Begitu ramai penghuni di kepala, maka kubuat janji bertemu ketenangan pada pukul tiga pagi. Menyerahkan diri, melepas lelah, meminta sekali lagi kekuatan bertahan di dunia.

@theartofmadeline

#extradirty

pixel skylines
dirt enthusiast
hello vonnie
he wasn't even looking at me and he found me
AnasAbdin

No title available
Sweet Seals For You, Always
cherry valley forever

Origami Around
Claire Keane
almost home
No title available

❣ Chile in a Photography ❣

Product Placement
Keni
I'd rather be in outer space 🛸
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
$LAYYYTER
seen from United States
seen from United States
seen from Netherlands

seen from United Kingdom
seen from Luxembourg
seen from Singapore
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States

seen from United States
seen from France

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Türkiye
seen from Italy

seen from United States
seen from Japan

seen from France

seen from Germany
@mayantimay
Begitu ramai penghuni di kepala, maka kubuat janji bertemu ketenangan pada pukul tiga pagi. Menyerahkan diri, melepas lelah, meminta sekali lagi kekuatan bertahan di dunia.
Mendapat kabar tentang pernikahanmu di pagi hari saat baru bangun tidur cukup membuatku terkejut. Apalagi di hari akad nikahmu, kamu baru mengirimkan undangan pernikahan. Sebenarnya, beberapa bulan belakangan ada sedikit prediksiku saat melihat postingan ulang media sosialmu yang menyinggung soal pernikahan dan pelan-pelan aku mencoba melepas namamu dari hatiku juga saat itu. Aku sudah menyiapkan hati jika hari pernikahanmu itu akan datang. Dan sesiap apapun aku menyiapkan ruang kecewa, tetap saja ada rasa tidak baik-baik saja. Aku turut bahagia akhirnya kamu menemukan pasangan hidup yang akan menemanimu menjalani ibadah terpanjang.
Jika tulisanku ini sampai kepadamu, tapi aku juga tidak yakin apa nanti kamu akan membacanya. Aku cukup lega karena akhirnya aku bisa mematikan ekspektasiku sendiri setelah ditabrak oleh realita ini. Barangkali selama 10 tahun belakangan, aku hanya mencintai ekspektasiku tentang dirimu.
Saat menerima undangan pernikahanmu, rasanya aku mau menangis. Bukan karena kamu menikah, tapi karena perhatian dari temanku yang menjadi tempat curhat soal dirimu menanyakan perihal hatiku dan menyuruhku untuk makan makanan enak dan keluar pergi jalan di hari itu. Ia takut aku terpuruk sama perasaanku ini. Aku katakan padanya, aku baik-baik saja menerima kabar darimu. Aku merasa dipeluk dan diterima untuk merasa tidak baik-baik saja. Aku malu jika orang-orang di rumah tahu soal keadaanku ini. Karena membicarakan tentang perasaan menjadi susatu yang asing di sini wkwkwk.
Oh iya, aku tidak menyesali pernah menaruh rasa padamu, begitupun usaha-usahaku untuk dilihat olehmu. Karena tanpa kamu sadari, kamu turut andil membentuk diriku yang seperti ini, seseorang yang menyukai tulisan, belajar agar bisa setara denganmu. Btw, beberapa tulisanku nyawanya ada padamu. Prinsipku ketika jatuh cinta padamu, "Setidaknya kalau bukan kamu menjadi pasanganku, ada hal-hal baik yang aku dapat dari jatuh cinta padamu dan aku tidak kehilangan diriku."
Mungkin yang aku sesali adalah membesarkan ekspektasiku sendiri tentangmu dan waktunya tidaklah sebentar. Perasaanku adalah tanggung jawabku. Awalnya terasa hampa saat menerima undangan darimu. Tapi, barangkali ini jawaban Allah dari doa-doaku yang lalu. Aku pernah berdoa, "Ya Allah, kalau dia bukan jodohku maka jangan buat aku terjatuh lebih dalam dan kalau kamu memang jodohku maka dekatkanlah. Dan jagalah ia dimanapun ia berada."
Untuk Si Tuan Berbaju Biru
Dari pertemuan kita yang mungkin hanya 2 menit, ternyata suaramu masih terdengar sama. Sama seperti 11 tahun lalu. Aku hampir lupa bagaimana suaramu. Padahal terakhir kali kita bertemu 2 tahun lalu. Rasanya tak ada yang berubah dari dirimu, walaupun dari pandanganku yang sekilas saja. Kamu menjadi versi dewasa dari remaja yang ku kagumi itu. Aku.... Masih kagum padamu bahkan mungkin bisa dibilang suka?. Jujur saja, rasanya malu sekali menulisnya seperti itu, Tuan.
