Arles, France (by Tristan Taussac)
Misplaced Lens Cap
Keni
Monterey Bay Aquarium
TVSTRANGERTHINGS
Not today Justin
No title available
todays bird

izzy's playlists!
Lint Roller? I Barely Know Her
Stranger Things

@theartofmadeline

ellievsbear
No title available
Alisa U Zemlji Chuda

Kaledo Art
NASA
Game of Thrones Daily

roma★
Show & Tell

No title available

seen from United States

seen from Bangladesh
seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Spain

seen from Türkiye
seen from Sweden
@pluviand
Arles, France (by Tristan Taussac)
Re-evaluate (?)
Lookin back to my old tumblr was like : ni anak kenapa kerjaannya ngegalau mulu sih. Lelah juga bacanya. But, should I clean up my tumblr wall? I guess I wouldn’t, because my history only wrote on this wall (sounds so primitive, isn’t it?)
But now I am 22 years old. the same number as my birthday. I always hope 22 will be one of my best year and now I’m rethinking. I’m rethinking why I haven’t learned much from this great campus. I mean,my campus is one of the best campus in Indonesia, then why I didn’t get much experience here. Mungkin karena dulu lebih banyak galau daripada bertindak kali ya? Sering kepikiran sih, tapi ya gitu cuma dipikirin aja jadinya ga jalan. So, start from this day 6th May 2017 I will do and not just think about what I have to do to gain more experience.
Mimpi-mimpi aku masih banyak dan kalo aku masih tetep di zona nyaman ini semua mimpi itu akan jadi impossible. well, mungkin kalo berharap untuk mendapatkan pengalaman lebih di kampus ini udah terlalu terlambat ya sepertinya (I’m in my 5th year now). So, I have to explore another things outside my campus. Mungkin mencoba komunitas-komunitas yang ada di Bandung atau buat komunitas sendiri? Cobain komunitas kali ya, kalo buat komunitas baru susah juga sih ngawalinnya. I really need new friends!
So what I have to do :
- Jangan kebanyakan wasting time di lab! Nunggu runingan sampel bisa dari jam 7 pagi sampe jam 9 malem loh, 14 jam tuh. Apa yang biasanya aku lakukan? Nonton film, nonton video youtube,chattingan, tidur. So wasted deh itu 14 jamnya hmmmmm. Start tomorrow mulai belajar buat sidang ya atau baca apapun yang bikin pengetahuan nambah atau bikin iman meningkat
- Ga usah keseringan dengerin musik deh. Tapi iya juga sih, keseringan dengerin musik ntah kenapa sekarang jadi bosen juga. sekali-sekali gapapa deh ya, tapi kalo tiap hari bosen juga sih. Instead ada lebih baik nih, dengerin al qur’an dan terjemahannya. Kalo niatnya bener InsyaAllah bisa nambah keimanan kan? Bisa tau juga di Al Qur’an ada apa aja daaaaannn bisa sambil ngapalin kan? Pengen ngasih mahkota buat bapak dan Ibu di surga kan? Aamiin :)
- Mulai sekarng buat target berapa banyak seminggu baca buku. Biar wawasan semakin luas kan. Ngerasa banget wawasannya dangkal banget padahal udah mau jadi sarjana pfffffttt
- Ikut komunitas (mungkin setelah beres TA baru bisa ngelakuin yang ini)
- Banyak banyak cari kesempatan untuk ke luar negeri!
- Posting di blog tentang pelajaran-pelajaran farmasi. Biar ilmunya ga nguap~
- Last but not least, minimal seminggu sekali harus nulis disini untuk review perkembangan diri ini sejauh mana.
Bismillah!
