Makan (minum) mewah with the view.
Post ini tidak mengandung sponsor meskipun kalo disponsori Fore ya mau banget pliiss.
Jadi setelah sekian lama, karena kesibukan dan karena covid, membuatku jadi jarang kali jalan-jalan, tapi akhirnya keluar juga (padahal harusnya tetep stay at home kan ya) hehe jangan dicontoh, kalo keluar cari tempat yang sepi ya.
Berawal dari twit kebingunganku harus mengajak siapa lagi untuk melepas penat di tanah rantau ini, seorang teman memberi ide camping :) haha sesuatu yang jarang kulakukan karena pada dasarnya aku adalah homebody person.
Awalnya kukira becanda, ternyata beneran, dia nyiapin segala keperluan syalala yang nggak usah diragukan lagi seorang virgo tu kalo bikin plan pasti dah dipikirin a-z. Alhamdulillah, ku terima jadi aja, cukup bawa diri dan bawa uang iuran :)
Kami camping di sebuah camping ground yang lumayan tersohor di sini, Binahal Indah Resort. Berangkat sore sekitar jam 4an, sampe sana jam setengah 10. Udah banyak berdiri tenda orang-orang, tapi untungnya masih ada dua spot di depan untuk kami. Langsung pasang tenda, dan kebetulan dari 7 orang, yang udah pernah dan expert pasang tenda cuma 1 orang aja haha 😆
Masang dua tenda dengan kemampuan ala kadarnya, yang paham cuma satu orang, membuat kami butuh waktu banyak biar tendanya berdiri kokoh. Ternyata orang-orang sekitar (yang tendanya udah berdiri duluan dan sepertinya memang lebih expert) merhatiin kami, jadi hiburan lah ya. Bukannya mendatangi dan menawarkan bantuan dengan sopan santun, malah dicemooh, dikatain sombong, disindir-sindir macam "baru kali ini liat orang masang tenda 8 jam" haha, dan ditertawakan. Hahaha. Kami mencoba sabar sesabar mungkin meskipun panas hati ini, sambil terus berusaha berdiriin satu tenda yang ternyata rangkanya salah pasangan 😓 (pantesan tendanya gabisa berdiri huhu)
Sempet kesel karena seharusnya bisa refreshing tapi malah jadi menumpuk semua amarah haha. Untungnya perasaan itu langsung berlalu dengan kami mulai masak-masak sosis, bikin kopi, main kartu, cerita syalala, ketawa ketiwi syalala.
Tapi semua amarah malam itu terbayar sudah oleh pemandangan Danau Toba yang Masya Allah, ciptaan Tuhan tu emang agung banget ya.
Puas memandangi Danau Toba di pagi hari, dengan udara sejuk cenderung dingin, langsung bikin kopi lagi. Kopi sachetan yang milih harganya paling murah di indomaret. Biar bisa coffee with the view gelasnya kami ganti pake gelas Fore yang memang sengaja di bawa, padahal aslinya kami motong-motong kemasan air mineral 1.5l karena nggak ada yang bawa gelas lain selain gelas Foreku.
Iya, itu bukan Fore beneran kok, gelasnya doang, isinya mah kopi sachetan biasa :)
Sungguh damai rasanya pagi itu :) membuatku bersyukur masih bisa menikmati salah satu keindahan alam yang sungguh, indah banget, kamera nggak bisa nangkap indahnya Danau Toba.
Semoga bisa sering-sering main ke danau yang jaraknya ada kali 5jam an dari Kota Medan :(
Polosnya aku, sebelum menginjak kota ini, dulu kupikir Danau Toba itu dekat kali dari Medan :)