Age is just a number, benarkah begitu?
Seperempat abad itu perjalanan yang tidak mudah karena, "everyone has their own struggles."
Ketika aku melihat sekeliling ada banyak keindahan. Purwarupa keberhasilan yang dicitrakan dengan seremonial masing-masing; melalui update status di sosial media misalnya.
Sebagai bentuk apresiasi dirinya, bentuk kebanggaan dirinya, bentuk dia merayakan apa yang dianggapnya sebagai pencapaian. Itu semua tampilan yang akan selalu mewarnai hidup kita sampai akhir nanti.
Aku dan kamu, kita tidak akan pernah terlepas dari keindahan semacam itu. Namun, kita punya pilihan.
Pilihan untuk menjadikannya menyilaukan atau menjadikannya motivasi untuk tetap bergerak, maju, dan bertumbuh dari apapun yang sedang kita jalani dan usahakan saat ini.
Aku tau, aku tidak pernah sendirian. Aku telah melalui banyak hal. Seperempat abad bukan angka usia yang sebentar. Seperempat abad aku hidup, saat aku mampu melewati masalah satu demi satu aku semakin kuat dan bertumbuh darinya.
Aku jadi keingat kata Nick Saban, "What happened yesterday is history. What happened tomorrow is mystery. What we do today makes a difference: the precious present moment."
Itulah yang bisa kita usahakan saat ini, memanfaatkan waktu karena usia berhenti sampai di mana kita tidak pernah tau.
"Time is priceless. You can't own it, but you can use it. You can't keep it, but you can send it. Once you've lost it, you can never get it back" (Harvey Mackay).












