Jika kamu lelah, maka beristirahatlah.
tumblr dot com

No title available
Keni
Game of Thrones Daily

Origami Around
Noah Kahan
No title available
Stranger Things

No title available
🪼

Andulka
Not today Justin
KIROKAZE

#extradirty
Today's Document
Mike Driver
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Sade Olutola

titsay
ojovivo
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States
seen from South Korea

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from Australia

seen from Malaysia

seen from Singapore
seen from United States
seen from Canada

seen from United States
seen from Ethiopia

seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from South Korea
@riviputri-blog
Jika kamu lelah, maka beristirahatlah.
Sebaik-baik doa adalah doa pada hari arafah. Maka hari ini adalah sebaik-baik waktu untuk berdoa. Memohonlah banyak sekali kebaikan pada Allaah. duduklah lebih lama, mengadukan banyak sekali takutmu juga risaumu, melangitkan banyak sekali pintamu, Mengutarakan rasa syukurmu atas nikmat-Nya kepadamu. Dan juga memohonkan banyak sekali kebaikan agar Allaah karuniakan kepada mereka yang kita sayangi. Bukan hanya perihal pinta untuk diri kita sendiri tapi lebih dari itu memintakan yang terbaik untuk mereka yang kita sayangi. yang kita tak kuasa membahagiakannya atau memberikannya kebaikan. Kita bisa memohonkan pada Allaah dan meyakini Allaah Maha Mengabulkannya. Maasyaa Allaah, sungguh kebaikan Allaah sempurna dan tak terbatas pada hamba-Nya ♥
Menyapa Mentari.
Dalam segala kerahasiaannnya, aku berdoa semoga kau selalu baik baik saja. Jika iya, kita akan dipertemukan kembali, semoga kebahagiaanlah yg membersamai kita :).
Percayakan Padaku
Kamu tak perlu takut kehilanganku. Sejauh apapun kita, sesibuk apapun kerjaanmu nanti, dunia akan selalu tahu bahwa aku adalah milikmu.
Kamu tak perlu takut aku tak setia. Akan ada satu dua kali aku memandang sosok yang lain, akan ada sekelibat waktu aku terpesona paras orang lain, tapi tenanglah, pulangku akan selalu padamu. Padamu aku akan menemukan rumah yang ketika aku berpulang, aku tak ingin membuang waktu untuk melihat ke yang tidak selain kamu.
Kamu tak perlu cemburu. Beberapa mungkin ada yang ingin hadir di antara kita. Beberapa mungkin akan ada yang mendekat. Tapi kedekatan mereka nanti hanya akan membuat mereka cemburu karena aku akan selalu memilih mendekat padamu; Sejauh apapun kamu mencoba pergi.
Kamu tak usah khawatir. Kepercayaanmu adalah apa yang selalu kugenggam utuh. Selama kau tidak mempermainkan kepercayaanku padamu, aku tak akan pernah berani menghianati itu.
Di depan mereka, aku akan memperkenalkanmu. Sebagai seseorang yang aku utamakan, sebagai seseorang yang pada matanya bahagiaku didulang.
Percayalah padaku, kehilangan ribuan mereka tidaklah buruk jika dibandingkan dengan kehilanganmu.
-BK
Jika kamu masa depanku
Untuk laki-laki yang kelak hatinya menjadi tempat ternyamanku. Sebelum kita bertemu, ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan.
Ketika kelak kita bersatu pada ikatan yang sakral, maukah kamu mengerti dan menerima segala sifat dan sikap baik dan burukku?
Karena ada beberapa hal dariku yang sulit diterima oleh lelaki sebelum kamu.
Maaf, mungkin parasku tidak secantik wanita sebelumku. Aku tidak terlalu pandai bersolek dan merawat diri. Ada beberapa luka cakaran di tangan dan kakiku. Aku minta kamu memakluminya, luka itu aku dapati dari kucing-kucing yang aku rawat. Kalau kelak kamu tidak menyukai kucing, boleh aku memeliharanya satu saja dari mereka di rumah kita kelak? Aku sangat menyukai kucing, dan cita-citaku untuk memiliki setidaknya satu kucing di rumah kita nanti. Aku berjanji akan mengurus segala sesuatunya, dan sebisa mungkin tidak menyulitkanmu. Boleh, ya?
