APSANG Inovasi Alat Pengiris Pisang: Mempercepat Produksi Keripik dengan Kualitas Terjamin
Bagi setiap mahasiswa perguruan tinggi tentunya tidak asing lagi mengenai program KKN. Kuliah kerja nyata ini merupakan suatu kegiatan bagi seluruh mahasiswa perguruan tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Pada kesempatan kali ini tiga orang mahasiswa yang merupakan sub kelompok KKN R-11 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat atau KKN. Salah satu anggota kelompok yang sedang mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat ini bernama Muhammad Farhan atau biasa dipanggil Farhan dari program studi Teknik Elektro. Salah satu program kerja yang terdapat pada R-11 yaitu memberikan inovasi alat pengiris pisang. Dimana inovasi ini bertujuan untuk upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi keripik pisang di Desa Wonoploso, Kecamatan Gondang, sebuah inovasi alat pengiris pisang telah diperkenalkan kepada mitra usaha keripik pisang setempat, Bu Siamah. Diharapakan alat ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap proses produksi keripik pisang yang selama ini menjadi salah satu produk unggulan desa.
Alat pengiris pisang ini dirancang supaya mempermudah dan mempercepat proses pengirisan pisang sebelum digoreng menjadi keripik. Dengan adanya alat ini diharapkan dapat memangkas waktu produksi suapaya lebih cepat sekaligus menghasilkan irisan pisang yang lebih seragam dan berkualitas. Ibu Siamah, sebagai salah satu produsen keripik pisang di Desa Wonoploso, menyambut dengan baik inovasi ini.
Bu Siamah menjelaskan bahwa alat pengiris pisang ini sangat membantu dalam menghemat waktu dan tenaga. "Sebelumnya, proses pengirisan pisang dilakukan secara manual yang memakan waktu lama dan hasilnya tidak selalu konsisten. Dengan alat ini, kami bisa meningkatkan kapasitas produksi dan menjaga kualitas keripik pisang yang dihasilkan," ujar Ibu Siamah.
Kepala Desa Wonoploso, Ibu Naning Hartini, mengatakan bahwa pengadaan alat pengiris pisang ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. "Kami berkomitmen untuk terus mendukung para pelaku usaha di desa kami khususnya dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Diharapkan inovasi ini bisa menjadi contoh bagi usaha-usaha lain di Desa Wonoploso," katanya
Dengan adanya alat pengiris pisang ini, Ibu Siamah berharap produksi keripik pisangnya bisa terus meningkat dan mampu memenuhi permintaan pasar yang semakin besar. Selain itu, ia juga berharap bisa membuka peluang kerja bagi warga desa lain, sehingga manfaat ekonomi bisa dirasakan lebih luas.
Inovasi ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi dan kualitas keripik pisang Ibu Siamah, tetapi juga dapat meningkatkan daya saing produk lokal Desa Wonoploso di pasar yang lebih luas. Dengan dukungan teknologi sederhana namun efektif produk keripik pisang di desa ini diharapkan bisa bersaing dengan produk yang sama dengan daerah lain.
Dengan adanya publikasi ini, diharapkan informasi tentang inovasi alat pengiris pisang ini bisa tersebar luas dan menginspirasi pelaku usaha lainnya untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk mereka













