Ya Allah, aku marah sekali. Ini kesekian kalinya dia mengacaukan liburan kami. Ditinggal tidak bisa, diajak menyusahkan. Tidak bisakah kami bahagia dulu Ya Rabb?
Haruskah dia terus ikut? Apa dia tidak punya malu? Tidak paham batasan? Paling tidak becuslah merawat dirinya. Tetapi yang dia mau adalah dilayani 100% agar tidak perlu repot sendiri.
Ya Allah, adakah akhir dari manipulasinya yang semakin menjadi-jadi? Manipulasi yang, saking sering dan terbiasanya, jadi dianggap sesuatu yang wajar. Bahwa itu bukan manipulasi. Tetapi orang luar yang melihatnya saja paham, bahwa itu adalah permainan pikiran. Manipulasi.
Mau sampai kapan?
Ya Allah, tolong buat dia pergi dari sini. Biarkan kami hidup dengan tenang dan bahagia. Buat dia kembali ke rumahnya sendiri. Biar dia jalani hidupnya, kami jalani hidup kami.
Ya Allah, ampuni suamiku. Lapangkanlah sabarnya. Padamkan emosinya. Peluklah dia dengan rahmatmu, Ya Allah. Lembutkanlah hatinya. Buatlah dia melihat dengan jelas apa yang kabur atau terlalu buta baginya.
Ya Rabb, berkahilah suamiku dengan kesehatan paripurna dan umur yang panjang. Lancarkan dan mudahkanlah pekerjaan serta rezekinya. Limpahkanlah, Ya Allah.
Senantiasa lindungilah suamiku di mana pun dia berada. Jauhkan dari marabahaya, orang-orang yang berniat jahat, kecelakaan. Jagalah lisannya. Jagalah isi kepalanya.
Ya Allah. Datangkanlah kebahagiaan kami. Jauhkan dia segera dari kami. Kembalikan keluarga kecil kami seperti dulu, kali ini ber-4. Amin.
















