Abu Hurairah berkata, "Aku mendengar Rasulullah bersabda, 'Barang siapa melaksanakan haji dan tidak melakukan rafats (berkata kotor) dan kefasikan, maka ia akan pulang dalam keadaan seperti di hari ketika ia dilahirkan Oleh ibunya.
Diceritakan, salah seorang sufi melaksanakan ibadah haji. Setelah pulang, ia mendatangi asy-Syibli. Asy-Syibli berkata kepadanya, "Apakah engkau berniat haji karena Allah dan memenuhi seluruh persyaratannya ketika ihram?" Ia menjawab, "Ya." Asy-Syibli bertanya, "Apakah dengan niatmu itu kemudian engkau membatalkan setiap niat yang menyalahi niat itu?" Ia menjawab, "Tidak." Asy-Syibli berkata, "Kalau begitu, engkau belumlah berniat." Asy-Syibli bertanya,
"Apakah engkau melepaskan pakaianmu?" Ia menjawab, "Ya." Asy-Syibli bertanya lagi, "Apakah engkau mendengar jawaban talbiyahmu?" Ia menjawab, "Tidak"
Asy-Syibli berkata, "Kalau begitu, engkau belum bertalbiyah." Asy-Syibli bertanya, "Apakah engkau memasuki Masjidil Haram?" Ia menjawab, "Ya." Asy-Syibli bertanya lagi, "Apakah setelah itu engkau mengharamkan atas dirimu melakukan hal-hal yang diharamkan?" Ia menjawab, "Tidak." Asy-Syibli berkata, "Engkau belum memasuki al-Haram." Asy-Syibli bertanya, "Apakah engkau thawaf di Baitullah?" Ia menjawab, "Ya." Asy-Syib1i bertanya lagi, "Apakah engkau bisa melihat dengan hatimu keagungan Zat yang engkau kelilingi rumah-Nya?" Ia menjawab, "Tidak." Asy-Syibli berkata, "Kalau begitu, engkau belum thawaf."
Asy-Syibli bertanya, "Apakah engkau berdiri di Makam Ibrahim dan salat dua raka'at?" Ia menjawab, "Ya." AsySyibli bertanya lagi, "Apakah engkau melihat di tempatmu itu rahmat Yang luas?" Ia menjawab, "Tidak." Asy-Syibli berkata, "Kalau begitu, engkau belum berdiri dan salat." Asy-Syibli bertanya, "Apakah engkau memasuki Kakbah?" Ia menjawab, Ya." Asy-Syibli bertanya lagi, Apakah ketika memasukinya engkau keluar dari setiap kemaksiatan?" Ia menjawab, 'Tidak." Asy-Syibli berkata, "Kalau begitu, engkau belum memasukinya."
Asy-Syibli bertanya lagi, "Apakah engkau minum air zamzam?" Ia menjawab, "Ya." Asy-Syibli bertanya lagi, "Apakah ketika minum engkau niatkan untuk mencuci kecintaan terhadap dunia dan gangguan setan di hatimu?" Ia menjawabi "Tidak." Asy-Syibli berkata "Kalau begitu, engkau belum minum." Asy-Syibli bertanya, 'Apakah engkau sai dari Shafa ke Marwa?" Ia menjawab, 'Ya." Asy-Syibli bertanya lagi, 'Apakah engkau dengan demikian berlari di antara rasa takut dengan pengharapan?" Ia menjawab, 'Tidak," AsySyibli berkata, 'Kalau begitu, engkau belum sai." Asy-Syibli bertanya, 'Apakah engkau keluar untuk wukuf di 'Arafah?" Ia menjawab, 'Ya."
Asy-Syibli bertanya lagi, "Apakah engkau tahu bahwa
Allah mengetahui yang terbetik di hatimu?" Ia menjawab, "Tidak." Asy-Syibli berkata, "Kalau begitu, engkau belum wukuf." Asy-Syibli bertanya, "Apakah engkau mabit di Muzdalifah?" Ia menjawab, "Ya." Asy-Syibli bertanya Iagi, "Apakah engkau menetap di sana untuk mendapatkan rahmat Allah?" Ia menjawab, "Tidak." Asy-Syibli berkata, "Kalau begitu, engkau belum mabit." Asy-Syibli bertanya, "Apakah engkau tinggal di Masfar al-Haram?" Ia menjawab, "Ya." AsySyibli bertanya lagi, "Apakah engkau merasakan syiar-syiar kepemimpinan?" Ia menjawab, "Tidak." Asy-Syibli berkata, "Kalau begitu, engkau tidaklah wukuf di Masy'ar al-Haram." Asy-Syibli bertanya, "Apakah engkau melontarkan jumrah?" Ia menjawab, "Ya." Asy-Syibli bertanya lagi, "Apakah dengan begitu engkau melempari seluruh penyakit matamu?" Ia menjawab, "Tidak." Asy-Syibli berkata, "Kalau begitu, engkau belum melontarkannya." Asy-Syibli bertanya, Apakah engkau mencukur rambutmu?" Ia menjawab, "Ya." Asy-Syibli bertanya Iagi, "Apakah itu engkau niatkan untuk menggugurkan seluruh dosa, kesalahan, dan kotoranmu?" Ia menjawab, "Tidak."
Asy-Syibli berkata, "Kalau begitu, engkau belum bercukur." Asy-SyibIi bertanya, " Apakah engkau menyembelih al-hadyu?" Ia menjawab, "Ya." Asy-Syibli bertanya Iagi, "Apakah itu engkau niatkan menyembelih musuhmu, iblis?" Ia menjawab, "Tidak." Asy-Syibli berkata, "Kalau begitu, engkau belum menyembelih," Asy-Syibli bertanya, "Apakah engkau kembali ke Mekkah dan thawaf di Baitullah?" Ia menjawab, "Ya,"
Asy-Syibli bertanya Iagi, "Apakah itu engkau niatkan untuk kembali dari hal-hal yang dibenci darimu?" Ia menjawab, "Tidak." Asy-Syibli berkata, "Kalau begitu, engkau belum kembali. Engkau juga belum berhaji, belum thawaf, dan belum sai karena Allah dengan seluruh persyaratannya. Kembalilah, laksanakan haji Kembali.