Setiap nemu chat itu.
Atau pembicaraan mengenai itu.
Atau ada tentang itu terlintas.
Aku seolah membeku dan hanya ingin tenggelam. Cukup dalam hingga tak bisa ditemukan.
Tapi di saat yang sama, muncul quotes-quotes penyemangat. Banyak yang punya masalah yang sama mereka bisa maju kok. Cuma pecundang, yang gak bisa bangkit. Dan seterusnya.
Dan sialnya aku tahu itu semua. Tapi aku tetap tak bisa.
Pikiran lebih baik tak ada selalu muncul. Tapi tenang, pikiran tentang neraka lebih mengerikan. Kehidupan dunia hanyalah partikel tak kasat mata jika dibandingkan kehidupan setelah mati.
Seorang teman pernah begitu penasaran dengan apa yang aku pikirkan. Hingga dia bertanya semua blogku. Dia tahu 1 dari sekian blogku merupakan tong sampahku.
Padahal apa yang ada di pikiranku setiap saat hanya satu, mati. Maka dari itu aku membenci pikiranku sendiri di kala sendirian.
Sibuk banget sih kamu? Ya. Agar pikiran itu tak selalu merasuk.










