I should be thoughtful for this. Pengingat bahwa aku pernah sehebat ini. Sebuah tanda 'hampir berhasil' menuju 'keberhasilan mutlak' for the next chances. Bismillah Allah mudahkan, Allah mampukan.

tannertan36
I'd rather be in outer space 🛸
Mike Driver

Discoholic 🪩

No title available
ojovivo

titsay
No title available

roma★
i don't do bad sauce passes
Cosimo Galluzzi
Peter Solarz

No title available
Lint Roller? I Barely Know Her

No title available
Not today Justin
tumblr dot com

PR's Tumblrdome
AnasAbdin
One Nice Bug Per Day

seen from United States

seen from United States

seen from Japan

seen from United States
seen from Brazil
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Brazil
seen from United States
seen from Panama
@prmsrr
I should be thoughtful for this. Pengingat bahwa aku pernah sehebat ini. Sebuah tanda 'hampir berhasil' menuju 'keberhasilan mutlak' for the next chances. Bismillah Allah mudahkan, Allah mampukan.
Mom what happened with me
Biarkan ini kusimpan; agar menjadi kenangan bahwa pernah sehebat ini, dan menjadi pembelajaran bahwa aku harus berjuang lebih untuk mendapat status PNS itu
Bagaimana jika Bapak kecewa karena putrinya selalu gagal?
My own self is never enough
Aaaaak
Bagaimana cara berdamai dengan masa lalu?
Hidup penuh trauma membuatku tertekan sepanjang hari, setiap hari. Meskipun sudah jauh dari titik problem masih saja terpikir wajahnya, sikapnya, dan semua yang membuatku gila
Ya Allah, boleh ga kalo aku punya cita cita kerja di Solo, ngekos dengan harga mureeh bgt udah dpt semua. Keliling solo dengan segala keindahannya. Gaji Jakarta ya kalo bisa diatas 10 juta, minimal 8 juta. Seminggu sekali pulang ke rumah naik motor atau nge travel atau kereta. Atau kalo engga main ke pantai di Jogja. Dapet jodoh juga kalo boleh ya.
Rasanya indah banget hidup ga kemrungsung kayak sekarang. Ga banyak polusi. Jalanan teratur. Nyaman tanpa klakson bersahutan. Live a life
Aamiin
Semoga Engkau kabulkan ya Allah
Mari mencari lingkungan tempat tinggal yang supportive. Karena kusudah lelah menghadap kepada ibu psikolog, lelah dianggap tiada, dibuat merasa bersalah, dikucilkan. Dan aku lelah karena selalu menghindar.
Sudah saatnya kamu mandiri berdikari
Mari memulai dengan menghitung kecukupan gaji, biaya hidup, dan biaya tinggal. Saatnya membatasi kebahagiaan semu seperti membeli ksk famimart; atau ikut open trip kesana kemari seperti hidup tinggal hari esok.
Kemudian mari memikirkan alasannya. Hmm apa yaa? Perlukah ku berbohong karena lokasi surveiku pindah jauh? Ya Allah aku ingin dipermudah jalan pergiku tanpa menggunakan mulut kotorku untuk berbohong.
Hmm.. Cakung? Kemayoran? Hahaha sepertinya berbohong untuk kebaikan akan lebih baik
Sudah saatnya kamu berani, Riiiii
Mencari Pertanyaan
Sampai usia saat ini, sudah kepala tiga. Masih banyak hal yang ingin kucari tahu, bukan jawabannya, tapi pertanyaannya. Menjalani kehidupan dengan rencana ternyata tak selalu membuat kita begitu semangat dan bergairah menjalaninya. Sering juga muncul pertanyaan, kenapa aku menjalani apa yang sedang kujalani saat ini? Tapi dulu, waktu umur 20an. Kebingunganku pada masa depan membuatku lebih banyak membaca buku, lebih banyak bertemu orang lain, melakukan perjalanan, dan beragam hal hanya untuk mendapatkan pertanyaan yang tepat untuk diriku dan juga hidupku sendiri.
