kejadian hari ini membuatku teringat kembali padamu.
padamu yang benar2 hanya sesaat.
padamu yang karena akulah kita saling berjauhan.
teringat jelas di tahun 2016 itu.
kau mengajakku bertemu di gang depan kertajaya. ketika aku keluar menuju mulut gang, aku langsung mengenalimu di tengah swalayan itu. astaga, benar2 tampan. jujur, aku terpesona.
ku sapa kamu begitu kau keluar. "mas reza ya?"
begitulah yg terjadi sampai tanpa sadar kita berkendara menyusuri gang gang sepi di ibukota di tengah hiruk pikuk malam..
tetiba hujan datang, kau mengajakku berteduh. "aku tak punya mantel" dalihmu.
kita berteduh di pinggir toko yang tampak sudah lama tutup. sambil merapal mimpi kita tertawa, bercerita dan berandai.
kau tukarkan isi pikiranmu dgn isi pikiranku. tidak terlalu dalam tapi hangat.
hujan mereda kau mengajakku makan di sebuah warung di pinggir jalan. lalu begitulah kita kembali berboncengan dan aku mulai beranikan diri untuk berpegangan pada tubuh lebarmu. sepertinya malam itu berbeda dgn malam2 biasanya..
tiba waktunya tengah malam, aku memintamu mengantarkanku pulang ke kostku yang berada di kampung padat penduduk dan gelap.
ketika aku turun dari motormu, aku mencoba mengucapkan selamat tinggal.
kau tarik tanganku dan kau bilang lembut "kecup dulu satu" sambil kau tunjuk pipi kirimu.
aku tersipu. kurasakan pipiku merona. sambil tersenyum tipis ku daratkan bibirku pelan di pipimu. dan kulambaikan tangan sambil berlari karena aku takut tdk ingin melepasmu malam itu.