Hey aku. Ini Nasihat untuk mu.
Pegang jantungmu sekarang, rasakan detaknya, raba celah diantara rusukmu itu, setelah kau rasakan, coba perintahkan "STOP". bisa ?
Jika belum bisa Katakan lebih keras lagi. Apa berhenti ?
Dan bahkan apa yg kamu anggap milikmu, sebenarnya bukan milikmu.
Islammu, rasa sadarmu, manisnya Imanmu itu Allah yg beri. Betapa sedikit saja Allah sesatkan hatimu, maka akan begitu berat menerima kebenaran agama bagimu.
Hei Aku . Nabi kita yg mulia, Muhammad ﷺ. Manusia yg hatinya bersih, yang dosa sebelum dan sesudahnya mendapat jaminan ampunan dan jaminan surga dari Allah جل جلاله , saja masih bertobat sehari sampai 70 kali. Masih sholat malam hingga kakinya bengkak bengkak.
Berani beraninya kamu membanggakan amalmu ? Berjalan tegak dengan hati sombong kepada bumi bahwa sholatmu baik, sedekahmu banyak, merasa suci ? Berani sekali.
Tiada yg benar benar tahu dengan pasti kelak kita mati dalam keadaan bagaimana, apakah kamu bisa memastikan matimu masih dalam nikmat Islam ?
Jangan bahagia dengan puja puji. Jika kamu tampak baik, mungkin karena Allah belum buka aibmu. Jangan sedih dengan cercaan, karena bisa jadi itu benar adanya.
Jika harta yg kamu sedekahkan adalah bukan hartamu. Jika udara yg kamu hirup, adalah udara milikNya. Jika badan yg kau anggap milikmu ini ternyata juga bukan milikmu. Jika amal baikmu sebenarnya karena rahmat Tuhanmu. Jika ternyata dosa dosamu lebih banyak dari pahalamu. Jika Imanmu ternyata karena petunjukNya. Jika Islammu ternyata masih mengendap di dada karena tak disesatkan hatimu olehNya.
Lantas dengan apa kamu nanti berharap surgaNya ?
Dengan amal yg tak seberapa itu ?
Yg habis oleh cerca, dan menggunjing sesama ?
Dengan apa ?
Kamu lahir tak memiliki apapun. Dan hingga kapanpun tak akan pernah benar benar memiliki apapun.
Balikpapan 17 September 2015 2.30 AM