Lalu, aku juga tidak begitu pintar memasak. Mungkin aku bisa, tapi untuk soal enak atau tidak aku tidak bisa menjamin itu. Tapi tenanglah, sejak kemarin aku sudah belajar membuat beberapa makanan. Setidaknya, ketika kita bertemu, aku bisa membuatkanmu sarapan sebelum kamu bangun nanti. Kalau ada makanan yang kamu suka, katakan, aku akan belajar mati-matian agar bisa membuatkan makanan kesukaanmu. Kalau perlu aku akan minta diajarkan oleh ibumu.
Aku juga sedikit pencemburu. Bukan berarti kamu tidak boleh berteman dengan wanita, boleh, silakan. Karena aku juga memiliki beberapa teman laki-laki yang dekat. Asal, sebaiknya mereka kenalkan dulu padaku, ya? Agar menumbuhkan kepercayaanku juga.
Untuk soal belanja kebutuhan, mungkin kamu bisa sedikit lega. Karena aku tidak begitu tertarik dengan baju, tas, dan makeup-makeup mahal. Aku lebih suka yang sederhana dan awet untuk dipakai. Jadi rasanya kamu tidak perlu khawatir tidak bisa menghujaniku dengan barang-barang bermerk. Belikan aku buku, aku lebih tertarik dengan itu.
Masalah kesetiaan, kamu tidak perlu khawatir aku akan mengingkarinya. Tenang, kamu boleh percaya denganku. Seluruh kode pass sosial media dan telepon genggamku pun akan aku beri jika kamu tanya. Aku tidak menyembunyikan apa-apa. Karena kesetiaan adalah hal yang aku harapkan darimu juga.
Aku mudah menyesuaikan diri, aku tidak banyak menuntut, meminta sesuatu. Aku tidak mempermasalahkan kelak kita akan tinggal di mana, kendaraan apa yang kita miliki. Selama aku bersedia menerima tawaran untuk menghabiskan sisa umurku bersamamu, kamu tidak perlu khawatir. Aku sudah siap dengan segala resiko.
Yang terpenting, aku nyaman bersamamu, kamupun nyaman selalu berpulang padaku. Untuk hal selain itu, kita usahakan bersama-sama. Untuk mencapai apa yang kita sebut bahagia. Walau sebenarnya, untuk berlabuh bersamamu, adalah awal dari kebahagiaan itu sendiri.
Ternyata begini begini juga hidupku repot, kesana kemari hanya untuk mencari yang begitu begitu saja, lah jd kukira yg merepotkan hidupku itu ya aku sendiri-dasar bodoh.
" Dari dulu tidak berubah, memperjuangkanmu selalu susah"
-17 agustus 2014
Aku punya jalan yang banyak, bodohnya dulu aku lebih memilih jalan penuh ranjau.
Aku punya jalan yang lurus, bodohnya dulu aku lebih memilih jalan penuh tikungan.
Aku punya jalan yang luas , bodohnya dulu aku lebih memilih jalan yang sempit.
Saat belum tiba pada tujuan, aku tertatih dijalan yang sama. Tak ada satupun yang peduli, termasuk bersama orang yg selama ini menemaniku. Taunya dia? Malah membuatku tersesat dari jalan yang seharusnya aku lalui.
Bodoh. Memang, sudah salah masih tetap bertahan dijalan itu.
1 maret 2019
Pada malam itu,
Kau tahu, kota ramai itu, biar menjadi saksi, ada langkah yang diam diam saling takut ditinggalkan. Ada genggaman tangan yang saling takut dilepaskan, dan ada diam yang saling takut mengucap perpisahan. Biarkan, langit malam pada saat itu yang paling mengerti diantara semesta mereka berdua.
Yogyakarta, 20 Februari 2019.
#langit #malam #kehilangan #rindu #sabar #bahagia #cinta #jatuhcinta
Terimakasih Jogja, kau membuatku semakin jatuh cinta padanya.
Yogyakarta, 21 februari 2019
Begini,
