. Ini tentang proses mengenal sepanjang hayat. Juga proses belajar untuk saling menerima. Mengarungi bahtera rumah tangga adalah tentang ke mana kita menuju. Untuk siapa kita berbuat. Allah masih masih menjadi tujuan, kan?
Hatiku sedang berkecamuk. Hari ini diingatkan lagi tentang peran sebagai anak. Sudahkah aku berbakti dengan sebaik-baiknya? Sudahkah memvalidasi kebahagiaan yang orang tua inginkan? Sudahkah menjadi pemberat timbangan amal kebaikan untuk mereka?
Aku yang hari ini diingatkan lagi tentang amanah yang Allah titipkan. Tentang orang tua, saudara, keluarga, teman-teman kita. Sudahkah kita berusaha menjaganya agar terhindar dari api neraka?
Sidoarjo, 4 Dzulqa'dah 1443H
Hanya ingin mengingatkan, tidak semua hal akan dijawab oleh waktu.
Mylog: Tips dapat Jodoh
Uda clickbait banget belum judulnya? Haha. Masuk bulan syawal banyak yang resah, sama seperti tahun tahun sebelumnya.
Rangorang sibuk bertanya pada Tuhan,
"Aing kapan gustii????"
Yang belum ada kepengen nikah atau uda punya pasangan skip ajaaa
Jadi gini,
Aink dulu punya temen cewek yang sering curhat soal jodoh ke aink. Tiap kali ketemu dan ngobrol, pertanyaannya ituuu mulu
"Urang ga dapet dapet jodoh aja,"
Tentu, sebagai teman yang baik aink ngasi beberapa tips based on experience yang mungkin bisa dicoba. Tapi sayang, selama periode curhat, satu pun tips yang aink kasi ga dia lakuin.
Jadi gini, dia nanya. Gimana nih, bla bla bla. Trus aink jawab kan, coba gini gini gini,..
Pertemuan berikutnya, dia nanya lagi. Same question,. Aink nanya dong, uda ngapain aja? Yang aink saranin ada yang dicoba ga?
Engga, katanya. Jadi dia, ga ngelakuin apa apa, rutinitas harian ya itu itu aja, tapi keukeuh ngarepin ada yang berubah.
Hingga akhirnya lose contact, dia tetep gitu gitu aja. Ga nyoba apa apa, ngelakuin hal yang sama tiap harinya, but still hoping something different
Di postingan ini, aink mau share apa yang dulu aink share ke temen. Siapa tau bermanfaat kan yah, who knows..
Jaman aink baper nikah rasa rasanya ga ada tinder dan aplikasi sejenisnya (atau aink yang ga tau) jadi effort aink ya jalur darat banget (selain berdoa biar cepat laku).
Biar ga kepanjang aink to the point aja yes. Oke tips pertama
Jadilah orang yang gampang ditemukan
Baik secara fisik atau nama. Maksudnya secara fisik gini,
Situ, keluar, cari kegiatan baru, mulai dari sekarang.
Kamu kalo ditakdirin punya jodoh, ya tentu akan saling menemukan. Nah ketemunya dimana ya ga tau. Dengan kamu nambah kegiatan baru, nambah circle baru, probabilitas ketemunya akan makin tinggi. Peluang ditemukan dan menemukan akan semakin tinggi.
Buang impian ada lawan jenis oke banget yang ke rumah ngajak kenal dan bla bla bla,. Dan kamu tinggal duduk manis lalu bilang "nama saya,..."
Kamu bukan anak raja kan?
Ini agak susah emang, and ga semua orang niat banget buat nambah circle/kegiatan baru di luar rutinitas hariannya.
Kecuali kamu jodohnya orang yang uda ada di rutinitas kamu atau mamang gofood, baiknya kamu keluar, mungkin jodoh kamu lagi nyari..
Di tempat gym,...
Perpustakaan,..
Klub pecinta burung, maybe,...
Nah kalo yang gampang ditemukan secara nama tuh gini maksudnya, tapi ini lebih sulit lagi.
Kamu, berprestasi gih. Jadi karyawan teladan kek, dapet penghargaan apa gitu. Apa pun lah yang bikin nama kamu terdengar ke luar circle kamu.
