Lautan air tak meniadakan pasir sebagaimana malam tak benar-benar meniadakan siang. Pagi kukenang saat senja sebagaimana petang kudamba saat terik. Saling tidak atau tidak saling. Mana yang menurutmu baik? Otakku penuh berisi hal-hal yang tidak sanggup dan tidak ingin kupikir. Sebab riuh tak selalu meniadakan sepi, kataku, pada diriku sendiri. Sekali lagi, banyak hal-hal yang kita gagal mengerti. Yang tenggelam adalah siang, sementara matahari tetap pada tempatnya. Yang datang adalah malam, sebab siang pun ada bulan dan bintang. Dan pada gelap itulah kita bermuara. Terpejam. Dan lupa. Melupakan siang adalah cara terbaik menyambut malam, bukan? Jadi, mari tuntaskan senja dan bermimpi bahagia. Meski itu tidak selalu berarti kita. Aku dan kamu adalah dua kata yang berbeda. Aku harus percaya. https://www.instagram.com/p/CKEOKT6ljE9/?igshid=9pqmdpud0rwv













