GAMBARAN NERAKA YANG MEMBUAT KITA MESTI BANYAK MENANGIS
Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda, "Tidak pernah aku melihat yang seperti neraka, di mana orang yang takut kepadanya justru tidur. Tidak pula seperti surga, di mana orang yang menginginkannya juga tidur."
Dalam riwayat lain disebutkan, Rasulullah bersabda, "Andai kata kalian tahu yang aku ketahui, niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa."
TAKUT NERAKA HINGGA MENINGGAL
Dikisahkan, Manshur bin Ammar berkata, "Suatu malam aku keluar. Kukira saat itu waktu subuh telah tiba, ternyata masih malam. Maka, aku pun duduk di sebuah koridor yang terang. Tiba-tiba aku mendengar suara seorang pemuda. Sedih. la menangis dan meratap sembari berujar, 'Demi keagungan-Mu, tidak kumaksudkan dengan maksiat ini untuk melanggar-Mu. Tidak pula aku bermaksiat kepadaMu karena kebodohanku. Aku ini bukan orang bodoh. Aku tidak pula memandang-Mu remeh. Namun, aku tergoda oleh nafsuku. Kemewahan telah menutupi-Mu dariku. Maka, aku pun bermaksiat kepada-Mu. Aku melanggar-Mu karena kebodohanku. Lantas, siapakah yang bisa menyelamatkanku dari azab-Mu?!
Siapa yang bisa menyelamatkanku dari tangan malaikat zabaniyah-Mu?! Dengan tali siapa aku bisa terhubung, jika Engkau telah memutuskan tali-Mu terhadapku?! Sungguh malang jika dikatakan kepada orang-orang yang meremehkan (dosa), Tak kubayangkan jika aku berjalan bersama orangorang yang meremehkan itu. Celakalah aku, semakin panjang umurku, semakin banyak dosaku. Celakalah aku, semakin dewasa usiaku, semakin banyak kesalahanku. Ya Rabb, seberapa banyak aku harus bertobat?! Seberapa banyak aku harus memohon perlindungan?! Aku tak akan malu pada Tuhanku. '
Mendengar rintihannya, kuletakkan mulutku di pintu rumahnya. Kuucapkan, Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Setelah itu, aku mendengar suara gaduh yang sangat keras. Tidak lama kemudian terhenti. Aku berkata dalam hati, 'Sepertinya telah terjadi sesuatu yang tak diinginkan.' Aku memberikan tanda di pintu, kemudian pergi. Keesokan harinya aku kembali, ternyata di situ ada jenazah dan kain kafan. Seorang perempuan yang sudah renta keluar masuk rumah sambil menangis. Aku bertanya kepadanya, 'Wahai ibu, yang meninggal itu apanya kamu?' la menjawab, 'Pergilah dariku.' Kukatakan, 'Aku ini orang asing, beritahulah aku.' la berkata, 'Demi Allah, andai kamu bukanlah orang asing, aku tidak akan memberi tahumu. Dia itu anakku. Dia jantung hatiku. Aku sangat berharap dia mendoakanku setelah aku mati nanti.' Dia salah satu pelayan keluarga Rasulullah. Jika sudah malam, ia tinggal di mihrabnya, dan menangisi dosa-dosanya karena takut neraka. Pekerjaannya mengumpulkan daun kurma. Penghasilannya ia bagi tiga; sepertiga untuk memberiku makan, sepertiga untuk memberi makan orang-orang miskin, dan seperti untuk ia makan sendiri. Tadi malam seseorang lewat di sini, semoga Allah memberinya balasan yang baik. la membacakan pada anakku ayat-ayat yang mengingatkannya pada neraka. la terguncang dan menangis hingga meninggal dunia.' Aku berkata, 'Dia masuk surga berdasarkan sabda Rasulullah, 'Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah, sampai air susu (yang telah diperah) kembali ke tempat keluarnya.'