Aku percaya kalau aku tidak akan mendapatkan jawaban yang tepat, jika pertanyaannya sendiri salah, atau bingung, atau bahkan tidak tahu sama sekali pertanyaannya apa. Untuk itu, aku berusaha menemukan sebenarnya apa pertanyaan yang harus kujawab. Apa pertanyaan yang harus kutanyakan ke diriku sendiri. Pertanyaan yang menuntunku pada jawaban yang tepat. Aku mulai terbiasa seiring berjalannya waktu, membuat pertanyaan. Meski di umur sekarang ini, masih ada hal yang harus kupelajari, untuk bisa merangkai pertanyaan yang tepat. Apakah kamu sudah menemukan pertanyaanmu sendiri?
Apakah kamu sudah tahu bagaimana cara membuat pertanyaan yang tepat, untuk dirimu sendiri? atau,
Justru saat ini kamu sedang mencari jawaban dari pertanyaan yang sebenarnya kamu juga tidak tahu pertanyaannya apa? (kurniawangunadi)
Dalam jangkauan
Kita tidak akan mampu menyelamatkan semua orang, apalagi membahagiakan seluruhnya. Cukup selamatkan dan bahagiakan yang bisa kamu jangkau, meski yang bisa kamu jangkau hanyalah dirimu sendiri. Atau jangan-jangan, kamu bahkan tidak bisa menjangkau dirimu sendiri? Karena kamu terasa asing bagi dirimu sendiri, tidak tahu apa yang jadi tujuan, terlalu lama hilang arah? Kurniawan Gunadi
Apakah benar kamu tidak seberharga itu?
Apakah diri ini tidak utuh sehingga kita merasa perlu sekali untuk dilengkapi? Apakah diri ini jika sendiri tidak bahagia sehingga kita merasa baru akan bahagia jika bersama? Apakah diri ini tidak berharga sehingga baru merasa berharga ketika kita bisa sama seperti orang lain? Apakah sebenarnya kita tidak mencintai diri kita sendiri tapi menutupinya dengan label mimpi dan cita-cita? Apakah sebenarnya kita tidak bisa menghargai diri kita yang seperti ini adanya? Berharap orang lain dulu yang bisa menerima kita, baru setelahnya kita bisa juga menerima diri kita sendiri? Apa kamu tidak kasihan dengan dirimu sendiri yang selama ini kamu hindari dan sembunyikan? Tak pernah kamu peluk, barang mengucapkan maaf dan terima kasih ke dirimu sendiri? ©kurniawangunadi
Sepertinya aku membutuhkan tes minat dan bakat.
Sejak saat paragraf ini dibuat, aku telah mengiyakan side job dari Kak Rany, bersedia mengikuti paduan suara setiap Rabu, mengerjakan job utama sebagai STS, dan ikut les IELTS setiap Selasa dan Jumat. Perlahan aku gila. Kebingunganku makin menjadi. Aku tak tau arah hidup.
Bisakah aku? Dengan keadaan yang masih batuk yang tak kunjung sembuh sejak 3 minggu lalu, dengan kondisi yang lemas setelah lapangan, dengan badan yang tak bugar sempurna.
Bisakah aku? Meski tanpa restu bapak ibu yang menyertai
Bisakah aku? Padahal perangainya masih number-one-procrastinator.
Semoga Allah mampukan
Mau Berubah, tapi Kebanyakan tapi....
Kecemasanku pada usia rasanya melebihi yang lain. Karena satu-satunya hal yang sepertinya tak bisa kukendalikan adalah usiaku ini, terus beranjak detik demi detik. Tapi aku merasa kehidupanku seolah berhenti sejak beberapa tahun terakhir.