Tapi, bisa ku katakan rasa ini lebih bisa aku kendalikan. Detak jantungku masih berbunga-bunga setelahnya, telapak kakiku pun masih saja dingin walau melihatmu dari kejauhan. Melihatmu baik-baik saja rasanya cukup. Cukup tak perlu lagi aku memantau akun media sosialmu. Cukup tak perlu meromantisasi ekspektasiku tentang dirimu. Cukup membuatku sadar diri jika suatu saat kita tak ditakdirkan bersama, terima kasih karena menjadi inspirasiku dalam menulis dan terima kasih menjadi inspirasiku untuk bergerak menjadi lebih baik dari versi diriku. Yang mungkin tak disadari olehmu, kau sangat berdampak bagi diriku.
Rasa ini terlalu suci jika dikotori dengan ikatan yang banyak dijalani orang lain tapi Tuhan yang tidak suka. Walau sebenarnya aku cukup malu Tuan karena pernah menyatakan rasaku ini padamu walau kamu tak tahu itu aku. Jangan sampai rasa ini yang membunuhku pelan-pelan. Pun membuatmu terjerumus pada lembah yang tak kita inginkan. Jangan sampai rasa ini menggerogoti akal sehatku dan nuraniku. Ku doakan kau terus berada dalam penjagaanNya. Terima kasih karena kamu tidak berusaha mencari tahu akun anonim itu.
Lucunya, pertemuan 2 menit itu bisa menghasilkan 3 paragraf ini, Tuan.
Sedang berada di fase ditanyain umur dan mau dijodoh-jodohkan sama seseorang. Aku tau itu hanya basa-basi apalagi dari ibu-ibu tapi aku ngerasa agak kaget ya ditanyain seperti itu wkwkwk. Baru juga menginjak fase sebagai freshgraduate dan mau cari kerja, udah ditanyain soal menikah hahaha.
Tidak dipungkiri ada seseorang yang masih juga bertahta di hatiku. Atau mungkin hanya aku yang masih saja jatuh cinta sama ekspektasiku tentang dia. Kuat-kuatlah hati, mari fokus untuk menjadi versi terbaik diri sendiri dan bahagiakan dulu orang tua.
Aduuh, ga ditengok aku jadi penasaran. Tapi kalo berani buat nengok, hatiku yang dah dig dug seer.
Demi terjaganya ketentraman hari dan hati ini, sebaiknya emang gak perlu dilihat dulu wkwkwk
Kalau kamu salah belok, maps kamu gak akan bilang: "kamu salah jalan!" Tapi dia bakal nyesuaiin rute agar kamu tetap sampai di tempat tujuan.
Di kehidupan ini, yang sibuk menjustifikasi biasanya adalah mereka yang juga sama-sama tak tahu jalan. Sementara mereka yang paham rute, akan setia membimbing dengan sabar.
Ayo, Pejuang Skripsi
"Pejuang skripsi itu bukan siapa yang paling pintar, tapi siapa yang paling berusaha."
"Tidak ada rahasia berhasil dalam sidang skripsi, berhasil itu karena telah dipersiapkan dengan matang dan berani melangkah maju."
"Skripsi tidak akan selesai kalau kamu hanya memikirkannya. Ayo take action. Jangan menjadi pemalas dan penakut karena ada harapan besar orang tua di pundakmu."
"jangan jadikan skripsi menjadi hantu di akhir semestermu."
"Tidak ada jaminan perjuangan kita akan diterima, tapi percayalah tidak ada hal-hal yang sia."
"Mengeluh karena revisi skripsi hanya membuat pikiran semakin stres, jadikan revisi sebagai penyemangat dari sebuah kesalahan."
"Masih ada waktu kamu lulus tahun ini, kejarlah, raihlah dan wujudkan. Dosen pembimbingmu telah menunggumu."
"Berhenti di tengah jalan adalah kesia-siaan. Ayo mahasiswa, segera tuntaskan kewajiban kalian!"
"Baik atau buruknya dosen pembimbing, bukanlah hal yang perlu dipikirkan, terima saja apa adanya karena setiap manusia itu unik."
"Libatkan Allah dalam setiap langkahmu."
- Anonim -
Kata-kata yang aku cari di gugel pagi ini untuk membuatku semangat dalam revisian. Rasanya hampir menyerah, merasa ini tidak mudah. Tapi semoga kalimat-kalimat di atas bisa menjadi penguat dalam menjalani skripsi ini.
Di ruangan ijo, 11 September 2023
Harus semangat kata babeh Kopse
Ternyata udah satu tahun lebih waktu aku posting buat nyemangatin diri sendiri.
Alhamdulillah, aku udah sarjana🥹. Awalnya aku ingin ujian di bulan Juni sebagai hadiah bulan kelahiran orang tuaku, qadarullah waktu yang tepat untukku ternyata di bulan Juli.
