Day 16: Someone I miss
Bercerita tentang merindukan seseorang, yang malam ini dan malam-malam sebelumnya selalu aku rindukan adalah mas suami. Entah bagaimana, dulu sebelum menikah, jarak antara WITA dan WIB bisa dilalui hanya dengan berbalas pesan via email setiap akhir pekan. Setelah itu pun masih dilanjut LDR. Ketemu terakhir sebelum menikah di bulan Januari waktu mas mau tes SKD CPNS. Rencana awalnya mau pulang bulan April sekalian silaturahim keluarga besar, namun rencana hanya rencana karena corona. Mas tidak bisa pulang entah sampai kapan. Bahkan kali kedua lebaran idul fitri di tanah perantauan.
Maaf-maafan via vidcall. Mas yang disana tanpa keluarga, aku yang bisa kumpul dengan keluarga malah mewek. Ngrentes rasanya. Mas malah yang nguatin aku. Harusnya kebalik ya 😂
Dan pada akhirnya, mau bagaimana pun akhirnya mas harus pulang karena mau nikah. Agustus, baru ketemu lagi. Jadi kalau ditanya persiapan nikahnya gimana? Nyiapin sendiri-sendiri yang bisa di handle. Emang nggak capek? Capek. Tapi harus jaga pikiran sama hati biar tetap waras karena keadaan kami berbeda. Harus saling legowo, saling menguatkan.
Sampai pada hari H setelah nikah, mas dapat cuti 14 hari. Itu hitungannya sudah panjang dibandingkan yang lain. Hiks.
Jadi kalau aku hitung, setelah nikah bulan Agustus sampai sekarang Oktober. Dua bulan, dan baru 10 hari kami bersama. Terhitung 7 hari setelah nikah dan 3 hari waktu mas pulang buat tes SKB.
Nggak usah dibayangin, kalau kata mas jalani aja. Jangan ditanya gimana kangennya, yang jelas kangen sekangen-kangennya.
Doaku, doa kami. Semoga jarak ini tidak lama. Besok pengumuman final CPNS. Meski sudah tau dari hasil live score dan perhitungan persentase sendiri. Rasanya masih deg-degan. Semoga benar, akan ada banyak kabar baik untuk kami. Aamiin
Rumah, 29 Oktober 2020