PAU, 6th May 2017
:/
I haven't talked with him for 3 days and a half. Okay, I admit it, I miss him, I want to know what is he doing. I keep thinking on him, I can't focus on what I did. How the hell to make this feeling go away. I know I should let him stand alone, do what he's got to do. I know maybe there he is partying or something because I'm not bothering him again, but I really want to know what is he doing. I need to know. Well, maybe I'm just too worried about him. I mean, I'm not his mother or wife, I shouldn't be this care, right? In fact, he doesn't care to me this much, so yeah, I should let him walk alone, right? Just do whatever he needs to do. Whatever. Anyway, he doesn't want me to be in his life anymore, so... yeah, whatever. I'm just an annoying girl that always bother him a lot. So, it's better for me to just go away from his life, right? So, okay then. Maybe this is how it really end. But I still miss you now, but I know you will be replaced with better guy. I know. I know :)
Everybody was like “ah, kamu mah udah ada calonnya, tonggal nentuin tanggal aja kan? Haha” “Ih, apaan sih, kamu mah ga jones kayak kita” “kamu kan udah ada dia, des” in that kind of situation I really really really want to scream, “No! The truth is maybe I am in more pain than you are, maybe my soul is in more damage than you all, he is possibly in love with someone else and that’s not me, he think she is perfect and I’m just nothing for him, I don’t know, maybe all this time we keep being together is because I am the one who make it possible, while maybe in him he don’t want to be with me anymore but he just too kind to say it. Even if I have him, it doesn’t mean I have a better condition than you are, sometimes I just wish I never met him or fall in love with him”
Bandung, 24 September 2015. Menjelang idul adha. Dan saya sangat merindukan rumah.
Maafkan aku yang tidak bisa menjadi seorang pendiam di depan orang yang telah membuatku nyaman. Maafkan aku yang akan selalu memberi komentar terhadap apapun yang kamu lakukan. Mungkin kamu akan lebih berbahagia dengan wanita pendiam itu. Ntahlah
Seseorang Yang Nanti Datang
Kalau kamu sudah bangun dan membaca tulisan ini. Ada satu hal menarik di dunia ini yang mungkin perlu kamu ketahui. Bahwa mungkin seseorang yang datang ke dalam hidupmu nanti bukanlah orang yang baik. Baik dalam arti yang sebenarnya. Ada bagian-bagian yang tidak terpisahkan dari dirinya yang telah menjadi masa lalu. Pun setiap orang merasa ingin mengubur masa lalunya. Ia ingin berbagi denganmu. Mengawali sesuatu dengan kejujuran, bukan kebohongan.
Mungkin ia baru saja beranjak setelah sekian tahun bergelut dengan dirinya sendiri. Bertanya ke sana kemari hanya untuk mengetahui apakah Tuhan itu masih mungkin mengampuninya atau tidak. Dan rasa khawatir atas pengampunan itu senantiasa menyertai langkah kakinya. Hidupnya kini sangat hati-hati.
Ia mungkin bukan orang baik. Tidak sebaik sebagaimana pengetahuanmu tentangnya selama ini. Ia akan datang menjadi ujian bagimu. Ia tidak berharap diterima, tapi ia senantiasa mengusahakanmu. Ia bahkan sudah bersyukur karena mengenalmu membuatnya berusaha menjadi lebih baik. Ia sudah ikhlas dengan keputusanmu bahkan sebelum dia mengutarakan keinginannya.
Andai kamu berada di posisi hidupnya. Bagaimana perasaanmu?
Rumah, 10 Juni 2015 | ©kurniawangunadi
Believe me, I want you to ask me that thing so badly
Let's grow old and be awesome together
Niar, 2015
Hebat ?
