Aku kehilangan diriku setiapkali aku mencintai seseorang terlalu. Aku kehilangan seseorang yang kucintai, setiap kali aku menemukan diriku lagi. Tak bisakah kita mencintai dan dicintai tanpa harus kehilangan?

shark vs the universe
Lint Roller? I Barely Know Her
h
macklin celebrini has autism
Not today Justin

if i look back, i am lost

titsay
Xuebing Du
official daine visual archive
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Claire Keane

Game Changer & Make Some Noise
almost home
Today's Document

No title available
Cookie Run:Kingdom Official!
Fai_Ryy
d e v o n
Misplaced Lens Cap

No title available

seen from Germany

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Canada

seen from Spain

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Indonesia
seen from Ukraine

seen from Spain
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@rdewitasilaban
Aku kehilangan diriku setiapkali aku mencintai seseorang terlalu. Aku kehilangan seseorang yang kucintai, setiap kali aku menemukan diriku lagi. Tak bisakah kita mencintai dan dicintai tanpa harus kehilangan?
Aku ingin menangisi diriku di gelapnya malam.
Lalu air mataku menjadi pemantik tidur.
Satu hari aku pernah berpikir, andai saja di perjalananku mencari kutemukan yang mampu berkomitmen dan merasa cukup denganku, mensyukuri kehadiranku di bumi, serta takut aku hilang…
Mungkin,
Aku
Jatuh.
Sedalam. Itu.
Betapa beruntungnya mereka yang dicintai dengan layak.
Dalam gelap malamku,
Yang kudengar hanya suara ac dan sesekali tarikan ingus.
Aku malam ini mengakui kekalahanku pada sepi.
Aku rindu mengabari seseorang “aku tidak bisa tidur”
Kantuk tak jua mampir.
Kepalaku adalah kota sibuk.
Seandainya saja cinta hadir tanpa perasaan takut di dalamnya.
Aku ingin jatuh cinta (lagi) namun tetap merasa tenang.
Sebab cinta kadang hadir serupa kecemasan yang punya banyak wajah.
Sesekali saya bertanya dalam setiap kesepian yang datang menyelinap di antara ciumanku dengan secangkir kopi.
“Adakah satu di antara manusia yang pernah bertemu aku, hidupnya menjadi berwarna?”
“Adakah satu di antara jutaan manusia di bumi ini yang terus mendoakan aku?”
“Adakah satu di antata ribuan doa yang dilayangkan ke langit, terselip namaku untuk jadi alasannya bahagia?”
Adakah?
Kurasa tidak.
Terlepas dari segala hal di dunia ini,
Saya masih jauh dari kata sempurna.
Bahkan untuk mencapai sempurna adalah suatu kemustahilan.
Saya cuma manusia yang berpengharapan meski acapkali doa belum di jawab hari ini.
Mungkin esok.
Mungkin lusa.
Saya cukup senang bisa hidup menjadi berkat bagi orang lain.
Jika talenta yang saya punya bisa menjadi manfaat buat yang lain, saya happy.
Bahagia saya double ketika saya bisa jadi perpanjangan berkat dari Tuhan.
Kadang aku ingin melipat kesedihan seumpama baju kusut yang menolak kusetrika.
Adakah dalam setiap malam seseorang berdoa agar kelak ia dipertemukan denganku dan akulah jawaban dari doa-doa panjangnya selama ini?
Aku mendengar suara laju kendaraan.
Aku mendengar suara deru AC yang kuatur mode sleep.
Aku mendengar seruan di kepalaku.
Aku mendengar suara jangkrik.
Aku mendengar suara nyamuk berdegung.
Aku mendengar suara jantungku.
Di kamarku yang hening ini, sesekali aku ingin terlelap karena seseorang mendoakan aku untuk tidur yang nyenyak.
Hari- hariku sibuk bekerja, menyibukkan diri dengan rutinitas harian.
Mentransfer ilmu yang kupunya.
Sesekali aku kehabisan energi.
Melipir ke coffee shop terdekat, memesan secangkir kopi. Kadang americano kadang juga kopi susu tergantung mood.
Kubuka notifikasi hapeku.
Semua pesan hanya transaksional.
Sepulang kerja, sepanjang jalan aku masih gemar memikirkan banyak hal.
Ternyata sibuk tidak meredam bising kepalaku.
Barangkali cinta hakikatnya tidak diciptakan agar berpihak kepada semua orang.
Aku sesekali menulis.
Meski tak tahu siapa pembaca beruntung yang menemukanku.
Aku sesekali membaca agar aku merasa beruntung telah menemukan tulisan-tulisan yang mewakilkan aku.
Di kehidupan yang hanya satu kali ini, jika waktu bisa kuputar kembali maka aku akan memilih untuk tidak jatuh cinta. Kepadamu. Kepadanya. Kepada siapapun .
Kecuali, kopi pahit ini.