Арга хэмжээний цаг: 12-р сарын 12
Misplaced Lens Cap
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Monterey Bay Aquarium

#extradirty
Cosmic Funnies
No title available
Cosimo Galluzzi

❣ Chile in a Photography ❣

Love Begins

JVL

blake kathryn
Today's Document

祝日 / Permanent Vacation

Andulka

tannertan36

No title available
taylor price
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Sade Olutola
🪼
seen from United States

seen from Bolivia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Pakistan

seen from United States
seen from Indonesia
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Italy
seen from France
seen from United States
seen from United States
seen from Singapore

seen from United States
@ribuanharapan
Арга хэмжээний цаг: 12-р сарын 12
Jejak waktu.
Akhir-akhir ini, sering menyadarkan diri sendiri bahwa—ada takdir yang sama sekali Allah rahasiakan dan untuk tahu apa rahasia yang tersembunyi—sebagai hamba harus terus berjalan melalui; tiap titian waktu, banyak keniscayaan hidup dan setiap ketidakpastian masa.
Sembari menanamkan faham bahwa; kapasitas sebagai manusia sekaligus hamba seringkali adalah menunggu dengan sabar, belajar berbaik sangka dan tanpa putus mendoakan agar takdir yang Allah masih simpan itu sesuai harapan.
Menerima ketetapan yang sesuai keinginan itu mudah sekali. Namun tatkala tak sesuai harapan, teguhnya iman pun dipertanyakan. Semoga restu orang tua, menjadi pertanda bahwa Allah pun akan meridhoi dan mempermudah segala urusannya.
Jeda yang panjang dan ketertinggalan langkah, memberiku pelajaran berharga bahwa; hidup bukanlah lomba lari agar sejajar dengan pencapaian manusia lain.
Sebab, ketika berpatok demikian, maka akan ada kekecewaan dan amarah saat langkah kaki dan perjalanan mesti di tunda karena kegagalan ataupun karena aral melintang di luar perkiraan. Jangan berpatok pada akselerasi dunia yang memukau namun akhirnya merugikan diri.
Hidupmu cuma sekali duhai diri. Maka hiduplah penuh arti dengan menyadari bahwa: hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Tidak hanya dalam aspek hubungan personal dan sosial, namun yang utama adalah hubungan kedekatan dan kualitas ibadah dengan sang pencipta.
Betapa berat amanah yang telah Allah beri padamu, namun sebelum amanah itu dipundakkan, Allah percaya kamu mampu menerima dengan izin-Nya. Jangan dzolim dengan kehidupan orang lain pun jangan pula dzolim terhadap dirimu sendiri. Hiduplah dengan hati-hati, taat dan penuh arti.
Penuhi dahulu kebutuhan untuk akhiratmu, jangan terbalik. Sebelum masa muda berlalu, sebelum renta menyapa, semoga jejak waktumu tak berlalu sia-sia. Bijaksanalah, terhadap jejak waktu!
Kontemplasi, 11 Juli 2022 08.12
Sebuah Nasihat untukku yang Masih Saja Jalan di Tempat
Ketika kita dihadapkan pada sakitnya patah hati, cara satu-satunya supaya sembuh ya dengan menerima. Pahit memang, tapi yang pahit itu nggak akan selamanya tinggal.
Ketika kita merasa menemukan seseorang yang tepat namun pada akhirnya dia pergi, ya sudah biarkan pergi. Sebab pikiran-pikiran tentang ketepatan itu hanya ada di kepala kita. Kita yang membuat dia seolah jadi yang paling tepat padahal bisa jadi bukan sama sekali.
Ketika kita selesai dengan seseorang yang sempat sering kita doakan, tapi seseorang itu memang nggak memilih kita ya sudah nggak perlu dipaksa.
Kedatangan dan kepergian itu kan dua hal yang hadirnya berganti-gantian. Seperti baca buku, kita akan selalu menemui bab terakhirnya apapun akhir ceritanya. Dan kita nggak bisa memaksa penulisnya buat menuliskan akhir yang sesuai keinginan kita.
Tapi setelah selesai baca satu buku, kita punya pilihan untuk baca buku lainnya lagi. Di sana kita menemukan cerita dan tokoh yang juga pasti akan berganti lagi dan lagi.
Mengakhiri memang nggak pernah enak dan mudah. Memilih untuk meninggalkan seseorang yang selama ini ada dipikiran ya memang susah. Tapi coba dipikir benar-benar, kalau terus-menerus berdiam dan meratapi kepergian, apa benar kita sungguhan pakai hati kita? Mungkin nggak itu berubah jadi obsesi semata? Obsesi mau sama dia dan nggak mau yang selain dia.
