Barisan kata cinta, maaf dan terima kasih untuk kalian yang baik padaku...
Semua ini datang dariku, introverted girl yang sulit mengungkapkan pikiran dan perasaan lewat lisan, dariku yang malu dalam urusan perasaan. Ada beberapa kata yang ingin aku sampaikan lewat tulisan ini. Semoga kalian membacanya...
Kepada kalian, Ayah dan Ibuku..
Aku selalu berpikir, bagaimanapun kehidupanku aku ingin tetap terlahir di keluarga ini dan aku selalu berharap untuk bisa berkumpul di surga dengan kalian lagi.
Aku ingin berterima kasih karena sampai titik ini, kalian masih selalu mendukungku. Terima kasih karena selalu mengerti, walaupun aku selalu menyakiti dengan ucapan dan perbuatanku.
Terima kasih karena telah menjadi orang tua yang baik, yang tidak pernah berlaku keras dan selalu menjadi pendengar bagiku yang sering berkeluh kesah, dari aku sekolah, aku kuliah jauh di sana sampai sekarang bekerja. Aku harap, bila aku tidak bisa memberikan apa yang kalian harapkan, Allah akan membalas seluruh kesabaran kalian dengan surga.
Dan maaf aku masih belum bisa sesabar kalian, maaf aku masih selalu menyakiti kalian dengan ucapan-ucapanku, maaf aku terlalu sibuk memikirkan perasaanku sendiri dan lupa menanyakan perasaan kalian. Maaf mungkin tidak cukup untuk mengobati luka, dan aku hanya berharap Allah mengampuni semua dosa yang aku buat kepada kalian.
Aku selalu merasa disetiap titik perjalananku ada doa yang kau selipkan. Aku masih ingat ketika kau berpuasa untukku ketika ujian, dan juga infaq yang kau berikan hanya karena kau bersyukur aku bisa mendapat beasiswa. Karena dengan itu aku selalu berusaha menjadi orang yang baik, karena disetiap perbuatanku aku tahu ada doa yang kau panjatkan untukku. Meskipun aku tahu nini tidak akan membaca tulisan ini, tapi aku ingin meninggalkan isi hati ini. Karena nini adalah keluarga terpentingku setelah orang tuaku. Terima kasih dan maaf, maaf karena masih sering membuatmu sendirian, masih belum bisa memberikan apapun untukmu. Aku harap Allah selalu melindungimu dan memberi kesehatan untukmu..
Untuk bibi-bibi, ua dan juga sepupuku,
Terima kasih untuk sayang dan dukungan yang selalu kalian berikan untukku. Di saat aku membutuhkan kalian, kalian selalu ada dan mau membantukku. Dan aku harap aku bisa membalas semua kebaikan itu. Terima kasih karena masih selalu ada, padahal aku banyak sekali lupa. Maaf jika aku belum bisa menjadi keluarga yang baik untuk kalian, maaf jika masih banyak merepotkan. Sekali lagi yang bisa aku lakukan adalah berdoa, semoga Allah selalu memberkahi kehidupan kalian..
Untuk teman/ kaka onlineku,
Terima kasih untuk waktu dan mata yang siap membaca curhatanku, selama dua tahun terakhir kita kenal secara online dan kakak sudah banyak baik kepadaku. Semoga kita bisa segera bertemu. Aku tidak banyak menulis di sini karena aku sudah menuliskannya khusus tadi di chat kita. Thank you, karena kakak aku merasa punya big sister yang bisa aku jadikan tempat bercerita hal-hal yang tidak bisa aku ceritakan pada orang lain.
Untuk teteh-tetehku dan ibu-ibu yang di Jerman,
Hallo semua yang tidak bisa aku sebutkan namanya satu persatu.. Apa kabar semuanya? Ada rindu yang besar untuk kalian, tapi aku malu untuk menyapa. Aku juga lebih sibuk dengan duniaku, tapi aku ingin mengatakan kalau aku selalu ingat kepada kalian. Terima kasih karena selama aku di sana kalian sudah menjadi keluarga yang melindungi aku, yang mengajarkanku untuk tetap semangat, yang selalu ada mendukung dan memberi bantuan. Yang datang ketika aku sedih dan sakit. Maaf aku tidak bisa menjadi adik yang baik untuk kalian, maaf tidak bisa membalas semua kebaikan kalian. Aku hanya selalu berharap Allah memberi kalian kesehatan dan kebahagian juga keberkahan. Aku rindu kalian...
Untuk teman-teman, adik-adikku dan kakak-kakakku di yang aku kenal di Jerman,
Yes, ini untuk semua teman seperjuangan yang ada di sana, yang mungkin sekarang sudah mengembara lagi ke negeri lain, menetap atau kembali ke tanah air. Aku belum sempat mengatakan banyak hal ketika aku pulang ke sini. Dan aku juga tidak membagi banyak kabar kepada kalian. Tapi aku selalu mengingat kalian. Betapa banyak aku merepotkan kalian, betapa banyak kalian baik sama aku, tapi aku belum bisa berlaku baik yang sama. Malah mungkin aku lebih banyak menyakiti kalian. Aku harap kalian bisa memaafkanku.
