Keputusan untuk menjadi “seseorang yang baru” telah mantap aku ambil di pertengahan tahun ini.
Pergi jauh ke negeri orang, ditempatkan di area yang rural untuk menuntaskan proyek sosial.
Adalah bukan keputusan yang mudah.
Kemudian aku berkemas diri dengan membawa sejumput rasa “nekat dan penasaran”
Ya, petualangan baru akan segera dimulai!
Perjalanan saat terbangnya terlampau menyenangkan!
Setibanya di sini, ada banyak momen yang membuat batinku terguncang, atau bahasa kerennya adalah “cultural shock”, namun mampu membelalakan mata pikiranku.
Bahwa ternyata hidup di negara orang sebagai seorang minoritas adalah tidak mudah.
Beradaptasi dengan lingkungan baru juga bukan sesuatu yang mudah dilakukan.
Aku selalu teringat kata-kata ayah sebelum keberangkatanku, bahwa aku datang jauh-jauh kemari adalah untuk berbagi ilmu, bukan untuk sekedar bersenang-senang. Akan ku ingat selalu hal itu.
Aku menikmati fase demi fasenya.
Aku mensyukuri hari demi harinya.
Namun, ternyata benar kata Dilan “rindu itu berat.”
Sebagai seseorang yang sering menggunakan perasaan dalam menjalani hari-hari, wajar saja apabila aku rindu akan segala hal yang kutinggalkan di sana.
Orang tua dan keluarga yang selalu berada pada jangkauan yang teramat dekat, namun kini hanya berbatas pada layar handphone saja.
Semoga selalu dalam keadaan sehat dan bahagia ya, hingga hari kepulanganku nanti!
Teman-teman kuliah yang menyebalkan namun nyatanya sedang mati-matian kurindukan saat ini.
Teman-teman budak organisasi yang kerap kali memecah belah konsentrasiku, ternyata aku rindu rapat hingga tiga pagi!
Semoga urusan kalian selalu dilancarkan ya, mari kita saling berbagi kisah!
Hiruk pikuk kehidupan kampus yang tersembunyi di balik gedung yang sederhana.
Aku rindu akan kegaduhan di dalam kelas, aku rindu menunggu petugas kampus untuk menyelesaikan dokumenku sambil menggerutu, aku rindu tergesa-gesa mengejar jam kuliah, aku rindu tertidur lelap di ruang laboratorium, aku rindu menyambangi ruangan dosen, pokoknya aku rindu!
Semoga selalu ada kabar baik dari sana.
Ruang kesekretariatan berukuran tiga kali tiga meter yang berisi berbagai memori-memori perjalanan panjang organisasi.
Ruangan tempat kita biasa berdesak-desakan seraya bercanda, bermain uno, lalu menumpahkan makanan atau minuman di lantainya. Hahaha.
Ruangan yang sudah seperti rumah kedua bagiku.
Semoga tetap jadi tempat persinggahan ternyaman ya!
Tempat nongkrong paling asyik dan riuh.
Tempat biasa kita berbagi haru dan biru, dibalut indomie kuah telur pedas yang masih panas dan dipadukan dengan susu cokelat hangat, lalu kita mampu tertawa lepas melupakan segalanya dan terjaga hingga tiga pagi.
Aku tidak sabar ingin makan indomie di sana!
Salah satu kedai kopi favoritku!
Aku rindu berlama-lama di sana, berdiskusi, membaca, dan sebagai tempat lahirnya ide-ide untuk proyek sosial tanpa merasa terdsitraksi.
Caramel steam milk, aku padamu!
Jalanan yang dicaci dan dimaki saat lengang maupun ramai.
Asap tebal kendaraan yang menyelimuti jalanan di pagi, siang, dan sore hari selalu sukses membuatku ngedumel.
Namun, bisa sangat lengang, dingin, dan menyeramkan di malam hari.
Aku rindu berkendara larut malam di sana.
Seseorang yang kurasa datang dari dimensi lain, tanpa bersambut dan dengan kejamnya membuatku harus menahan rasa ini.
Seseorang yang datang dan pergi mengisi hari-hari hampaku.
Seseorang yang memperbudakku dalam teka-teki tak berawal dan tak berujung, entah aku berada di mana sekarang.
Seseorang yang punggungnya selalu kuperhatikan dan berulang kali sosokmu ku kagumi tanpa pernah bosan-bosan.
Semoga urusanmu selalu lancar dan diridhioi oleh Illahi ya..
Semoga semua targetmu di tahun ini dapat tercapai ya, aku khusnul yakin kamu pasti bisa!
Semoga kamu selalu dalam keadaan sehat ya, mengingat tanggung jawabmu teramat banyak
Ada banyak yang ingin aku ceritakan padamu dan ada banyak yang ingin aku dengar darimu..
Tapi mungkin ini bukan saatnya atau bahkan bukan aku orangnya
Sebenarnya ada banyak hal-hal yang kurindukan dan tertinggal di sana.
Maka dari itu aku sampaikan rinduku melalui tulisan ini.
Tulisan dari seseorang yang sedang mencoba keluar dari zona nyamannya..
Beribu kilometer dari rumah