our NPR Music Tiny Desk Concert is now up on YouTube. enjoy!
Watch Paramore’s NPR Tiny Desk Concert now on their YouTube!
KIROKAZE

shark vs the universe
tumblr dot com

pixel skylines

oozey mess
Today's Document
Three Goblin Art

tannertan36
Game of Thrones Daily
Not today Justin
i don't do bad sauce passes
No title available
I'd rather be in outer space 🛸

roma★
Cosmic Funnies
almost home
Stranger Things
Sade Olutola
Cosimo Galluzzi

ellievsbear

seen from United States

seen from Dominican Republic
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Brazil
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Germany

seen from Canada

seen from Türkiye

seen from Ecuador
seen from United States

seen from Jamaica
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@randomawe-some
our NPR Music Tiny Desk Concert is now up on YouTube. enjoy!
Watch Paramore’s NPR Tiny Desk Concert now on their YouTube!
Slavoj Žižek on Starbucks’ ultimate form of consumerism.
The Child in Time - BBC trailer
Belajar Menjadi Netizen yang Ber-periKEMANUSIAAN
geotimes juara!
(via https://www.youtube.com/watch?v=isKxMbZsSAk)
“ Get to know yourself. Take yourself on a date. Fall in love with yourself. “
(via https://www.youtube.com/watch?v=umdJ2kYoh6o)
Social criticism. We buy shoes that we don’t need to impress the people we don’t even love..
You spend your whole day stuck in the labyrinth, thinking about how you’ll escape it one day, and how awesome it will be, and imagining that future keeps you going, but you never do it. You just use the future to escape the present.
Looking for Alaska (via iheartkidlit)
lets find out the way out
Lately I’ve been asking “what’s the point” to entirely everything I don’t know if it’s a bad thing or I just gained a whole new perspective in life
Mental dan Sikap Anak-Anak TK Jepang
何度も涙を拭きながら、園児の挑戦 感動の10段跳び
Ini adalah anak-anak TK di Jepang dalam sebuah festival. Kegigihan serta dukungan dari orang banyak yang membuat seorang anak tetap berdiri kokoh. Saya terharu bagaimana dukungan ini diberikan dari mulai kawan-kawannya, gurunya, sampai orang-orang di sekitar sana. Meski ia harus mengusap air mata berkali-kali, mencoba beberapa kali. Namun kegagalan bukan jawaban. Nilai-nilai positif yang seperti ini yang mampu membangun karakter.
Sumber: klik.
Manis sekali :’)
I wish the world was smaller, and there was more time.. A lot more..
She sounds like someone who spends a lot of time in libraries, which are the best sorts of people.
Catherynne M. Valente, The Girl Who Circumvented Fairyland in a Ship of her own Making. (via mysharona1987)
Tan Malaka yang Menjadi Tabu di Atas Tabu
Segala yang berbau PKI (Partai Komunis Indonesia) bukan hanya tabu tapi secara resmi memang terlarang dan dilarang oleh negara. Bedanya: PKI yang ditabukan pun mengharamkan Tan Malaka. PKI tak menyukai Tan Malaka. Dalam sikap resmi PKI, Tan Malaka adalah pengkhianat, Trotskyist, bahkan disebut sebagai antek imperialisme. Di hari-hari sekitar kudeta 1948 di Madiun, Musso yang baru pulang dari Moskow mencaci maki Soekarno-Hatta sebagai antek Jepang penjual Romusha. Tapi Musso merasa tak cukup hanya memaki Soekarno-Hatta, dia masih merasa perlu untuk menyeret Tan Malaka dan menyerangnya dengan keras, bahkan kasar. Orang-orang PKI yang selamat dari pembantaian 1965 beberapa di antaranya masih merawat pertentangan dengan Tan Malaka. Dalam bab terakhir bukunya mengenai kudeta Madiun 1948, Harry Poeze melakukan survei terhadap tulisan-tulisan mengenai kudeta Madiun yang ditulis pasca 1965. Dalam survei itu Poeze menemukan beberapa tulisan orang PKI yang masih membawa-bawa Tan Malaka, selain Soekarno-Hatta tentu saja, dalam analisisnya mengenai kudeta di Madiun itu. Peristiwa 1925-1926, saat Tan Malaka menolak rencana perlawanan bersenjata PKI terhadap pemerintah kolonial, menjadi dendam yang menahun. Bagi Tan Malaka sendiri, peristiwa 1926 itu jadi erupsi yang meledakkan perpisahannya dengan PKI, juga Moskow. Dan sejak itu Tan Malaka mulai mendapat sebutan Trotskyist, cap tidak enak yang biasa disematkan di jidat orang-orang yang tak setia dengan garis resmi politik Soviet. Jika PKI menjadi tabu karena secara resmi memang dilarang oleh negara, Tan Malaka tak pernah benar-benar menjadi sosok terlarang. Negara bahkan mengakuinya secara resmi sebagai pahlawan nasional pada 1963. Presiden Soekarno sendiri yang menandatangani beleid pengangkatan Tan Malaka sebagai pahlawan nasional. Dan beleid itu tidak pernah dicabut. Jadi, status kepahlawanan nasional Tan Malaka itu clear, jelas, tanpa keraguan.
Keep reading
Tulisan : Mata Hakim
Aku tumbuh dalam masyarakat yang setiap matanya adalah hakim. Bagaimana mungkin seseorang di nilai negatif hanya karena dia adalah seorang seniman. Bukanlah semua keindahan yang dilihat di dunia ini, masjid yang penuh kaligrafi dan ornamennya, gereja yang begitu indah dengan hiasannya, dan berbagai keindahan yang dikenakan dalam bentuk warna dan motif kain, semua itu lahir dari tangan para seniman. Bahkan mereka (para seniman) belajar menghabiskan banyak waktu dan pikirannya untuk itu.
Bagaimana mungkin seseorang dinilai tidak berharga hanya karena pendidikannya tidak setara, padahal pada masa sebelum semua hal dihargai dengan gelar dan sertifikat seperti saat ini, manusia dimanusiakan bukan karena gelar sarjana itu tapi karena kebaikan budi, kerendahan hati, dan ketinggian ilmunya. Bagaimana mungkin harga diri seorang manusia ditentukan dari selembar kertas ijazah dan saldo rekening di bank sebagai bukti gaji bulanan.
Bagaimana mungkin seorang manusia dinilai ahli neraka hanya karena saat ini ia belum pandai beribadah sebagaimana orang lain. Bagaimana mungkin seorang manusia dihakimi padahal proses hidupnya belum selesai. Bagaimana bisa seorang manusia tega mematahkan harapan manusia lain pada kebaikan-kebaikan yang Allah janjikan. Sebegitu sombongkan manusia hingga merasa dirinya lebih benar daripada orang lain?
Aku tumbuh dalam masyakart dengan mata-mata yang penuh penghakiman. Kala kebaikan dinilai dari apa yang tampak oleh mata. Kala kebaikan dinilai dari gelar sarjana, pekerjaan dan gaji bulanan. Kala manusia dihargai karena kecantikan dan ketampanan. Kala manusia semakin takut pada ketidakmapanan dan kehilangan kenyamanan.
Aku rindu dunia yang sunyi. Agar aku bisa membangun duniaku sendiri. Sayangnya tidak pernah ada, mungkin di surga nanti. Aku rindu untuk bisa ke sana.
Yogyakarta, 30 Maret 2016 | ©kurniawangunadi