Teruntuk kepadamu adikku, aku tidak tahu apakah kamu sudah bisa memaafkan aku, tapi aku betul-betul ingin kamu memaafkan aku, aku masih ingat ketika kita bilang, "we're friends till jannah" dan aku ingin kita seperti itu. Jadi mohon, kalaupun tidak bisa bertemu lagi, aku harap ada ikhlas di hati kamu buat aku.
Untuk sahabat-sahabatku, tujuh orang sahabatku,
Berapa lama kita kenal? Dari umurku masih 15 tahun dan kini sudah 31 tahun. Kita mungkin tidak banyak bersua akhir-akhir ini, dan aku juga sedang tidak banyak menyapa, tapi aku harap kalian selalu sehat di manapun kalian berada.. Aku menunggu kumpulan kita lagi. Semoga aku tetap menjadi teman yang baik untuk kalian. Maaf jika aku sering banyak terdiam di tahun kemarin, aku harap kita akan lebih bahagia lagi bersama di tahun ini.
Hi, ya itu kamu. Seseorang yang mengantarkan aku ke bandara waktu ke jerman dulu, yang tidak lelah menyapaku, dan selalu ingat padaku. Maaf aku tidak baik sepertimu, terima kasih sudah menjadi sahabat yang baik hingga detik ini. Aku cuma ingin bilang padamu, bahwa aku akan selalu berterima kasih padamu dan meskipun aku tidak banyak menyapa, aku selalu berdoa semoga Allah selalu memberikan kebaikan kepadamu dan keluargamu..
Untuk rekan seperjuanganku sekarang, yang masih bersama, maupun yang sudah ada di tempat lain,
Aku masih ingat ketika pertama kali menginjakan kaki di tempatku bekerja sekarang. Aku yang masih takut kembali ke Indonesia, menemukan diri ini bisa bekerja sama dengan kalian langsung. Sampai saat ini aku masih merasa aku masih terus beradaptasi dengan kalian. Terima kasih sudah banyak mengajarku arti hidup dan suasana kerja selama dua tahun ini. Terima kasih karena selalu menjadi telinga ketika aku bercerita tentang kelas dan anak-anak. Terima kasih atas bantuan yang banyak kalian berikan. Maaf, maaf jika aku masih belum bisa menjaga lisan ini, jika aku masih sering berkeluh kesah, jika aku tidak bisa menjadi support bagi kalian. Aku harap di hari-hari selanjutnya aku bisa lebih baik lagi dan kita bisa bekerja sama lebih baik lagi.
Untuk guru-guruku, ustadzah-ustadzahku,
Terima kasih karena tidak lelah mengajakku untuk mendekat kepada Allah, terima kasih karena selalu ada ketika aku kehilangan arah, ketika aku futur. Aku selalu bersyukur kepada Allah karena sudah mengirimkan kalian dalam hidupku. Semoga kalian tidak lelah menghadapiku yang naik turun semangatnya..
Untuk teman-teman seperjuangan beasiswaku,
Hallo, wie geht's? Maaf aku jarang menyapa.. Maaf aku mendiamkan, aku harap jika kalian membaca ini, kalian tahu bahwa aku selalu berterima kasih sudah kenal dengan kalian. Kita tahu bagaimana perjuangan semua ini. Dan terima kasih selalu memberikan bantuan ketika aku butuh selama di sana. Maaf jika aku terlalu sibuk dan mengabaikan ajakan pertemuan kalian selama di sana. Jika bisa mengulang waktu, aku ingin menghabiskan waktu lebih banyak lagi dengan kalian, supaya aku bisa mengerti dan memahami lagi perasaan kalian. Danke dir und Es tut mir Leid...
Terima kasih sudah menjadi penyemangat. Meskipun aku belum menjadi ibu, aku merasa telah belajar menjadi ibu ketika bersama kalian. Banyak rasanya dosa yang aku lakukan kepada kalian. Aku belum bisa mendidik kalian dengan baik, aku masih harus banyak belajar untuk membuat kelas lebih baik lagi. Kita sama-sama belajar, karena aku juga baru menjadi seorang guru. Aku harap kalian bisa mengingat ucapan baikku dan menjadikannya perbuatan yang membuatmu menjadi orang yang taat pada Allah, Rasulullah dan orang tuamu.
Untuk semua yang menyayangiku,
Banyak... Banyak.. Banyak sekali Allah mengirimkan orang-orang baik disetiap sisi perjalanan kehidupanku. Aku hanya ingin mengatakan terima kasih atas semua perhatian dan maaf untuk hal yang aku buat yang menyakiti kalian. Semoga Allah memberikan keberkahan pada kehidupan kalian.
Untuk Allah yang telah mengirimku orang-orang baik yang aku sebutkan di atas. Terima kasih karena selalu baik kepadaku ketika aku futur, ketika aku masih banyak melakukan dosa, ketika aku masih kurang bersyukur, kau masih memberikanku rezeki dan kebahagiaan. Aku harap aku bukan termasuk orang yang Kau acuhkan, semoga meskipun tali imanku tipis, jarakku jauh denganMu, tapi aku masih terikat denganMu, aku masih berjalan di jalanMu, masih menjadi pengikutMu dan bukan orang yang merugi. Ampuni aku dan selamatkan aku ya Allah...
Aku harap kalian semua tahu, bahwa aku selalu berterima kasih atas kebaikan kalian semua..