Semakin dipaksakan untuk melupakan kamu, semakin pula otak memaksa untuk mengingat.

blake kathryn

Kiana Khansmith
taylor price
No title available
No title available
we're not kids anymore.
Misplaced Lens Cap
noise dept.
trying on a metaphor

Love Begins
Sweet Seals For You, Always
styofa doing anything

PR's Tumblrdome
Claire Keane

Discoholic 🪩
Xuebing Du
Show & Tell

roma★
NASA
ojovivo

seen from Yemen
seen from Germany

seen from Netherlands

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Brazil
seen from Brazil
seen from Canada
seen from Ukraine
seen from Türkiye
seen from Singapore

seen from United States

seen from Türkiye
seen from Malaysia
seen from South Africa

seen from Germany
seen from United States
seen from Brazil
@putriputam
Semakin dipaksakan untuk melupakan kamu, semakin pula otak memaksa untuk mengingat.
I am learning to love the sound of my feet walking away from things that aren’t meant for me.
Unknown (via thoughtkick)
“Foto”
Sudah lama ga liat foto baru kamu, ga tau juga sih dapetin nya dari mana kalau semua akun aku dibatasi. Eh tapi aku masih bisa melihat foto nuansa jingga kamu, bermasker, bersama anak kecil riang memegang kaleng susu “Bear brand”. (Jadi ingat susu kesukaan kamu si susu beruang beeperisa, kangen aku).
Seketika aku tersenyum, itu tepat jam 3 dini hari, aku lihat seksama muka mu yang tertutup masker, tersirat raut kebahagiaan di mata kamu. Yah, hamdallah ternyata kamu semakin baik dan semakin bahagia. Aku dari sini hanya bisa mendoakan.
Make yourself a priority. At the end of the day, you’re your longest commitment.
Unknown (via thoughtkick)
sure.
Menurunkan Ego
“Kayaknya nyari duit lebih gampang deh dari menurunkan ego”
Gila sih, gw mikir statement begitu tuh lebay banget. Apa sih yang susah dari nurunin ego atau kayak pura-pura aja gitu nurunin ego.
Eh ternyata emang susah, beberapa hal dan di beberapa waktu nurunin ego diri sendiri itu susahnya lebih-lebih dari cari uang. Beberapa hal penting bahkan gw merasa berhasil nurunin ego gw tapi ternyata berhasil dengan syarat, syaratnya adalah gw masih belum bisa lupa dan sering kali merasa sakit akan hal itu. Gw pendam.
Gw punya ambisi buat bisa memaksakan cinta gw, gw pendam, gw turunin ego, tapi bekas nya sampe sekarang masih ada.
Sering tiba-tiba nangis sendiri, saat inget jadi flashback lagi ke ambisi, ego nya naik lagi membabi buta, tapi ga punya daya = “Itu yang buat gw jadi sedih”
Kembali lagi mengumpulkan kekuatan untuk nurunin ego, berhasil, tapi masih dengan syarat.
Itu baru satu hal, sedangkan pada kenyataan nya setiap saat kita dihadapkan dengan ego. Bisa aja gw jadi orang paling ga peduli, bodo amat sama urusan orang. Tapi hati kecil gw bilang gw harus nurunin ego dan lebih peduli sama orang sekitar, gw bangga sih hati gw masih merasa hal itu. Bisa aja gw jadi orang paling egois dengan cara menjilat di kantor, tapi kok ya bukan style gw kayaknya.
Yah! Dan banyak lagi contohnya dimana kita harus selalu menurunkan ego, bukan hanya untuk kebahagiaan dan ketenangan diri sendiri aja, tapi berlaku untuk orang lain juga. Bisa jadi ada orang yang bahagia karena kita menurunkan ego kita.
At your absolute best, you still won’t be good enough for the wrong person. At your worst, you’ll still be worth it to the right person.
Karen Salmansohn (via deeplifequotes)
Pejaman Mata
Jari-jari ini beradu di keyboard
Saling berlomba melawan ego, untuk bisa menghubungimu lagi
Semenit
Eh bablas sejam
Yang dilakukan hanya memandang foto lama
Beberapa medsos
Tapi aku janji, untuk mempersilahkan kamu bahagia
Tenang, dengan pilihan luar nalar mu
Menjauh dari aku yang ingin semakin mendekat
Huh
Berat rasanya nafas
Hanya bisa menaruh kedua tangan di dada dan memejamkan mata
Berkata dalam diri, relakan. - putriputam -
Pagar Alam, 11 November 2020
‘melt’
Above Smocombe
Photographed By Freddie Ardley
-Teddy
Everyone is a main character to someone.
Amy Harmon (via qvotext)
Kangen banget sama kamu, Bang.
Learn, grow and improve daily ➤ Quotes App ➤ Google Play: https://ift.tt/2Oplarb