Kata teman-teman hari ini tumblr di band oleh Kemenristek tapi kenapa saya masih bisa buka terus ngepost ini juga ya? #tanyakenapa padahal buka pake wifi biasa gak ngubah vpn bla bla itu. Buka via app. #sleepforwake #6maret2018
KIROKAZE
Today's Document
Sweet Seals For You, Always
No title available
occasionally subtle

No title available

Product Placement
Claire Keane
Sade Olutola
Misplaced Lens Cap
we're not kids anymore.
YOU ARE THE REASON
🩵 avery cochrane 🩵

Discoholic 🪩
Monterey Bay Aquarium
Lint Roller? I Barely Know Her

Andulka
art blog(derogatory)
d e v o n
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

seen from Canada

seen from Canada

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from China
seen from Malaysia

seen from Türkiye
seen from Poland

seen from Canada
seen from Israel
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Iraq
seen from Canada
seen from Canada
seen from Jamaica
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Spain
@reabzzath
Kata teman-teman hari ini tumblr di band oleh Kemenristek tapi kenapa saya masih bisa buka terus ngepost ini juga ya? #tanyakenapa padahal buka pake wifi biasa gak ngubah vpn bla bla itu. Buka via app. #sleepforwake #6maret2018
Reun14n! ------ Alhamdulillah bisa ketemu teman-teman masa perkembangan dulu. Teman main selama 6 tahun! Dari masa cengeng karena jauh dari orangtua dan rumah sampai 'cengeng' karena beban ujian Tahfiz & pondok makin berat. Belum lagi masa-masa persiapan ujian akhir yang bikin otak panas. Tapi kebahagiaan di HK masih jauh lebih banyak dibanding sama susahnya. Masa-masa makan di kertas nasi sampe antri makan di 'thobaq' karena males cuci piring dan akhirnya kita dibikinin ruang makan baru dan makan di tray besi. Jelajah alam keliling kaki gunung Ciremai yang cukup bikin betis ini kaya abang becak 😂 Renang bareng ikan siluman di Cibulan habis itu beli serabi. Perizinan ke Kuningan kota atau Cirebon demi dapet warnet sepi dan cepet😅 Beli nasi goreng yang nasinya kita ambil dari jatah nasi tambahan. Makan di warmus dan warung nenek. Ngincer sambel, telur dadar dan ususnya yang enak bangett. Waktu liqo yang lebih sering dipake izin kemana-mana (re: jajan, ke Fajar, foto di Pink sampe ngenet) dan banyak hal sederhana lain yang bikin kita seneng 😄 ------ Terimakasih teman-teman panitia yang sudah mewujudkan Mumbai kita bersama buat Reun14n dan punya ketua yang Sah sejak 7 tahun lalu :) ------- Terimakasih suamiku @abdelsetya yang mengizinkan, menemani ke acara ini :) makin ngerti sama HK ya sekarang. Hehe ------- Terimakasih teman-teman Waly dan semua angkatan 14 yang datang! Semoga ada Reu14n lagi ya Pak @qaulansadid ------- Reun14n! Seakan baru kemarin! (at Villa Osmond Lembang Bandung)
IIP (?)
Awal mula tahu IIP itu tahun lalu atau dua tahun lalu dari senior yang pernah posting jarkoman pendaftaran IIP aka Institut Ibu Profesional. Saat itu saya belum tertarik untuk mendalami dan mendaftar. Seiring berjalannya waktu saya melihat teman-teman sering memposting tugas yang diberikan ketika mengikuti IIP. Rasanya seru bisa bercerita pengalaman sehari-hari dan selalu mendapat insight darinya. Ketika mendapat jarkom pembukaan IIP batch 5 saya bersemangat untuk mendaftar. Disana baru tahu penjelasan apa itu IIP dan tertarik untuk terus mengikuti kelas-kelasnya. IIP menjadi sarana pembelajaran untuk menjadi ibu yang baik. Diawali dengan kelas matrikulasi setelah lulus bisa lanjut ke kelas lain seperti kelas Bunda Sayang dll. Daan yang langsung terasa setelah masuk adalah 'ini beneran kaya kuliah' dan memang butuh konsistensi untuk bisa tetap perform disini.
