Tentang Candradimuka
Di rentang usia 20-21 tahun ini beberapa kali saya dapati saya merasa “bosan” dan “jenuh” dengan rutinitas yang itu-itu aja.
Kuliah-Ngerjain Tugas-ke Warteg-Repeat
Begitu aja seterusnya sampai Firaun wisuda.
Terus saya banyak baca mengenai artikel yang membahasa tentang “Quarter Life Crisis”.
Pas saya baca, dor!
Itu mah pas banget sama apa yang lagi saya rasain, di rentang usia 20-25 tahun, lagi ngerasa bosen, lagi nggak tau tujuan hidup mau kemana, lagi merasa hambar dengan urusan percintaan, dan serentetan kondisi lainnya.
Di masa “Quarter Life Crisis” itu masing-masing manusia punya caranya sendiri untuk memilah batu loncatan mana yang akan mereka pijaki, sebagai jalan menuju tujuan hidup berikutnya.
Ada yang bikin bisnis start up, ada yang lanjutin kuliah, ada yang kerja di perusahaan multinasional, ada yang jadi musisi, ada yang jadi guru buat anak jalanan, macem-macem pokoknya.
Lah lalu saya?
What have I done, this past 20 years?
Itu pertanyaan yang setiap hari muter-muter di atas kepala saya, minta jawaban!
--
Singkat cerita, saat itu saya sedang iseng berselancar di Instagram, berkirim pesan bersama dua tiga kawan, lalu ada satu kawan yang memang saya tahu sudah lama punya ide mendirikan suatu komunitas mengajar, lantas saya iseng bertanya;
“gimana komunitasnya, udah berjalan sampai mana?”
Berawal dari pertanyaan itu, serentetan kisah muncul dari kawan saya tersebut, ia berujar kalau ternyata ia sebenarnya membutuhkan orang dengan visi yang sama untuk mewujudkan mimpinya ini.
Tanpa aba-aba, ia langsung menawarkan saya menjadi salah satu founder komunitas mengajar tersebut.
Enggak tahu kenapa, tanpa pikir panjang, saya langsung jawab “iya, mau.”
Akhirnya saya dan beberapa kawan, bertemu di salah satu kedai kopi, membahas komunitas ini.
Ngobrol aja dulu, pikirku saat itu.
Dari setiap percakapan yang kami bangun, kami seperti menemukan chemistry, nggak tahu kenapa tiba-tiba klik aja!
Selepas hari itu, hari-hari selanjutnya kami isi dengan meeting persiapan mulai dari logo, arti logo, kurikulum, dan konsep yang akan kami bawa ketika nanti komunitas ini terbentuk.
Abracadabra!
Kami namakan komunitas ini Candradimuka Education dengan tagline, “education
Komunitas ini bergerak dalam pengajaran pendidkan karakter di Kota Purwokerto dengan sasaran panti asuhan.
Singkat cerita, kami melakukan open recruitment untuk volunteer
Tapi, dalam masa-masa pencarian pengajar sukarela hingga masa pelatihan, saya belum bisa hadir, karena saya masih berada di Thailand untuk menyelesaikan proyek sosial lainnya. Nanti akan saya ceritakan hehe.
Hari pertama saya berkenalan dan berbagi ilmu kepada mereka, sangat luar biasa!
Saya seperti ditampar sekuat-kuatnya oleh keadaan
Bahwa ternyata teman-teman kecil saya yang kondisinya kurang beruntung
Masih bisa tertawa lepas dan tulus
Entah kenapa setelah bertemu mereka, saya seperti menemukan koneksi emosional
Saya sanggup memahami kisah mereka, tanpa mereka perlu bercerita
Dari sini pula, empati saya mulai terpancing keluar
Dari sini juga saya belajar banyak tentang esksistensi manusia di dunia
Kalau nyatanya hidup nggak melulu soal diri sendiri
Hidup enggak melulu soal pencapaian diri,
Hidu juga engga melulu soal angka dan kedudukan seperti gaji sekianlah, IPK sekianlah, rumah seberapa banyaklah, teman seberapa ribulah, posisi inilah itulah
Buat apa mati-matian menghidupi diri sendiri, tapi nggak terasa manfaatnya buat orang lain?
Buat apa kerja lembur dari pagi sampai pagi, kalau melihat orang kesusahan aja enggan bantu?
Buat apa posting kebaikan di sosial media, tapi sebenarnya nggak pernah tertanam empati dalam diri?
Jawaban-jawaban atas pertanyaan tersebut akan terjawab sendiri
Lewat serangkaian kebaikan berkelanjutan yang kita lakukan
Lewat kemauan untuk mengubah kondisi lingkungan sekitar
Lewat sikap peduli dan empati terhadap sesama
Dari komunitasi ini juga saya belajar,
Paling tidak, sedikit-sedikit saya mencoba untuk bermanfaat bagi lingkungan sekitar saya, nggak melulu jadi waste of society.
Setidaknya ada hal produktif yang bisa saya hasilkan ketimbang cuma diam di kosan, main game, nonton sinetron, jadi budak cinta, atau ngomongin orang lain.
Sekian,
Semoga kita semua menjadi manusia yang tidak pernah lelah untuk saling menularkan hal-hal baik.
















