Perbatasan Nol
@rizqiyenne
Disadari ataupun tidak, semua masalah ternyata selalu berawal dari pikiran. namun, memiliki pikiran bukanlah masalahnya.
lantas, apakah masalahnya?
masalahnya adalah semua pikiran kita diilhami oleh kenangan yang menyakitkan, kenangan akan orang, tempat, atau hal.
Ada sebuah kutipan dari buku Tor Norretranders, The User Illusion, yang menyimpulkan inti perjalanan naik turun dalam kehidupan yang akan kita jalani adalah,
"Alam semesta itu berawal saat ketiadaan melihat dirinya dalam cermin."
Pendeknya, Perbatasan Nol adalah mengenai kembali ke keadaan nol, tempat terdapat ketiadaan tapi apa pun menjadi mungkin. Dalam keadaan nol tak ada pemikiran, kata, perbuatan, kenangan, program, keyakinan, atau lainnya. Semata-mata tak ada apa-apa.
maka ketika terlihat tak ada apa-apa, disitulah akan semakin jelas, bahwa hanya ada Sang Kasih Sayang yang Maha Merajai. Disitulah pula ketenangan, kedamaian, dan ketentraman selalu bisa dirasakan meliputi bagian-bagian dari diri kita. tak ada lagi beban-beban masalah yang sebelumnya terasa sangat berisik dan membebani itu.
Saat pikiran menjadi tenang dan manis
Saya mengumpulkan kenangan akan hal-hal di masa lalu,
Saya mengeluhkan kekurangan akan banyak hal yang kucari,
Dan dengan ratapan baru akan kesengsaraan yang dulu, waktu saya yang berharga terbuang.
Lalu, dapatkah saya berduka untuk kedukaan yang telah lalu?
Dan tiap kesengsaraan diceritakan kepada orang lain
Kisah sedih tentang rintihan yang dulu telah dirintihkan
Yang baru kubayar seolah-olah sebelumnya tak terbayar
—15 Januari 2025