Cerita perjalanan bertemu IIP . Perasaan saat masuk kelas matrikulasi itu bersyukur plus deg-deg kan karena sebelumnya saya tertinggal di kelas pra matrikulasi. Dua minggu drop sakit thypus dan jarang sekali membuka wa. Beberapa waktu kemudian ada pengumuman di grup IIP Foundation kalau kelas matrikulasi dibuka untuk seluruh member. Tahu sudah telat satu hari mengetahui informasi ini saya langsung tancap daftar. . Waktu pendaftaran saya juga sempat salah. Karena cemas, takut tidak masuk akibatnya agak salah ngeh dengan aturan. Awalnya saya mendaftar di kelas remedial karena tidak ikut di kelas pra matrikulasi setelah itu saya baru mendaftar di form sebenarnya. Berkali-kali bertanya ke admin grup karena kesalahan saya dan diberitahu nanti akan dihubungi oleh orang pusat. . Setelah semua persyaratan saya upload setiap ada perkembangan daftar nama peserta kelas matrikulasi langsung saya buka sambil menunggu email konfirmasi dari IIP. Alhamdulillah senang sekali melihat nama sendiri tercantum. Seperti saat melihat nama di pengumuman lolos simak dulu 😂 . Semoga dengan rezeki ini saya bisa mengoptimalkan peran dan ilmu yg diberikan oleh IIP melalui kelas matrikulasi. Tak lupa membaginya dengan teman-teman semua walaupun ilmu saya pun pas-pasan. Terakhir harapan saya semoga kedekatan dengan anggota lainnya juga semakin erat. Amiin. #iipdepok #siswabaru #ceritaaizzat
Semenjak menikah jadi suka iseng-iseng bikin masakan kalau lapar. Ini sebenarnya mie rebus sisa semalam yang dimasak setelah hampir dua jam nyetrika sampai jam 1 malem :’( karena kelelahan dan mulai badmood akhirnya memutuskan makan mie sebelum tidur. Ngerasa kebanyakan kalau ngabisin 1 bungkus akhirnya dibagi dua. Daan, foilaa, pagi ini sisa mie yang awalnya mau kubikin ala fettuccine cheese malah berakhir di mie goreng kriuk tahu. Haha. Kesian liat tahu putih yang gak habis-habis, akhirnya aku goreng stick dan dioseng pake bumbu bawang putih + rawit hijau merah. Karena gemesh kaya kosong banget akhirnya mie rebus kumasukan aja jadi mie goreng. Wkwk. Overall puas si sama hasil dan rasanya plus melatih kreatifitas insting memasak. #marriagelife #cooking
Depok, 16 Agustus 2017
#kebanggaanmahasiswa Sore tadi ayah mengirimkan link berita tentang aksi demo mahasiswa UNS terkait kekecewaan terhadap beberapa kebijakan Jokowi-JK. Lihat laki2 pojok kanan? Itu adikku. Maba UNS yg sekarang sudah terjun ke aksi jalanan. Kaget, campur haru. Pagi tadi aku pun menerima jarkom Kajian berbentuk surat terbuka dari Mahasiswa ITB. Isinya cukup padat dan lengkap, jujur aku menyukainya. Aliansi bem SI (Seluruh Indonesia) juga berencana mengadakan aksi 121 (eh apa 212 ya?). Aksi memang menyenangkan, dulu aku cukup sering turun ke jalan memenuhi kuota massa aksi sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Hanya sekali rasanya aku berani berorasi di atas mobil sound. Aku lupa aksi apa yang jelas aksi diadakan di depan istana Negara. Aku berdiri di depan Pak Polisi dalam formasi border. Bagaimana rasanya? Jelas aku keringat dingin, cemas, deg2kan dan bingung harus berbicara apa. Ketika namaku dipanggil ke depan, rasanya ingin kabur saja. Tak mau berorasi depan orang