Sayang, jangan pernah sakit karena cinta. Sebab, di tiap tiap kenyataannya aku pernah merasakan pedihnya sebuah kekecewaan.
Sayang, jangan pernah mencoba selalu memberikan segalanya pada orang yang kau sayang tapi tak pasti. Sebab, di tiap tiap kenyataannya kau dihantam jutaan penyesalan karenanya.
Sayang, jangan pernah merasa tak tenang karena takut kehilangan. Sebab, yang benar benar nyata adalah yang takkan membuatmu cemas disetiap langkah kemanapun kau berjalan.
Sayang, jangan pernah mencoba sekali kali meneteskan air mata untuk seseorang yang salah. Sebab, ditiap tiap jatuhnya air mata mu menandakan, bahwa kau memang tak berguna.
Sayang, jangan pernah benar benar jatuh cinta pada orang yang belum pasti yang bukan jodohmu. Sebab,di tiap tiap kau dalam mencintai ia adalah sia sia.
Sisakan hal terindah untuk kelak jodohmu nanti. Ia butuh menjadi teristimewa, diistimewakan dan memang benar benar istimewa...
-A.r
Boleh kusuka kamu hanya dalam imajinasi ini?
Bagian terburuk dari mencintai adalah, mencintai orang yang salah.
Aku lelah, yasudah terserahmu sajah.
Seperti yang kuduga, kau akan datang. Ya, kamu datang. Bukan dugaan lagi, selamat datang tuan :)
Jangan seperti batu yang keras kepala, sekali aku memintamu kembali aku takkan pernah lagi melakukannya.
“Bagaimana bisa kamu menjadi orang yang benar benar ingin kubenci? Sementara, dulu begitu dalam aku menjatuhkan hati. Hatiku menolak pergi, tetapi kenyataan terlalu menyakiti. Kamu lelah dengan segala yang kita perjuangkan bersama. Kamu memintaku berlapang dada, memintaku melepaskan begitu saja. Apakah kamu tidak pernah merenungkan walau sejenak saja, betapa luka pedih mengiris dada, melihat orang yang paling dicinta meminta lepas demi seseorang yang ia cinta? Kita tidak menjalani ini sehari dua hari, terlalu lama kebersamaan ini membuat aku tidak tahu lagi jalan kembali. Meski tidak ingin memintamu kembali, tapi lukanya tetap saja tak sepenuhnya pergi. Menyiksa malam-malamku, menyesakkan dalam diamku. Kenangan selalu pulang dengan hal-hal yang kamu buang. Dengan hal-hal yang dulu sepenuh hati kita impikan dalam hal berjuang. Apa kamu bahagia dengan segala luka yang kini kurasa? Apa kamu tidak merasa betapa dalamnya aku tenggelam dalam hal-hal yang terlalu pahit rasanya kenyataan ini? Menjadi kamu mungkin menyenangkan, setelah dicintai bisa semudahnya membuang. Setelah disayangi lantas kamu merasa berhak menyakiti. Sementara aku tertatih untuk berdiri kembali. Andai mudah membencimu, aku sudah melakukannya semenjak kamu memilih berlalu. Namun, perasaan tak pernah sepenuhnya bisa dikendalikan. Aku masih mencarimu dalam doa-doa, meski tidak sesering dulu sewaktu awal terluka. Lelah rasanya begini, mengharapkanmu yang tak pernah peduli. Menggenggam hati seseorang yang tak lagi bersedia dimiliki. Semoga waktu benar-benar obat dari segala pilu. Tak banyak lagi yang kuharapkan darimu. Meski sejujurnya tak semudah itu membiarkanmu semakin jauh dari masa lalu. Namun, aku paham, aku bukan lagi orang yang kamu inginkan. Sekuat apa pun aku menjaga doa-doa untuk bersama, tidak akan berguna bila kamu tidak juga bersedia. Menjadi kamu mungkin tak akan pernah mengerti rasanya mencintai seseorang, pada saat yang sama perasaan itu terus saja menyakitimu tanpa pernah bisa kamu buang. Jagalah dia baik-baik, semoga luka hatimu tidak pernah berbalik. Jagalah dia yang kamu pilih sebagai cinta, semoga kelak dia tidak menjadi seperti kamu, yang memilih pergi dan membekaskan luka.”
— BOYCANDRA, dalam buku ‘Senja, Hujan, dan Cerita yang Telah Usai’.