Aku kehilangan diriku setiapkali aku mencintai seseorang terlalu. Aku kehilangan seseorang yang kucintai, setiap kali aku menemukan diriku lagi. Tak bisakah kita mencintai dan dicintai tanpa harus kehilangan?
TVSTRANGERTHINGS
art blog(derogatory)
Misplaced Lens Cap

#extradirty

@theartofmadeline

Product Placement

oozey mess

Origami Around
Alisa U Zemlji Chuda
NASA
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
$LAYYYTER
Lint Roller? I Barely Know Her
Jules of Nature

tannertan36
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
sheepfilms

PR's Tumblrdome
No title available

祝日 / Permanent Vacation
seen from South Africa

seen from Singapore

seen from United Kingdom

seen from Germany

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Japan
seen from Pakistan
seen from France
seen from Malaysia
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Italy
seen from Germany

seen from Netherlands

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@rdewitasilaban
Aku kehilangan diriku setiapkali aku mencintai seseorang terlalu. Aku kehilangan seseorang yang kucintai, setiap kali aku menemukan diriku lagi. Tak bisakah kita mencintai dan dicintai tanpa harus kehilangan?
Hai tuan,
Mungkin hari ini 22 Desember engkau tak mampu mengucapkan selamat hari ibu kepada ibumu.
Aku ingin mengucapkannya. Kepadamu.
Tapi terbatas ingin dan jarak, jua kesempatan.
Kenapa, di hidup yang cuma sekali saja ini.. kita tak mampu bersama?
Americano
Aku suka mengawetkan kenangan dalam rupa menu-menu makanan di setiap kafe yang kukunjungi.
Sejak kapan aku penikmat Americano? Jawabannya sejak kau tak lagi ada.
Sejak kapan??
Dulu, aku jatuh cintanya sendirian. Lucunya aku pernah bahagia meski rasa yang kukira itu cinta, pernah mampir walau menggoreskan luka.
Bodohnya aku, dulu kupikir engkaulah jawaban dari doa-doaku. Kepadamu aku merasa aman.
Berjalan bersamamu aku seumpama berteduh di tempat yang aman tak takut jika petir menyambar.
Sejak kapan Americano bersahabat di lidahku?
Sejak saat itu. Ada hari di mana aku tak mampu menuliskanmu dalam rupa puisi terbaik, ada juga hari di mana kau kukenang meski tak lagi indah, ada juga hari di mana kau kudoakan, ada juga hari di mana aku berharap kau bahagia. Selalu.
Sebab saat melepasmu, bahagiamu adalah satu yang kulangitkan. Meski, di bumi masih menapak bahagiaku mencari jalannya.
Kopiku pahit, namun aku candu.
Bagaimana bisa aku masih menemukanmu di tengah keramaian itu?
Bagaimana bisa mataku masih bisa menangkap matamu di keramaian itu?
Bagaimana bisa jantungku berdegup tak karuan ketika semesta tak sengaja mempertemukan kita?
“Hai apa kabar? Lama tak bertemu” adalah frasa yang ingin kukatakan ketika melihatmu namun kuurungkan niatku sebab rasa takutku jauh lebih besar ketimbang keinginanku untuk menyapamu, tuan.
Kau terlihat baik.
Wajahmu masih sama.
Sialnya, aku menemukanmu di tempat yang aku sama sekali tak ingin ditemukan orang lain.
Jangankan orang lain, aku sendiri pun sering mempertanyakan keberadaanku di bumi ini untuk apa?
Aku pernah sekali berdoa kalau memang Tuhan tidak izinkan aku untuk dicintai, aku tidak ingin hidup lebih lama lagi di dunia ini.
Sebab aku tidak ingin dalam setiap hela nafasku, rasanya berat karena aku harus memikirkan diriku yang menjadi beban kesedihan orang lain. Hehe
Kenapa di hidup yang cuma sekali ini, kisah Cintaku tidak seberuntung orang2, ya?
Aku suka mengawetkan kenangan dalam rupa makanan atau minuman yang aku konsumsi.
Aku suka mengenang segala sesuatu. Yang baik dan yang buruk, meski tak lagi hangat untuk dikenang.