banyak. Nasi sudah jadi bubur, mau tak mau pantang mundur. Akhirnya aku maju ke depan dg segenap keberanian dan alur kata2 yg aku siapkan. Saat naik ke atas mobil sound, aku tidak berorasi dg gaya semangat 45. Aku lebih memilih menceritakan sebuah fakta dari sudut pandangku dan membawanya sebagai keresahan bersama. Mungkin lebih terlihat sedang presentasi ppt. Haha. Yang penting selesaikan orasinya, tutup dengan yel-yel penyemangat dan aku turun dari mobil sound. Alhamdulillah, teriakanku disambut masa aksi, itu menjadi kebahagiaan yg tak terdefinisikan. (maklum anak belakang layar, gak pernah ngerasain jadi 'bintang') Aksi-aksi selanjutnya aku tak pernah orasi lagi. Aku lebih sering berkeliling ke warga sambil membagikan dan menjelaskan kajian yg melatar belakangi kami turun aksi. Aku kembali menjadi anak belakang layar :') kangen rasanya ingin kembali mencoba berorasi di atas mobil saund. Kesempatan tak datang 2 kali, untung saja dulu aku nekat mengambil kesempatan itu. Hidup Mahasiswa! #day9 #30haribercerita #9Januari2017 #aksi #mahasiswa
Aku dan Galeri Aku bukan orang yang paham dengan seni. Cita rasaku juga pas-pasan. Tapi aku senang sekali berkunjung ke pameran. Pameran foto, lukisan, kerajinan tangan atau hal-hal 'nyeleneh' lain hasil kreatif seseorang. Memperhatikan itu semua membuatku merasa nyaman. Ada decak kagum yang menghampiri. Ada kebingungan dalam memaknai karya. Ada semangat yang berbalut imajinasi. Mendorongku untuk bisa belajar dalam memahami perkara dari sudut lain. Sudut yang mungkin terlihat biasa saja namun kita lupa bahwa cara itu adalah dasar kita dalam memahami sesuatu. Atau sudut terbalik yang tak pernah kita pakai. Kadang agak sulit mencari teman yang mau menemani pergi ke pameran atau galeri. Sedih kalau harus menikmatinya seorang diri. Bukan apa-apa, nanti tidak ada partner yg mengambilkan kita foto dengan berbagi koleksi pameran. Hehe. Aku senang berfoto dengan koleksi pameran. Apalagi dengan bentuk yang tak biasa. Hal-hal unik yang senang rasanya untuk diabadikan dan dibagikan dengan teman-teman lain. Beberapa kali berhasil menodong teman untuk menemani. Alhamdulillah mereka senang dan kedepannya bisa kujadikan target yang diajak ke pameran lain. Hoho. Beberapa galeri yang sering mengadakan pameran itu ada Galeri Nasional, tepat di sebrang Stasiun Gambir. Ada Galeri Foto Antara, bagian depan dari komplek Pasar Baru. Salihara, di daerah Pasar Minggu. Galeri Indonesia Kaya di GI. Sedikit galeri yang cukup aktif membuat pameran dan cukup sering kukunjungi. Mungkin beginilah caraku mencintai seni. Mensuport seniman dengan menikmati karyanya dan mendatangi pameran yang ada. Bagaimana dengan kamu? #day8 #30haribercerita #8Januari2017 #galerinasional #galeriantara #salihara #seni
