Beberapa ada yang menanyakan kenapa kamu ndak ikut organisasi? Alasannya kenapa? Atas sebab apa? Dan sebagainya. Sampai kadang sedikit merasa kesal dengan pertanyaan yang itu-itu aja, dengan tujuan bertanya yang kadang sus sekali.
Untungnya hidup di negara Indonesia diberikan kebebasan untuk berpendapat, bahkan bisa memilih dan berpegang teguh dengan prinsip sendiri, selama tidak menyeleweng pada pancasila. Apapun itu, pokoknya kita bisa memilih. Ada yang ikut organisasi yang dari awal benar-benar ingin berproses atau memulai karirnya dalam dunia akademis dan organisasi sehingga yakin besok CV-nya pasti warna-warni bagai gulali, imut lucu walau tak terlalu tinggi.
Orang berbeda-beda, al Insanu Nau’ nau’ salah satu quote yang kadang teringat ketika menghadapi atau dihadapi dengan tipikal orang yang anjay sangat. Nekat atau malaha bodo amat dalam konteks tertenu. Khususnya mereka yang tanya dan jawabannya harus masuk akal dengan tujuan bertanya yang sedikit sus.
Alasan tidak ikut organisasi apapun di kampus khususnya, karena sebelum masuk ke perguruan tinggi, hampir tidak pernah menyentuh hal yang berbau keorganiasi. Disamping karena ada rasa takut traumatik yang dulu-dulu, tetap sejujurnya sifat negatif seperti lemah dalam hal teamwork itu masih menempel dalam diri. Seharusnya sudah bertambah tua, itu mulai paham dan menyadari kemudian dengan mudah bisa memaafkan.
Tidak ikut karena tidak minat. Understandable, have a nice day. Of course.














