I'll Share U With Others Through My Writing, So They'll Know How Awful I am As a Person.
Judul diambil dari puisi Lala Bohang dan ku ganti sedikit karena yang awful di cerita ini adalah aku, lanjutannya begini: i'll share u with others through my writing, so they'll know how amazing u r as a person.
Mungkin kamu tidak akan baca, mungkin kamu akan geli ketika baca. Disclaimer: tulisan ini nggak punya tujuan apa-apa, nggak akan mengubah apapun juga. Aku cuma mau cerita tentang kamu, sedikit saja.
Aku pernah bilang kalau aku tidak beritahu siapapun tentang kamu karena nanti mereka malah mau. Tapi kurasa itu tidak lagi relevan. Jadi aku pilih untuk share tulisan ini.
U r amazing. More than enough. Aku saja yang idiot. Aku tau akan ada hari di mana hubungan ini benar-benar berakhir ((just don't tell me)). Aku akan merindukan masa itu dan mencoba berhenti menyesali kebodohan tidak perlu yang kuperbuat.
Aku akan ingat perjalanan kita keluyuran gak ada tujuan, sebalnya aku ketika tunggu kamu jemput, percakapan-percakapan kita, makan di tempat-tempat random, berlama-lama di alun2, gak ngapa2in bersama, baca buku di perpus dan berakhir gak fokus, karena mana bisa?, beli buku patungan ((dan berakhir dengan kamu yg belikan)), ngambek2an, tersipu ketika saling pandang, kamu yang bawakan buku beratku di hari-hari yang berat, bersepeda keliling kota, boncengan pakai vespa teman walaupun gak ada 5 menit, kesetrum ketika saling pegang, dan menuliskan kamu dalam diary ku.
Kenangan bersamamu meninggalkan rasa senang dengan banyak a.
U r a good poet. Haha. Ini serius, aku nggak pernah bisa buat puisi bagus, tapi puisimu selalu bisa membuat hatiku bolong.
Kamu orang pertama yg membuatku sadar ada cinta yang sebesar itu. Membuatku mbatin:
Ternyata aku pernah dicintai sebagai Vina, bukan karena.
Kalau kata Tulus: tak akan ku mengenal cinta, bila bukan karena hati baikmu.
Sepertinya kamu memang sedang diselamatkan Allah supaya terhindar dariku. Karena kamu deserve the best. Kamu berhak dapat semua kebaikan.
Kata maaf mungkin sudah basi dalam kamus mu. Tapi maaaaaf bgt kamu harus melalui semua kesedihan itu sendirian. Aku bahkan sempat sulit memaafkan diriku sendiri, apalagi kamu.
Maaf ya, aku seringkali membuatmu kecewa, membuat mu merasa tidak cukup, membuatmu sedih berlarut-larut.
Sebenarnya kamu sangat sering muncul di kepala, tapi aku tidak tau mau mulai lagi dari mana. Sepertinya aku terlalu banyak menulis, memikirkan kisah-kisah manis, dan membiarkannya membusuk di kepala ku sendiri.
Kamu seperti tokoh novel yang nggak nyata. Ksatria dengan laras panjang yang menyelamatkan perempuan biasa saja dilihat dari aspek manapun- dari mundane daily nya.
Kamu tutup telinga dengan pembicaraan orang tentang kita.
Hatimu sangat baik. Kamu tulus ((dan aku Teman Tulus, hahaha)).
Kamu membuatku berhenti membunuh kecoa, sampai sekarang.
Kamu si dermawan yang nggak marah-marah memberikan uang kembalian pada tukang parkir.
Kamu tipe orang yang sekalipun nggak belajar akan dapat nilai bagus ketika ujian, menyebalkan.
Kamu yang seringkali sebal ketika ibumu ngomel, tapi aku tau kamu sayang sekali dengan ibumu.
Kamu adalah orang pertama yg mengajakku patungan beli buku. That's sweet.
Kamu juara satu mengalihkan pembicaraan.
Kamu masih doakan aku. ((Dari tulisanmu yg aku baca)).
Kamu yang sepertinya jago masak dan belanja daripada aku ((baru taw)).
Beban mu berat, tapi kamu kuat.
Kamu yg suka sekali dengan anak-anak.
Hidupmu nggak pernah sia-sia. Beruntung sekali aku bisa kenal kamu, dekat, dan disayang oleh orang sepertimu.
Kamu laki-laki pertama selain bapakku yang selalu mengapresiasi ku. Satu-satunya yang baca diary busuk ku dan selalu mau lagi.
Kamu yang dulu mencoba berhenti merokok.
Kamu yang selalu support dengan hobi-hobi cupu ku. Kamu mencoba masuk dalam dunia cupu ku.
Setelah apa yg kamu lewati ini, aku melihat kamu bisa menyikapi masalah dengan dewasa. Membuatku mbatin: wah kamu sepertinya sudah siap terbang jauh!
Ucapan mu jujur dan seringnya menyebalkan, tapi kamu juga tidak tegaan in the same time.
Bahkan di saat patah hati ku pun, kamu mau menemaniku beberapa minggu ini.
Fyi, raut wajahmu sebenarnya mudah dibaca. Mata mu gak bisa bohong.
Aku tidak akan lagi egois. Maaf ya, karena aku terlalu drama dan meromantisasi segala hal. Orang-orang yang baca ini harus tau saja ((kalau ada yg baca)), akulah si idiot yang dengan impulsif pergi bahkan lari, akulah si buta yang tidak bisa melihat ada kamu yang lebih dari cukup.
Penyesalan menelan ku hidup-hidup, Tom(el).
Meskipun tidak ada lagi aku dalam semua rencanamu, semoga kamu dapat semua-mua yang terbaik. Moga kamu bisa tidur nyenyak setelah ini. Moga pikiranmu bisa jadi lebih sederhana dan gak se-ramai itu, kamu juga butuh istirahat.
U r so worth to fight for, but i'm gonna stop this. Stop this feeling. For good.
Aku berharap cahaya yang menuntunmu selalu terang.