#Gale-ryans Aku bukan orang yang paham dengan seni. Cita rasaku juga pas-pasan. Tapi aku senang sekali berkunjung ke pameran. Pameran foto, lukisan, kerajinan tangan atau hal-hal 'nyeleneh' lain hasil kreatif seseorang. Memperhatikan itu semua membuatku merasa nyaman. Ada kekaguman yang menghampiri. Ada kebingungan dalam memaknai karya. Ada semangat yang berbalut imajinasi. Mendorongku untuk bisa belajar dalam memahami perkara dari sudut lain. Sudut yang mungkin terlihat biasa saja namun kita lupa bahwa cara itu adalah dasar kita dalam memahami sesuatu. Atau sudut terbalik yang tak pernah kita pakai. Kadang agak sulit mencari teman yang mau menemani pergi ke pameran atau galeri. Sedih kalau harus menikmatinya seorang diri. Bukan apa-apa, nanti tidak ada partner yg mengambilkan kita foto dengan berbagi koleksi pameran. Hehe. Aku senang berfoto dengan koleksi pameran. Apalagi dengan bentuk yang tak biasa. Hal-hal unik yang senang rasanya untuk diabadikan dan dibagikan dengan teman-teman lain. Beberapa kali berhasil menodong teman untuk menemani. Alhamdulillah mereka senang dan kedepannya bisa kujadikan target yang diajak ke pameran lain. Hoho. Beberapa galeri yang sering mengadakan pameran itu ada Galeri Nasional, tepat di sebrang Stasiun Gambir. Ada Galeri Foto Antara, bagian depan dari komplek Pasar Baru. Salihara, di daerah Pasar Minggu. Galeri Indonesia Kaya di GI. Sedikit galeri yang cukup aktif membuat pameran dan cukup sering kukunjungi. Mungkin beginilah caraku mencintai seni. Mensuport seniman dengan menikmati karyanya dan mendatangi pameran yang ada. Bagaimana dengan kamu? #day8 #30haribercerita #8Januari2017 #galerinasional #galeriantara #salihara #seni
Konsep Menerima dan Melupakan Ada salah satu kalimat di buku hujan yang kusuka tentang melupakan. Kurang lebih kata2nya begini, Bukan melupakan yg jadi masalahnya. Tapi menerima. Barangsiapa yg bisa menerima, maka dia kan bisa melupakan. Tapi kalau dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan. Menurutku menerima bukan hanya menerima hal2 kurang baik yg terjadi dalam hidup sehingga kita bisa melupakan kejadian itu tanpa beban. Konteks menerima lebih jauh yg kupahami bagaiman kita juga bisa menerima keadaan orang-orang disekitar kita sehingga kita bisa melupakan hal buruk tentangnya atau pengalaman buruk dengannya. Kita selalu bersedia memaafkan dan menerimanya. Contohnya bisa pada orang tua dan anaknya. Kita sebagai seorang anak pasti pernah melakukan kesalahan atau bahkan sering melakukan kesalahan yg bisa jadi membuat orang tua kita sedih dan marah. Namun seberapa sering dan besarnya kesalahan kita, orang tua tetap akan menerima diri kita apa adanya. Mereka seolah lupa dengan kesalahan2 yg sudah kita dilakukan. Mereka tulus menerima kita apa adanya. Ini juga bisa kita terapkan saat ini berhubungan dengan orang lain. Rasa nyaman bisa muncul saat kita bisa menerima dirinya apa adanya. Ketika ada hal2 yg kurang kita suka, tak menjadi masalah yg dibesar2kan. Sedikit perbedaan tak mengapa, asal kita bisa mengendalikannya. Kita akan melupakan hal kecil itu untuk terus bisa menyesuaikan dengan kebaikan2 yang dimilikinya. Ini lebih manjur membuat hubungan kita lebih harmonis :) Aku masih terus belajar untuk bisa menerima dan melupakan. Menerima kekuranganku dan takdir2 yang kurang menyenangkan. Melupakan pemikiran semua hal tadi akan baik-baik saja, hingga akhirnya aku bisa lebih bersyukur dengan keadaan yg ada. Hidup harus terus maju. Maka terimalah semua dengan penuh syukur dan lupakan hal-hal yang dapat menganggumu. #Day7 #30haribercerita #7Januari2017 #hujan
