Mass,
Aku tak tahu tentang takdir. Aku selalu meminta sama Allah untuk yang terbaik. Aku sendiripun tak pernah tau apa yang terbaik untuku. Maka aku hanya meminta kepadaNya supaya diberikan terbaik menurut Nya.
Lalu disuatu hari, entah apa dan mengapa dan kenapa. Tergerak aku membalas setiap kalimat di wasapmu. Ga ada alasanya. Mulanya aku cuma ingin ke gramed dan kamu dengan rela jemput aku padahal ya rada grimis dan jalanan agak banjir kan waktu itu. Tapi yadudahlah demi ingin bertemu.