Jelas kita tahu, jatuh cinta itu senangnya akan terasa jika didahului kata saling, karena kalau sendirian ya apa enaknya. Makanya kalau sudah dikasih kode nggak bisa ya nggak perlu memaksa. Berusaha boleh tapi tahu batasnya.
Jadi meski berat, move on itu harus. Karena nggak bisa kita selamanya memilih diam padahal kita tahu itu nggak pernah bawa kita ke mana-mana. Buat keputusan yang bikin hati dan pikiran tenang.
Nggak perlu terpaku sama satu orang yang bahkan sudah nggak mau tahu hidup kita seberantakan apa setelah kepergiannya.
"Tapi dia baik". Sebuah kalimat yang hadir sebagai pembenaran untuk terus-menerus bertahan.
Iya, makanya cukup itu saja yang diingat dan dikenang. Lagipula kebaikannya itu sudah di belakang, sedang kita ini kan harus jalan ke depan. Nggak bisa kita bawa-bawa seseorang dari masa lalu ke masa sekarang dan yang akan datang.
Jadi cari tahu kapan harus berhenti. Jangan bandel, jangan ngeyel. Nggak perlu terus menerus kasih makan keinginan yang udah jelas nggak baik buat kita.
Kalau Tuhan dengan baik hatinya menyelamatkan, ya jangan mencari celah untuk masuk ke jurang.
patah dan tumbuh,
jatuh dan bangkit,
hancur dan utuh,
berputar,
seperti roda.
Mengapa takdir mempertemukan jika hanya untuk meninggalkan luka ?
Aku terlalu serius ketimbang dirimu yang terlalu sering bercanda.
Begitu kan katamu?
Ya sudah, dari awal kita memang tak seirama.
Harusnya aku sadar,
kalo dari awal kamu memang bercanda.
Lucu sekali.
Kau mengakhiri sesuatu yang tidak pernah dimulai.
Aku pamit.
Seperti pintamu, kan?
Terimakasih, wahai tokoh antagonisku.
I give up not because it is hard.
I give up because my dream turns out "kill" someone else.
“Lempar batu sembunyi tangan”.
Dulu, pribahasa ini diajari saat kita kecil.
emmm sepertinya orang dewasa juga perlu diingatkan kembali pribahasa ini atau perlu diajari ulang ?
#krisishatinurani
Ketika hawa nafsu menjadi raja,
Ketika akal terbunuh oleh ego,
Ketika pencitraan dan kewajiban jalan bersamaan,
Ketika menyanjung menjadi sebuah keharusan,
Ketika kebohongan dan kejujuran menjadi samar-samar,
dan masih banyak ketika hal yang lain terjadi.
Tapi ku harap,
kau masih waras dalam memilah.
Mana yang sampah, mana yang bernilai.
Jangan merasa superior, apalagi inferior. Kita sama sama hamba-Nya.
Blip, notifikasi baru, "eh kamu", batinku senang.
Hidup banyak dikata panggung sandiwara. Kita bermain dengan apik, tanpa sadar kita larut salam kisah drama ini.
Aku masih terheran, kenapa dalam sandiwara ini perkara tentangmu yang menjadi musabab kebahagiaan.
Typing. Ternyata menyembunyikan perasaan tak mudah.
Send. Semoga jeda baca dan balas yang kuupaya bisa menjadi penutup rasa hingga saat tiba.
Pahit.
Ketika kebohongan menjadi buah simalakama.
Ketika kejujuran bisa menjadi bumerang.
Bahkan hingga sekarang pun, istilah muggle dan pure blood masih sering berlaku huftt.
Kamu terlalu candu, sampai mendung-ku sukar hilang.
.
..
...
Dih, boecin banget.
Lelah rasanya selalu mencoba mengeluarkanmu dari isi kepalaku. Ku coba mengeluarkan semuaaa tentangmu; dengan menulis di note, bahkan menulis tentangmu di file rahasia laptopku. Sekedar mengeluarkan uneg-uneg. Dengan harapan sakit ini bisa segera pudar.
Ternyata,
kehadiranmu menjadikan duniaku kacau, begitupun dengan kehilanganmu.
Sejujurnya aku marah padamu, dengan beraninya kau ungkapkan semua bualan harapan tentang masa depan.
Oh atau mungkin aku yang salah mengartikan semua perkataanmu? Jadi siapa tokoh antagonis dalam cerita kali ini? Aku? Iya akulah orangnya. Tapi aku lebih marah pada diriku sendiri, seharusnya sedari awal aku tak membiarkanmu menjadi notifikasi favoritku.
Untuk setiap kata yang kuucapkan. Aku meminta maaf telah menggoreskan luka di hati kecilmu dengan ataupun tanpa sengaja. Hingga, engkau merasa pedih yang tak mampu engkau ungkapkan lewat kata-kata.