Nyanyian Hujan Tak ada mendung di langit Depok hari ini Bahkan hingga langit berganti gelap Padahal beberapa hari ini selalu diguyur hujan Seperti menjadi sebuah kebiasaan Hujan turun sebagai pengantar tidur warga Depok Sepertinya mendung bermigrasi dalam diriku Sejak pagi kumpulan awan hitam colombus memenuhi kepala hingga sesak Tak ayal, hujan deras pun turun Diawali dengan rintik-rintik yang semakin besar dan akhirnya hujan deras mengguyur pipi ini Iringan piano Yiruma menambah syahdu Tak lama memang derasnya hujan turun Namun selang beberapa waktu kemudian hujan kembali turun dengan ritme yang sama membentuk sebuah irama Nyanyian Hujan #Day6 #30haribercerita #6Januari2017 #puisi #berantakan #newbie
Tuntutlah ilmu hingga Tiongkok. Foto bersama anak super jenius di Dunia. 6 anak Taiwan dg 5 medali emas 1 perak. Menjadi Best County IJSO 2016, Best Theory, Best Experiment. Ludes semua kejuaraan diambil. Semoga menjadi penyemangat tim Indonesia di tahun selanjutnya. #longlifeexperience #30haribercerita #5Januari2017 #day5
#memilihjodohyangtepat Sejak awal Desember lalu aku selalu kepikiran untuk membeli sepatu olah raga khususnya untuk lari dan sekalian yg bisa dipake naik gunung. Biar efisien (baca irit). Hehe. Makin panas dan mupeng itu setelah IJSO di Bali, salah satu kawan beli sepatu Reebok seharga 250ribu (diskonan dari sport station Centro Nusa Dua). Sayangnya aku baru tahu ada sale besar2an ketika perjalanan pulang ke Jakarta :'(. Bulatlah tekad u/ cari sale sepatu lari di beberapa store resmi daerah depok bersama seorang kawan yg ternyata punya niat sama. Muter2 di margo dan detos kami belum mendapat sepatu yg sesuai (harga dan model). Aku memutuskan menunggu akhir tahun saja mungkin akan ada sale besar2an yg up to 70%. Hehe. Hingga tahun berganti, kawanku mengabarkan jika dia sudah membeli sepatu di Lampung (rumah asalnya). Aku yg sudah agak lupa dan jadi maju mundur beli atau tidak jadi kepikiran lagi. Mulailah mencari-cari info di instagram mengenai harga sepatu dan bertanya ke kk sepupu. Hingga semalam seniorku yang kebetulan pelari handal #asiik (dia baru saja mendapat medali lari 55km dari tugu monas ke tugu kujang bogor. Woow. Amazing) mengenai hal2 yg perlu diperhatikan dalam memilih sepatu. Pertama, kita harus mengenali jenis kaki kita untuk menyesuaikan bentuk sepatu dan tapaknya. Caranya basahi kaki kalian lalu cetak kaki yg basah di selembar kertas untuk melihat pola yg terbentuk. Keterang lebih lanjut silahkan buka link ini, http://www.runningshoesguru.com/2009/03/a-simple-test-to-determine-your-foot-type-neutral-pronator-supinator/ Selain itu jika kalian ingin mengetahui ranking performa sepatu lari kalian dari review pemakai baik dari orang biasa atau expert bisa cek disini http://runrepeat.com/ranking/rankings-of-road-running-shoes Disana lengkap dijelaskan tentang detail informasi sepatu seperti keterangan jenis kaki, jenis penggunaan, nilai ranking sepatu dan review kelebihan dan kekurangan. Hampir semua merk internasional ada disana dan sepatu2 nya juga banyak yg beredar di Indonesia kok. Hal-hal diatas itu adalah pengetahuan baru yg cukup membantu dalam memutuskan mana sepatu yg ingin