Aku ga pernah nyesel kok pernah pengen kuliah disini dan akhirnya kesampaian kuliah disini. Aku ga pernah nyesel kok buat milihi jurusan ini, aku ga pernah kok jadi angkatan 2012. Malah sebaliknya, aku merasa bersyukur ada di angkatan ini, ada di jurusan ini, dan ada di kampus ini. Ntah lah, aku bayangin kalo aku ada di kampus lain, pasti aku jadi orang yang lebih males dari sekarang, ga mau berkembang karena orang-orang yang aku temui disana memang orang-orang biasa yang mungkin aku bisa jadi hebat di kampus itu, sedangkan di kampus ini? Haha maybe all I can do is just dream about it. Well, mungkin pangkat tertinggi buat aku Cuma kadiv, haha ntahlah memang kepribadianku yang ga mengijinkan untuk lebih dari itu. Mau sih jadi ketua di suatu acara, tapi aku terlalu plin-plan untuk memimpin banyak orang, aku terlalu tidak bisa memutuskan. Ya sudah lah, toh aku bisa menjadi hebat di tempat lain kan? Aku bisa mengikuti lomba, aku bisa mengajari anak-anak kecil yang lucu, dan aku bisa belajar soft skill dari situ, tanpa menjadi kabid atau ketua suatu acara kan? Tapi untuk menjadi hebat memang tidak mudah, tentu saja tidak mudah, jika mudah tidak akan ada orang hebat di dunia ini. Untuk menjadi hebat, aku tidak bisa lagi malas-malasan, untuk menjadi hebat aku tidak bisa lagi memikirkan hal-hal secara simpel, untuk menjadi hebat aku benar-benar harus mengembangkan diriku. Jadi hebat itu bukan sebuah kata yang mdah untuk dicapai. Tapi sampai saat ini aku masih ingin menjadi hebat. Aku ingin menginspirasi orang lain. Dan aku ingin suamiku juga nantinya adalah orang yang hebat. Dan beriman. Dan romantis. Dan setia. Dan segala macam hal yang bisa membuatmu tetap jatuh cinta kepadanya. Haha knapa jadi ngomongin suami deh XD Mungkin ada beberapa kriteria untuk menjadi orang hebat, ah ntah lah apakah aku memiliki semua kriteria itu. Memang beberapa orang terlahir dengan kriteria-kriteria untuk menjadi orang hebat, simpelnya dia memang berpotensi untuk menjadi orang hebat, biasanya orang dengan tipe ini adalah orang yang sudah memiliki orangtua yang hebat dan mendidik anaknya dengan hebat sehingga tercapai lah anak yang hebat. Tapi, untuk orag tua yang tidak bisa mendidik anaknya menjadi hebat, si anak itu sendiri kan yang harus mengembangkan dirinya, dan bagiku hal itu cukup sulit mungkin. Ntah lah, mengembangkan diri sendiri menjadi hebat sedangkan kamu bukanlah orang yang sejak lahir dididik untuk menjadi hebat, bagiku itu cukup sulit. Tapi, aku tidak mau menjadi biasa, wanita biasa yang tidak pernah melakukan hal benar. Ah, sudah lah, lupakan semua hal itu, lupakan bahwa aku bukanlah orang yang dididik untuk menjadi hebat, lupakanlah bahwa sejak kakek-nenek moyangku tidak ada yang spesial, hanya rakyat biasa. Lupakan lah semua itu. Aku bisa menjadi hebat. Akupun berpotensi menjadi hebat. Dan pastinya aku akan menjadi hebat Maukah kamu menjadi hebat denganku? Let’s grow old and be awesome together!