Semenjak lulus kuliah dengan kebingungan mau menjadi apa, bekerja seadanya di depan mata sembari menikmati kesepian setiap hari. Karena teman-teman sudah sibuk dengan dunia kerja dan keluarganya masing-masing, aku sibuk dengan duniaku yang berhenti berputar. Kini di usiaku sekarang, aku merasa semakin jauh dari mimpiku padahal aku tidak tahu mimpiku apa sebenarnya. Bisa bertahan dari pagi sampai sore di kantor yang sangat membosankan ini saja sudah syukur.
Sembari menikmati kesepian karena tidak memiliki teman yang banyak. Aku tidak berpikir jauh bahwa harusnya dulu waktu sekolah, kuliah, aku harusnya banyak bergaul. Tapi aku hanya bergaul pada bangku kosong dan kesunyian perpustakaan, enggan berorganisasi, dan banyak hal lainnya yang membuatku tak membuka diri dengan pertemanan. Kini, aku menenggelamkan diriku ke dalam diriku sendiri. Tak ada yang bisa kuajak bicara, tak banyak yang mengenalku, maka wajar kalau tak ada yang tahu keberadaanku, apalagi jatuh cinta padaku dan berniat menikahiku. Rasanya semakin tidak masuk akal kalau aku akan bisa menikah di umur yang semestinya kata orang, ya sudahlah,
Aku tahu, bahwa sebenarnya jalan keluar dari semua ini adalah dengan membuat keputusan-keputusan besar. Tapi, aku tidak punya keberanian yang cukup untuk berhenti dari bekerjaan, untuk berkenalan dengan orang baru saja aku berkeringat dingin.
Rasanya saat aku sendirian saja, aku tidak ingin ditemani oleh diriku sendiri. Rasanya menyebalkan menjadi diriku sendiri. Tapi aku pun semacam tak punya hasrat untuk menjadi orang lain, rasanya tak bisa melangkahkan kaki untuk membuat hidupku berbeda. Aku berharap keajaiban, akan ada orang lain yang membantu hidupku ini. Tapi tidak ada.
Aku dan diriku sendiri, yang ingin berubah, tapi tidak kunjung bergerak. Hanya menatap orang lain dengan pertanyaan dan membandingkan. Begitu selama ini. Aku ingin marah, tapi ini diriku sendiri. KG
“Let it flow” itu membunuhmu. Hampa dan kekosongan menjadi sahabat sejati. Aku dan diriku yang kini berkegiatan membunuh sepi di setiap hari, sama seperti sajak ini.
Allah yang atur. Allah yang tau kapasitasku.
Semoga keputusan seminggu kedepan atas ridho Allah.
Sincerely,
Riri yang nekat ikut oprec JYC padahal udah tau tiap hari pulang malem. Hahahaha
Still dont understand why you're so special
Semoga aku mendapat yang sepertimu - cerdas, pandai membawa diri, mudah mengontrol emosi, rajin memuji, dan, ya, indah. Kamu indah, Mas.
Dari aku yang kagum akan kebijaksanaanmu
Pada Umur Berapa?
Pada umur berapa kamu mulai merasa menjadi orang yang lebih tenang? Kalau ada sesuatu yang memang tak bisa kamu dapatkan, ya sudah, memang bukan takdirnya. Bersedih, sudah setelahnya, mengusahakan yang lain. Jika orang lain berbuat lalai, tidak langsung meledak-ledak marah, tapi berusaha untuk mengetahui apa yang terjadi. Jika mengemudi, lebih penting selamat sampai tujuan daripada terpacu untuk cepat sampai. Pada umur berapa kamu merasa bahwa ruang privasi itu adalah hal yang sangat mewah. Dan kamu mulai sadar bahwa dalam hidup ini, mengejar mimpi memang penting, tapi memiliki teman baik, memiliki kehidupan yang tenang, pekerjaan yang nyaman, itu jauh lebih menyenangkan. Pada umur berapa kamu mulai sadar bahwa kamu telah berubah, sepenuhnya berubah. ©kurniawangunadi