dibeli. Biasanya cuma lihat model dan merk sepatu plus harga diskonan. Hehe. Sekarang pertimbangannya jadi nambah susah, lihat nilai performa sepatu, cek jenis sepatu yg sesuai dg jenis kaki kita, harga diskonan dan merk. Rasanya jadi kaya mau milih jodoh ya, harus pertimbangkan bibit, bebet dan bobotnya. Supaya jodoh kaki kita tepat. Milih jodoh sepatu aja udah segini pertimbangannya, apalagi milih kamu jodoh sehidup semati. #eaaa #mulailagi #disambung2in #day4 #30haribercerita #4Januari2017
#Capturemoment Hari kepulangan Aira dan kepulangan ibu bapak ke Cirebon. Aku kembali ke Depok untuk menjalankan rutinitas freelancer (baca penggangguran). Harus banyak mencari peluang kerjaan ni untuk menghidupi perjalanan tahun 2017. Rutinitas harian sebelum Aira pulang itu foto-foto bareng ibu dan bapak. Tapi hari ini bapak sama sekali gak ada foto barengnya. Sedih si, suka gak berani ajak bapak foto karena beliau udah buru-buru ngajak berangkat dan duluan masuk mobil. Sampe di pesantren masih cukup sepi dan belum ada temennya Aira jadi dia duduk di mobil aja sambil nonton youtube. Semenjak temen deketnya pindah semester kemarin, dia jadi kehilangan semangat gitu dan setiap selesai penjengukan selalu nahan ibu biar gak pulang dulu. Raut mukanya juga sedih gitu. Seperti hari ini, sore dia nonton youtube di mobil, menjelang maghrib kita makan sore bareng karena dia gak akan dapat jatah makan malam dan masih makan cemilan hingga adzan. Setelah maghrib saat kita mau pulang, tetiba Aira bilang laper dan mau makan nasi lagi. Bapak yg udah di mobil dan siap pulang jadi harus nunggu karena Aira mau makan dan disuapi ibu. Setelah cukup kenyang dan tenang akhirnya dia mengizinkan kita pulang. Suka sedih memang, anak sekecil itu harus jauh dari orang tua dan punya beban berat di sekolah untuk menghafal Al Quran. Menjadi hafizhah memang butuh pengorbanan, semoga nanti Aira bisa merasakan sendiri manfaat dari hafalan yg dia miliki. Semangat adikku, walaupun kamu sudah berulang kali minta pindah, kamu tetap berusaha bisa betah disana dan tetap memberikan kebanggaan dg hafalan-hafalan yg kamu miliki. Semangat Aira, Aira bisa jauh lebih hebat dan kuat dari Nuna dan Mas :') #day3 #30haribercerita #3Januari2017
Mini Pompom Awalnya plan hari ini itu mau ke Ragunan atau ke TMII sekeluarga, refreshing dan ngajak si bontot jalan2. Sampe kelas 2 sd ini dia belum pernah ke dua tempat itu :'(( Mumpung lagi libur juga si dari pesantren soalnya besok dia udah masuk lagi kesana. Apa mau dikata plan itu berubah jadi wacana aja. Padetnya tempat2 wisata dan panasnya udara Bojong bikin kita semua ngendep dirumah aja. Sore bapak sempet ajak Aira (adik kecilku) pergi ke Yogya Toserba si tapi ya as usual, ngajak doang. Haha. Aku juga yg siang berencana ke Depok buat ketemuan sama temen batal karena awalnya denger mau pergi ke Yogya jadi mending ikut aja. Ternyata sama seperti kemarin, hari ini full time di rumah. Mau baca novel Muhammad Sang Penggenggam Hujan pun berhenti di halaman2 awal aja. Huhu. Padahal kemarin berhasil khatamin Tentang Kamu. Habis maghrib aku iseng oprek2 barang di kamar, udah tahu si barangnya ada apa aja karena setiap pulang pasti