Ya Allah, bolehkah minta agar jodohnya dipertemukan lebih cepat? ~Ah niar, kamu saja blm baik untuk dirimu sndiri, lalu kamu mau melibatkan orglain dg ketidakbaikanmu itu? Tapi kan, aku dan dia bisa jadi baik bersama-sama, pasti lebih menyenangkan menjadi baik bersama dengan org lain ~bagaimana jika orglain itu justru membuatmu menjadi lebih tidak baik lagi dan kamu mengikutinya? Dan kalian sama-sama berakhir menjadi org tidak baik Tapi.... ~iya niar, Allah tau dg kamu bertemu jodohmu lebih cepat kamu akan jadi tidak galau, mungkin akan lebih tidak berantakan dari sekarang, jadi lebih tenang karna sudah ada dia disana. Tapi tau ga niar, Allah cemburu loh kalau kamu seperti itu, kamu seperti mengatakan kamu bisa lebih baik dg adanya org lain, hatimu tidak akan hampa lagi dg adanya org itu. Lalu, Allah selama ini tidak bisa membuat kamu menjadi lebih baik? Padahal dia telah memberimu segala-galanya loh, Allah tidak bisa mengisi kehampaan hatimu? Padahal Dia selama ini selalu ada untukmu, selalu menolongmu. Ayolah, Allah saja sudah cukup sebenarnya selama ini, selama kamu belum bertemu jodohmu. Ayolah lebih bersabar, dekatkan dulu hatimu padaNya, dia yang memberimu segala-galanya, jangan terlalu bergantung kepada org lain. Allah tahu kapan waktu terbaik kamu bertemu dg jodohmu. Ya niar? Setuju? Hm, mungkin benar perdebatan hati ini, mungkin memang lebih harua mendekat. Jodoh itu hanyalah org lain yg melengkapi kita, tapi kalau kita saja dari awal sudah tidak baik dan dilengkapi dg jodoh tidak baik, kemudian mau jadi apa? Masuk neraka bersama-sama hah. Coba lebih rindukan Allah ketimbang kamu merindukan jodohmu. Coba untuk lebih taat lagi kepada Allah dan nantinya kamu akan mudah untuk taat kepada org yang mengajakmu dalam kebaikan. Jadii... jadi lebih baik ya? *tapi tetap dekatkan jodohku ya Ya Allah hihi~ Bandung, wisma ppptk IPA, 29 maret 2015 05.14
Breathe
Breathe.If you feel overwhelmed, breathe. It will calm you and release the tensions.If you are worried about something coming up, or caught up in something that already happened, berathe. It will bring you back to the present.
If you are moving too fast, breathe. It will remind you to slow down, and enjoy life more.
Breathe, and enjoy each moment of this life. They’re too fleeting and few to waste.
by Leo Babauta source : http://zenhabits.net/more/
UTS
Waaaa waaa dan minggu depan udah mulai uts aja. Udah ngapain aja 6 minggu ini? Argh kenapa sih kuliah selalu ga pernah kerasa gini? Atau emang aku yang terlalu nyia-nyiain waktu jadi waktu kayak pergi gitu aja. Argh! I really hate this feeling. Okay, calm down, masih ada beberapa hari untuk me-recall semua pelajaran selama 6 minggu, minggu pertama UTSnya buat pelajaran yang lumayan killer sih kayak bioteknologi, farmakologi dan anfisman dan tekos (yang ini agak lumayan ga killer sih). Bismillah. Semester ini ga boleh fail lagi untuk dapet IP target, ga boleh ada kata gagal lagi mulai semester ini karena saya benar-benar sangat menginkan untuk bisa berkuliah di luar negeri sekali. Haha kalimat yang tidak efektif. Well, however, harus belajar yang bener untuk UTS, udah skip 2 kali kuis untuk pelajaran yang berbeda (masing-masing satu) InsyaAllah gapapa selama UTS dan UASnya yang bener, insyaAllah bisa tetep dapet A. Bismillah. Semoga niatnya emang bener, semoga niatnya selalu dilurusin kalo salah, semoga cita-citanya bisa tercapai. Semoga bisa bener-bener jadi researcher. Semoga bisa bikin bangga orangtua. Semoga bisa ke luar negeri bareng orangtua (minimal buat umrah). Semoga bisa dapet teman hidup yang hebat (jadi aku juga harus jadi hebat!). dan semoga semoga yang lain. Bismillah...