Memang betul ya kalau kita melibatkan Allah dalam setiap urusan pasti Allah mudahkan. Hatiku yang biasanya tidak tenang, alhamdulillah Allah tenangkan pada hari ujianku. Bahkan aku merasa tidak ragu-ragu menjawab pertanyaan dari dospem dan dosjiku. Materi-materi yang aku pelajari pun itu-itu yang keluar pada saat ujian. Walaupun tak dapat dipungkiri, ada juga bantuan dari teman-temanku yang sebelumnya udah ujian dan mereka bagikan kisi-kisi yang biasanya akan ditanyakan. Tapi, lagi dan lagi Allah memperlihatkan kehebatan dan kuasaNya di hari ujianku. Allah lembutkan hati dosenku seperti doa yang selalu aku ulang tiap sholat.
Terima kasih juga buat teman-teman tumblr yang banyak menulis soal perjuangan hingga perjuanganku meraih gelar sarjana tak berhenti dan tak memilih menyerah. Gelar sarjana yang kuperoleh saat ini tak terlepas dari doa dan dukungan orang tua serta keluargaku untuk segera menyelesaikan studiku ini. Walaupun sedikit terlambat dari orang lain, aku bahagia bisa menyelesaikan apa yang telah aku mulai.
Buat teman-teman yang sedang menyelesaikan tugas akhirnya, semangat ya dan teruslah bergerak walau satu langkah tiap hari. Akan tiba juga waktunya buat kalian merasakan bahagia dan terharu menyandang gelar sarjana 🥹.
Bismillah, sisa satu langkah lagi menuju sarjana. Saat ini aku belum deg-degan dan semoga saja pas hari H deg-degan dan panikku gak datang wkwkwk. Soalnya tiap ada ujian, jauh hari aku gak deg-degan tapi pas mendekati harinya barulah panik sendiri dan perut kembung keknya reaksi panik hahaha. Doaku yang terus-terusan kuulang, hatinya pembimbing dan pengujiku dilembutkan sama Allah dan aku juga bisa lancar bicara pas ujian.
26.06.2025
Tumbuh dewasa itu ternyata bukan soal jadi tahu semua jawaban. Tapi tentang berani tetap hidup walau kamu tahu kamu nggak tahu harus ke mana. Tentang tetap melangkah, walau kaki sudah berat, dan hati sering kehilangan arah.
Kamu memang belum tiba. Tapi kamu sedang menuju. Dan itu lebih dari cukup.
“Tepat di saat hari buruk menyerang, ada banyak hari baik yang menunggu giliran.”
—
BLUE // REQUESTED
I don’t own or take any credit for any of these pics.
Pilihanmu memang tidak selalu baik di mata orang lain. Tapi setidaknya kamu tahu bahwa pilihan itu mampu menenangkanmu.
07.41 p.m || 23 April 2025
Keragu-raguan hanya menjadi jeda paling panjang menuju keberhasilan. Kau takut melangkah padahal jalan di depan sana tak selalu membuatmu runtuh, boleh jadi membuat jiwamu tumbuh semakin kuat dan utuh. Perjalananmu tak selalu menjanjikan kau akan tenang, tapi setidaknya kau tidak membiarkan putus asa selalu menang. Tetap berjalan ya, untuk jiwa-jiwa yang ingin bertumbuh!
selalu salah
apapun yang kita rasakan, pikirkan, tuliskan, katakan, lakukan---dan apapun yang tidak kita rasakan, pikirkan, tuliskan, katakan, dan lakukan---akan selalu salah di mata orang yang membenci kita.
jadi, biarkan saja orang itu memberi makan kebenciannya sampai-sampai yang dia dapati pada akhirnya hanya kebencian pada dirinya sendiri yang juga memberangus dirinya sendiri.
tetap jalani hidup dengan kelapangan. kamu juga berhak memproses segala jenis perasaan. yang penting, pastikan itu aman.
Telah habis air mataku untuk menangisimu. Hati yang dulunya kau sebut lembut kini memilih menjadi batu. Seperti yang sering kau ucap dalam sumpah serapahmu, ia menjadi seperti yang kau inginkan. Telah hilang harapanku bersama ombak di pantai menghapus jejak kakiku. Tak bersisa.
Kisah kita belum tentu seberat orang lain. Kisah orang lain belum tentu seringan kita. Tak hanya kita yang setiap hari bertemu dengan benturan yang sebenarnya kita selalu berdoa agar kita tak menemuinya sehingga kita gak perlu cape menyemangati diri buat bangkit, gak perlu lelah mengingatkan diri buat belajar terus berpikir positif.
Tapi ini hidup. Kita bergemuruh hebat, orang lain pun merasakan gemuruh di hidupnya masing-masing. Lagi-lagi hanya karena kita gak saling bercerita jadi kita gak tau apa cobaan yang dihadapi orang lain.
Kita berjuang di kisah kita masing-masing. Kita saling menutup mulut, menjalani hari, kemudian berkutat dengan pikiran sendiri menjelang malam.
Apapun ombak yang sedang dirasakan, sehebat apapun gemuruh yang ada di dalam hati, mari bertahan. Kita punya Allaah yang Maha Kuasa atas segala gemuruh yang sedang kita rasakan.
Kuat-kuat ya iman. Ini cuma Dunia. Pesanku untuk diriku sendiri.