oprek2 sok nostalgia gitu. Hehe. Tapi tetep dilakukan sebagai rutinitas. Pas liat2 ternyata ada benang wool dan benang sulam. Keinget beberapa waktu lalu pengen banget bikin pompom, tanpa pikir panjang aku ambil aja benang wong yg cuma ada 2 buah. Berbekal ingatan di salah 1 akun ig '5minutescraft' aku iseng coba2 bikin, beberapa kali nyoba gagal mulu. Penasaran, akhirnya buka tutorial youtube aja. Bener, disana lebih jelas step pembuatannya. Ternyata aku salah ngiket bagian tengah pompom jadi pas digunting juga jadi salah. Percobaan selanjutnya alhamdulillah berhasil. Yeaay. #bahagiasederhana Aira kesenengan dibikinin beberapa pompom. Rencananya pompom ini mau ditempel di ujung pensil dia. Berhubung pensilnya blm ada jadi ini baru ada pompom mininya dulu ya. Liat2 di youtube jadi pengen bikin alas duduk/pajangan dari pompom deh. Next akan beli full bahan2nya di pasar. Semoga jadi ya bukan sekedar wacana. Amiin. Alhamdulillah hari ini gak gabut2 banget, ada hal yg berhasil dicobalah. Plus bisa main becanda sama Aira. Kesempatan yg jarang karena dia kecil2 udah di pesantren. See you tomorrow yaa :')) #Day2 #30haribercerita #2Januari2017
Sebelum habis hari ini, aku ingin sedikit bercerita tentang kamu. Buku pertama yg kubaca ditahun ini. Jalan ceritanya khas bang Tere, menilisik kehidupan dan sedikit ditambah sentilan2 keadaan saat ini. Aku sangat terkesima dengan sosok Sri Ningsih yg begitu tangguh. Adakah sosok ini dalam kehidupan nyata? Jawabannya, tentu saja ada, banyak mungkin jumlahnya. Itulah sebabnya kita diminta untuk selalu belajar melihat kebawah, melihat ada banyak orang yg mendapat ujian lebih berat dari kita yg jauh lebih kuat menghadapinya. Aku juga sangat senang dengan sosok Zaman Zulkarnain sebagai seorang pekerja yg tangguh. Aku harus memiliki etos kerja sepertinya karena memiliki pekerjaan sepertinya agaknya tak mungkin. Hehe. Aku seorang lulusan psikologi tak bisa menjadi pengacara kecuali aku mengambil sekolah khusus itu. "Aku tidak akan menangis sedih karena semua berakhir, aku akan tersenyum bahagia karena semua itu pernah terjadi" (Hakan Karim, 2016) Sederhana namun sarat makna. Maka aku pun akan memulai awal tahun ini dg senyum bahagia. Masalaluku adalah bagian dari sebuah pendewasaan. Setiap orang punya ceritanya sendiri, karena itu yg dibutuhkan untuk membuatnya naik tingkat. #welcome2017 #imready #day1 #30HARIBERCERITA
Selamat datang 2017. Mau belajar rutin bercerita disini. Barusan lihat ada tagar #30haribercerita di instagram, kepingin berpartisipasi tapi beda lapak. Hehe. Semoga bisa rutin dicoba disini :)
TENANG SAJA -Direkam oleh Ipada tahun 2015- Dan kalau ada salah neken tuts piano, itu disengaja, biar ada yang salahnya :)))
Tenang saja, perpisahan tak menyedihkan yang menyedihkan adalah, bila habis ini saling lupa Tenang saja, perpisahan tak menyakitkan yang menyakitkan adalah, bila habis ini saling benci
Bahwa kita pernah, selalu bersama-sama lalu kita sadar bahwa kita harus berpisah
Lupa, mudah melupakan semua, jangan saling melupakan Hilang, mudah menghilangkan semua, jangan saling menghilangkan
Diantara janji yang harus ada saat perpisahan. Untuk tak saling lupa dan melupakan :)