Menjauh
Jika memang menjauh adalah jarak terbaik untuk kita, maka menjauhlah. Jika aku terlalu mengganggu kehidupanmu, maka menjauhlah. Jika dengan menjauh kita bisa berkembang lebih hebat dari saat ini, maka menjauhlah. Aku rela menjauh jika memang itu yang terbaik untuk semuanya. Mungkin aku rela untuk tidak bertemu denganmu selamanya jika memang itu yang terbaik. Jika memang menjauh adalah yang terbaik saat ini.
Bandung, 1 Maret 2015 15.55
Suatu Subuh di Parongpong
Well, pagi yang cukup mendung untuk dinihari yang cukup berbintang. Haha ternyata aku bisa tidur walaupun hanya satu jam. Ntah lah, jika ada acara malam keakrban seperti ini aku sulit untuk bisa tidur, buktinya aku baru tidur satu jam saja sudah berkali-kali bangun. Mungkin otakku memang melarangku untuk tidur di acara seperti ini haha mungkin otakku sangat bersemangat untuk hal ini sehingga tidak membolehkan aku tidur padahal orang normal lainpun tidur dengan pulas atau mungkin aku memang bukan orang normal (?) Ah ntahlah. Tapi, jujur saja aku merindukan makrab 2 tahun lalu dimana ada orang yang mau menemaniku semalam suntuk tidak tidur, bahkan paginya pun ia masih kuat untuk terjaga. Aku benar-benar merindukan orang itu, orang yang sangat perhatian terhadapku, orang yang mau mendengar ceritaku yang menyukai teman seangkatan kami, orang yang menyukan ruhku jika aku ada masalah boleh bercerita padanya. Sungguh, aku merindukan orang itu. Orang dengan fisik dan nama yang sama memang hadir dalam makrab kali ini. Namun, ah ntahlah, setelah 2 tahun aku bercerita semalam suntuk dengannya, setelah 2 tahun kami saling berbagi cerita, berbagi canda-tawa, sedih dan duka, ntahlah aku merasa dia sekarang adalah orang yang berbeda, bukan orang yang 2 tahun lalu aku bercerita. Ntahlah aku merasa dia lebih kurang peduli. Mungkin itulah yang dimaksud jika sudah sering bersama semuanya akan terasa menjadi biasa. Ya memang 2 tahun lalu aku jarang berbincang dengannya bahkan berkirim pesanpun hanya untuk hal-hal yang penting, bahkan ketika aku mengajaknya ikut makrab mungkin merupakan pesan pertama setelah berbulan-bulan tidak berkirim pesan dengannya dan sekarang, boleh dibilang kami hampir setiap hari berkirim pesan, bertemu dan sebagainya sehingga ia merasa semua ini menjadi hambar, tidak berasa, atau bahkan ia sudah merasa bosan. Ah, sudahlah. Tapi sungguh, aku merindukan orang itu, orang yang masih perhatian dengan cerita-ceritaku yang paling konyol sekalipun, orang yang akan menanggapi apapun yang kulakukan, orang yang masih akan terjaga karena aku masih terjaga, orang yang masih ingin mengelilingi bandung hanya untuk random thing. Really, I miss that person. Bisakah orang tidak berubah? Bisakah perasaan tidak berubah? Bisakah semua keadaan stand still pada keadaan yang kita inginkan? Bisakah? Bisakah kamu tetap menjadi orang itu? Bisakah aku dan kamu berkembang bersama tanpa mengorbankan orang yang aku rindu itu? Sunshine, I miss you. P.S. kadang aku berpikir kenapa kita tidak bisa menjadi pasangan normal, kemudian aku teringat bahwa kita bukan pasangan sejak kapanpun. Kita bukan pasangan walaupun kamu telah mengatakan hal itu. Kita bukan pasangan walaupun kita telah melalui semua ini. Kita masih bukan pasangan. Maafkan aku yang terlalu banyak berharap padamu untuk mewujudkan semua yang kuinginkan. Maafkan. Parongpong, 1 MARET 2015 05.57
Bismillah.