Siapa tau, jodoh kamu adalah orang yang ga sengaja nemu karya kamu dan penasaran sama kamu.
Be somebody, be someone that can be recognized
Biarkan jodoh kamu liat kamu, denger nama kamu
Next,
Tips, terakhir..
Lah uda yang terakhir aja nih. Iya aink ga banyak berteori, emang yang penting tuh praktek. Nah tips ini lebih sulit lagi,
Be love-able
Jadikan diri kamu bisa dicintai. Kalo kamu uda baca sampai sini dan ngerasa ga cinta sama diri kamu sendiri. Mending stop dulu
Mikir dulu gih,.
Bayangin kamu punya pasangan yang ga sayang sama dirinya sendiri, yang selalu nganggep dirinya worthless. Bayangin kamu harus berpasangan dengan orang yang ga bisa ngasi 'harga' ke dirinya sendiri.
Kerasa ancur banget ga sih selera kamu? Gimana perasaan kamu coba?
Yes, tahap pertama dalam mencintai orang lain adalah mencintai diri sendiri, ngasi value ke eksistensi kamu sendiri.
Ketika kamu ketemu jodoh kamu, kamu bisa dengan bangga bilang "ini loh saya, saya adalah orang yang bla bla bla"
Pun ketika yang kamu anggap jodoh kamu ternyata bukan jodoh, kamu masi tetap punya value. Kamu adalah bla bla bla, and you can love yourself for being that bla bla bla.
Dua tips diatas bisa dipake jika dan hanya jika, calon jodoh kamu ga lagi diuber sama orang yang mungkin jadi calon jodohnya dari calon jodoh kamu.
Anjay belibet
Yaa, jangan mikir bersaing dulu lah yang penting ikut daftar dulu aja.
Gitulah kurang lebih, semoga membantu
goodluck!
Jadikan dirimu mudah ditemukan, nice.
Kalau kita tidak pernah berani memulai untuk berusaha mengejar apa yang kita inginkan; tidak pernah berani berjuang untuk sesuatu yang memang layak diperjuangkan; tidak pernah berani menanggung setiap risiko yang akan datang; Kalau kita tidak pernah mengupayakan bagaimana kita mengetahui kalau sesuatu itu memang untuk kita atau sesuatu itu bukan untuk kita?
Sekalipun takdir sudah ditentukan, bukan berarti kita tidak bergerak menjemput apa yang menjadi takdir kita. Sekalipun takdir sudah ditentukan, bukan berarti kita hanya berdiam diri dan tidak mengupayakan yang terbaik untuk mendapatkannya.
Teringat pertanyaan seseorang ke seorang pembicara "kalau apa yang menjadi takdir kita sudah ditentukan Allah, mengapa kita tetap diminta untuk berusaha?"
Jawaban beliau "Sebab dengan adanya ranah berusaha inilah, Allah mau memberikan slot pahala untuk kita. Dengan kita berusaha, Allah beri ganjaran pahala dari setiap usaha kita"
Seperti rezeki kita harus menjemputnya dengan bekerja bukan?
Allah dengan Kuasa-Nya bisa saja memberikan langsung rezeki itu tanpa kita berusaha. Namun, Allah mau dari jerih payah kita menjemput rezeki, rezeki itu hadir dan pahalanya kita dapatkan.
Poinnya Allah mau melihat dulu bagaimana ikhtiar kita, lalu dari situ Maha Baik Allah memberikan kita balasan berupa pahala.
Sekalipun nanti menemui kegagalan, atau mungkin dialihkan pada hal lain. Di sisi-Nya, Tidak pernah ada usaha yang sia-sia. InsyaAllah setiap usaha kita bernilai pahala dan biarkan Allah yang memberikan balasan terbaik.
Semangat berjuang dan menjaga keberkahan di setiap usaha yang kita lakukan.
Namanya berjuang tidak pernah mudah. Selalu ada kerikil dan bebatuannya masing-masing. Akan terus ada tantangan yang harus diselesaikan, dan mungkin ada tembok besar sebagai pertanda bahwa memang harus selesai.
Seperti memperjuangkanmu, yang tidak sesederhana itu.