Memulai Dengan Ketidaksempurnaan
September 2022, genap 4 bulan menuju 2 tahun saya di rumah. Ada banyak hal yang sudah direncanakan namun berakhir tanpa hasil apapun. Sebagai seorang 'INFJ' yang terbiasa membuat to do list dan berbagai resolusi tahunan, berdiam diri di rumah tanpa rencana apapun bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu saya membuat list mengenai hal - hal yang selalu bertengger di resolusi tahunan tapi belum pernah saya lakukan. Sebagian besar isi list tersebut adalah kegiatan rumahan yang tampak sederhana namun ternyata sulit direalisasikan. Setelah saya telusuri ternyata alasannya hanya satu : saya selalu menunda melakukan suatu hal karena takut tidak maksimal dalam melakukannya sehingga hasilnya akan tidak memuaskan.
Setahun lalu saya berhenti belajar gambar karena merasa tidak puas menggambar menggunakan smartphone dan belum memiliki dana untuk membeli ipad. Kemarin ketika saya iseng membuka 'second account' (akun yang saya gunakan untuk catch up ilustrasi) saya menemukan satu akun yang pertumbuhannya cukup pesat. Padahal tahun lalu akun kami sama - sama masih baru memulai. Satu hal yang baru saya sadari adalah keberanian untuk memulai dengan ketidaksempurnaan. Seringkali kita terlalu fokus pada ekspektasi akan hasil yang memuaskan hingga takut jika kenyataan tak seindah ekspektasi. Kadang kita berusaha mempersiapkan diri terlalu lama hingga ‘moment nya’ terlewat jauh. Kadang juga kita merasa tidak berhak memulai karena masih terlalu jauh dari kata sempurna. Atau mungkin sesederhana tidak mau merusak ekspektasi yang kepalang bagus. Padahal untuk dapat melihat hasilnya kita perlu memulai dan melalui proses yang cukup panjang. Karena bagaimanapun selalu ada ‘moment pertama’ dalam segala hal.