Aaaaa how I love that girl. She’s always there for me since like I am in kindergarden and now we’re kind of still together. And the most that makes me excited is that we both have the same dream. Yes, that dream is we want to study to europe. And tonight I ask her if we shall go to europe together, however. We have to same destination to study. I don’t know, just by imagining it, I felt so happy, we both feel so happy, really. Maybe she has the same feeling as mine. You know what I imagine? I imagine that while we are study in europe in spare time we both can journey the whole europe like we kinda used to be, journey the whole bandung. yes, I want to go there with her since I don’t have husband yet. Yes, I want to take a trip in europe with her, study together, share beedroom, go to some strange places, do everything together. Overall, she is my best friend and I love her~
Ya Allah, jadikanlah impian kami menjadi kenyataan, luruskanlah niat kami, kembangkanlah ilmu kami, jadikanlah kami orang-orang yang haus akan ilmuMu, mudahkanlah kami untuk mengerti ilmuMu, jadikanlah kami golongan orang-orang yang membawa perbaikan di dunia ini dengan ilmu yang telah engkau berikan kepada kami. Aamiin...
Bandung, 26 Februari 2015 23.02
masa depan ya? ah, itu terlalu absurd untuk dijelaskan. semua orang tentu ingin memiliki masa depan yang indah. ya, tentu aku juga. masa depan impianku? Hm.... ntah lah, mungkin sesimpel jadi researcher, udah pernah keliling dunia (semua propinsi di Indonesia juga tentunya), punya keluarga yang bahagia, punya apotek, punya bisnis yang cukup banyak (haha), punya rumah di tempat-tempat yang indah, udah jadi hafidz, bisa nyelesain sampe PhD, pengen jadi menteri kesehatan juga sih mungkin atau punya pangkat yang tinggi di bidang kesehatan biar bisa sejahterain masyarakat Indonesia di bidang itu, bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia di bidang kesehatan, pendidikan, dan ga boleh ada anak jalanan lagi di Indonesia, daerah kumuh juga ga boleh ada (kalo yang ini harus kerja bareng-bareng sih, ga bisa sendiri). eh ternyata ga simpel ya? haha ntah lah.
If you can dream it, you can certainly do it. right?
kamu (lagi)
Hai, kamu. hingga saat ini 1 februari 2015 aku belum mengetahui kamu. ya, aku masih mencari tahu siapa kamu. apakah kamu adalah kamu yang kumaksud saat ini? jika bukan, maafkan aku yang pernah menaruh kamu yang lain disini. jika kamu memang adalah kamu yang kumaksud, terima kasih masih mau menemani hingga akhir hayat nanti walaupun kamu sudah mengetahui kekuranganku. tapi, siapapun kamu saat kamu membaca ini, percayalah aku berusaha untuk bisa jadi yang terbaik untuk kamu, untuk anak-anak kita nanti. Dan siapapun kamu nanti, terima kasih telah memilihku sebagai teman hidupmu.
hei, aku memang bukan wanita sempurna, aku memang bukan wanita paling cantik yang pernah kau temui. atau wanita terpintar yang pernah ada. tapi percayalah sayang, aku akan berusaha sebaik-baiknya untuk masa depan kita. kau tahu? aku terkadang bisa sangat menjengkelkan. kumohon, jangan marah ketika aku menjadi sangat menjengkelkan. bersabarlah, ingatkan aku dengan lemah lembut dengan senyumanmu yang pasti sangat menyejukkan.
sayang, bimbinglah aku untuk selalu berada di jalan yang benar. kuharap kamu bisa menuntun keluarga kita agar bisa bersama berkumpul di surga. tentu saja aku akan selalu mendampingimu disini, tentu saja aku akan selalu mendukung hal-hal baik yang kamu lakukan. jadi sayang, mari bersama kita arahkan keluarga kita untuk bisa membangun rumah di surga kelak, karena aku ingin bersamamu selama-lamanya :)
ah, maafkan aku yang tidak pandai merangkai kata, yang jelas Aku Mencintaimu :*