Mengapa Harus Diving di Pulau Weh?
Tiga hari tentu belum cukup untuk menikmati semua dive spot yang dimiliki Pulau Weh, karena pulau terbarat Indonesia ini memiliki 20 spot diving yang wajib dicoba, diantaranya:
Source: Monster DIvers, www.monsterdivers.com/dive-sites
Saya dan Rima tiba di Pulau Weh tanggal 5 Juni, sehari sebelum Pulau Weh Dive Fest dimulai. Hari pertama ini kami diajak untuk menyelam di salah satu dive spot dekat dengan resort tempat kami tinggal, spot ini bernama Batee Tokong. Sejak penyelaman pertama itulah saya mulai jatuh cinta dengan Pulau Weh! Luar biasa indah! Tidak sampai disitu saja, dua hari selanjutnya kami juga mencoba ke beberapa spot diving, dan… sungguh luar biasa! Setiap dive spot yang saya kunjungi memiliki ciri khas tersendiri sehingga tidak ada rasa bosan setiap kali menyelam karena banyak hal-hal baru yang saya temui disini!
Dari beberapa spot diving yang saya kunjungi, masing-masing memiliki kesan tersndiri. Poin-poin yang menurut saya menarik untuk diceritakan mengenai spot diving yang saya selami di pulau weh adalah:
Sensasi Berbeda di setiap Spot Diving
Batee Tokong adalah spot pertama yang saya kunjungi dan disanalah saya melihat beraneka ragam ikan berenang-renang mengitari saya, mulai dari ikan kecil hingga ikan besar. Selain itu, saya menemukan banyak sekali moray eel diantara karang-karang sehat di spot ini. Tidak pernah saya temukan begitu moray eel selama saya menyelam. Ekosistem bawah laut ini sungguh masih terjaga, hal ini terlihat dari simbiosis yang terjalin antar spesiesnya.
Simbiosis antara spesies udang dengan moray eel
Sensasi lain saya rasakan ketika berada di Secret Garden, salah spot yang belum banyak diketahui banyak orang. Pak Vincent (owner PWDR dan juga seorang instructor diving) mengajak kami ke tempat ini. Tempat ini merupakan taman Sea fan terluas yang pernah saya temui, menakjubkan! Tak heran jika Pulau Weh terkenal dengan Sea Fan Garden terindah di dunia! (dokumentasi terdapat di video Pak Moeis)
Spot lain yang kunjungi adalah Underwater Volcano dimana terdapat gunung api di bawah laut yang mengeluarkan gelembung sulfur hangat. Pertemuan antara air hangat dan air dingin bisa Anda rasakan di spot ini, seru sekali!
Underwater Volcano, diambil oleh Almer Havis
Saya juga mencoba diving di Gapang Beach, salah satu spot dimana kompetisi Beach Clean Up berlangsung. Laut yang hijau kebiru-biruan dan hamparan pasir putih sungguh indah di pandang mata. Freedive pun cocok dilakukan disini karena air launya yang sangat jernih, tentu membuat foto freedive Anda tampak lebih keren!
Beach Clean Up, Pantai Gapang
Freedive di bawah jetty Pantai Gapang
Spot terakhir yang saya kunjungi adalah Canyon. Spot ini terbilang unik karena di sisi laut yang mendekati darat terdapat bebatuan besar yang merupkana hasil reruntuhan gunung berapi yang ada diatasnya. Batu-batuan itupun ditumbuhi karang sehingga beraneka ragam coral fish dapat Anda temukan disini.
Canyon, diambil oleh Almer Havis
Diving ditengah-tengah ribuan ikan
Coral fish mungkin terlalu mainstream untuk dilihat karena bisa ditemukan pada spot diving manapun. Lain halnya dengan dive spot yang pernah saya kunjungi sebelumnya, ini adalah pertama kalinya saya melihat begitu banyak moray eel yang dapat ditemukan di setiap jarak kurang lebih 50 cm! Selain itu lion fish juga tak kalah banyak ditemukan di spot Batee Tokong ini.
Pada saat diving pada spot Canyon, saya menemukan schooling Butterfly Fish yang luar biasa banyak. Ikan yang berwarna Kuning-Ungu ini sungguh menyenangkan untuk dilihat dan tak perlu menyelam terlalu dalam karena ikan ini sudah dapat ditemukan di kedalaman 5 meter. Tapi Anda harus berhati-hati spot ini memiliki arus yang cukup membuat saya merasa terombang-ambing.
Ternyata yang saya temukan di spot Underwater Volcano bukan hanya sumber air hangat, tapi saya juga menemukan Puffer Fish yang sangat jinak. Uniknya, ada trik khusus untuk membuat keluarga Puffer Fish ini datang menghampiri saya dan trik tersebut diinisiasi oleh Pak Vincent beberapa tahun silam. Agar mereka betah berlama-lama dengan kita, mereka harus diberi umpan bulu babi karena bulu babi adalah santapan favoritnya. Jadi, persiapkan bulu babi yang banyak (durinya jangan lupa dipangkas) agar puffer fish menggemaskan ini bisa datang mengelilingi Anda.
Rasanya tiga hari tidak akan cukup untuk mengeksplor indahnya wisata bawah laut Pulau Weh. Masih ada 15 spot diving yang belum saya jelajahi dan semoga tahun depan saya dapat diberikan kesempatan untuk mengikuti festival ini (Pesan tersirat untuk Pemprov DI Aceh hehehe).
Ternyata apa yang orang bilang mengenai keindahan bawah laut timur Indonesia yang tiada tandingannya tidak sepenuhnya benar. Wilayah barat Indonesia pun tidak kalah mempesona karena wilayah ini terkenal dengan Sea Fan Garden terluas dan terindah di dunia. Jadi jangan sepenuhnya percaya apa yang dikatakan orang lain jika kita belum mencobanya sendiri!
Last words, “Let’s Take Pulau Weh into your Diving Destination!”