Dunia tidak pernah menjanjikan keabadian.
Namun anehnya, di tempat yang sementara ini kita menaruh harapan yang terlalu besar.
Kita menangis ketika kehilangan, seolah yang pergi memang ditakdirkan untuk selamanya bersama kita.
Kita kecewa ketika keadaan berubah, seolah dunia pernah berjanji akan selalu sesuai keinginan kita.
Padahal sejak awal, Dunia hanya persinggahan.
Tidak ada yang benar-benar menetap.
Maka jangan terlalu dalam mencintai dunia yang bahkan tidak mampu mempertahankan dirinya sendiri.
Cintailah secukupnya, genggamlah seperlunya.
Karena setiap yang ada di dunia sedang berjalan menuju perpisahannya masing-masing.
Dan pada akhirnya, yang akan tersisa bukan apa yang kita miliki, melainkan apa yang kita bawa menghadap Allah.
Sebab dunia bukan tempat tinggal, Ia hanya ruang tunggu sebelum pulang.