Ada puisi yang kutuliskan sembari menyesap segelas americano. Ada juga puisi yang tak mampu kuselesaikan sampai habis kopiku. Akan selalu ada secuil ruang untuk puisi-puisi lama itu. Yang ketika aku membacanya ulang, detik itu juga aku menyadari aku butuh kopi untuk menyelesaikannya.
Hai, americano tanpa gula. Apa kabarmu hari ini?
Kuharap engkau dicintai dengan baik dan ada kata saling didalamnya. Sebagaimana aku dan americano yang saling menertawakan sunyi yang tiba-tiba hadir.
Dulu aku pernah percaya bahwa aku ini satu-satunya.
Dulu aku pernah percaya bahwa wajahku dijadikan seseorang sebagai foto profil wasapnya.
Dulu aku pernah percaya pada cinta yang kulihat di gereja sewaktu aku natal.
Dulu aku pernah percaya bahwa aku tidak jatuh cinta sendirian ternyata aku salah.
Aku cinta sendirian.
Aku tidak dicintai dengan layak oleh seseorang yang kuyakini mencintaiku.
Betapa bodohnya aku, dulu.
Engkau memiliki banyak list kafe estetik, coffee shop murah dan enak beserta promonya, film yang sedang trending, cerita tentang pekerjaanmu, lampu merah di persimpangan yang seringkali kau tunggu hijau padahal ia sering rusak, polisi yang sering merazia di dekat tempatmu bekerja, hidungmu yang kerapkali ingusan kala musim penghujan tiba, buku-buku yang sudah masuk keranjangmu namun belum kau bayar.
Begitu banyak kisah yang ingin kau bagikan.
Namun, di hidupmu yang menyedihkan ini engkau tidak punya someone to talk.
Aku ingin menenggelamkan diriku di laut biru bernama matamu.
Kala malam tiba dan kantuk tak kunjung mampir.
Aku sering berkelahi dengan isi kepalaku.
Sesekali aku berpikir bahwa semua lelaki sama saja. Pasti pilihannya cuma 2.
Masih terjebak di masa lalunya atau tidak bisa setia dengan satu perempuan.
Kadangkala aku bertanya pada diri sendiri percintaanku apakah memang tidak akan pernah menemukan peruntungannya sendiri? Akankah kisah cintaku menemukan happy ending nantinya?
Bahkan, dalam pemikiran seperti itupun, aku tak mampu menghibur diriku sendiri dengan kekhawatiranku itu.
Andai saja aku mampu, aku ingin meminta maaf pada diriku karena di kehidupan sebelumnya aku sering jatuh cinta pada yang salah.
Seandainya bisa, aku ingin memeluk luka dalam dadaku erat2.
Teruntuk diriku, aku memaafkanmu.
Dulu seorang teman pernah berkata padaku bahwa level cuekku di atas rata-rata bahkan setan pun minder sehingga begitu banyak manusia yang diutus untuk mengurusi hidupku. 😂
Jadi, begini….
Beritahu aku belumku yang mana yang mengusik sudahmu?
Atau
Sudahku yang mana yang mengusik belum-mu?
Sebab, di sela-sela sibukku aku tidak sempat memikirkan secuil pun isi postingan instagrammu, bagaimana kehidupanmu, masih adakah uangmu untuk membeli kuota agar kau bisa terus menyaksikan kehidupanku?
Menurut hematku, jika engkau masih sempat mengurusi kehidupan orang lain, maka engkau belum cukup sibuk dengan hidupmu.
Aku punya banyak promo kopi di coffee shop favorit kita dulu. Namun aku sering mengurungkan niat pergi ke sana sebab aku tak lagi memiliki teman pergi ke sana seperti saat masih bersamamu dulu.
Malam ini aku baru saja selesai berbincang pada Tuhan.
Aku bercerita tentangmu.
Sesungguhnya ada banyak hal yang terlewatkan.
Ada banyak sayang yang dibiarkan menguap begitu saja tanpa sempat diutarakan.
Ada banyak cinta yang terselip di daftar blokiran.
Ada banyak gaduh di kepala yang sampai saat ini masih gemar berkeliaran.
Aku tahu, kau pasti bahagia meski bukan denganku.
Itu salah satu dari isi doaku saat dulu kau patahkan aku.