TANGGUHNYA LIMA PEJANTAN DI ATAS PANGGUNG
SALAH SATU KONSER SHEILA ON 7 TERBAIK MENURUT GUE DI MASA KEJAYAAN FORMASI AWAL MEREKA.
Ingatan gue sejenak kembali ke sekitar tahun 2005. Saat itu pemerintah kota gue Manado mengadakan sebuah Festival (gue lupa nama festivalnya apa) gue ingat jelas salah satu artis yang akan tampil adalah band idola gue Sheila On 7. seperti terbakar bahagia waktu tahu Sheila On 7 menjadi line up band yang didatangkan untuk menyemarakan pagelaran festival yang diadakan waktu itu.Meski di hari-hari sebelumnya band-band seperti Gigi, Ada band, Cokelat, dan Ari Lasso juga turut meramaikan Festival tersebut.Dan Sheila On 7 menjadi penampil puncak di hari terakhir festival itu diadakan. Gue seorang penggemar yang tentu saja sangat haus melihat penampilan mereka. Karena untuk datang ke kota-kota kecil seperti Manado buat band yang namanya sangat besar dan berada di masa kejayaan waktu itu sangatlah jarang.
Malam itu gue tiba di Venue beberapa menit sebelum konser di mulai. Langsung saja gue menyusup di antara ribuan penonton yang sudah terlebih dahulu datang memadati Venue. Tentu saja gue harus berada di depan agar bisa melihat jelas aksi band yang menjadi influence gue itu. Gue memilih berdiri tepat di depan amplifier Eross Candra karna ingin sekali melihat jelas cara Eross memainkan lagu-lagu Sheila On 7. Eross sendiri menjadi sosok Guitar Hero gue sejak mereka mengeluarkan album pertama mereka.
Teriakan-teriakan penonton mulai begitu kencang ketika MC di atas panggung mulai memanaskan suasana dengan memancing penonton untuk meneriakan nama Sheila On 7. Tanpa berlama-lama setelah dipanggil satu persatu personil naik ke atas panggung dengan jantannya!. Anton yang kemudian langsung berada dibelakang set drumnya setelah memberi salam ke penonton dengan mengangkat tanganya kemudian disusul Adam Subarkah, Sakti, dan Eross Candra yang langsung mengambil gitar mereka dan terakhir Duta sang vokalis masuk diiringi teriakan histeris para Fans cewek. Di tahun itu band ini sedang digemari karena lagu-lagu mereka yang sangat mudah dicernah dikuping dan hingga kini lagu-lagu mereka selalu menjadi asupan gizi kuping gue, Pantaslah jika mereka mendapat julukan band sejuta copy!
Masih jelas di ingatan gue track “ Menyelamatkanmu “ yang diambil dari album Ost 30 Hari Mencari Cinta menjadi opening song di konser mereka malam itu. Eross yang menggunakan gitar Gibson Flying V berwarna hitam memainkan intro lagu itu dengan gagahnya. Lagu itu dimainkan secara full band meski di album dimainkan secara akustik. Selanjutnta hits-hits mereka seperti “ Pria Kesepian”, “Dan” ,“J.A.P”, “Kita”, “Seberapa Pantas” dan banyak lagi hits meraka yang lain dibawakan secara maksimal dan tangguh di atas panggung. Dan menjadi kebahagiaan gue ketika track-track di album “Pejantan Tangguh” Album keempat meraka juga dibawakan. Karena di tahun itu album itu masih terasa hangat di pendengaran karena memang baru saja dirilis di tahun 2004 dan gue malam itu melihat dan mendengar langsung track “Itu Aku” , “Pemuja Rahasia” “Generasi Patah Hati” “Jangan Beritahu Nia” di bawakan depan mata gue. Dan tentu saja single di album itu “Pejantan Tangguh” yang dimainkan hampir di akhir konser. Duta mempelesetkan judul lagu itu dengan mengatakan Pedagang Tahu kemudian berteriak menirukan suara ayam yang sedang berkokok dan langsung intro lagu itu dimainkan.
Gue pribadi orgasme menonton mereka malam itu. Ada sekitar 20 lagu berhasil mereka bawakan dengan memukau. Karena sekarang jarang sekali mereka Live dengan Set List sebanyak itu. Apalagi di tahun-tahun itu mereka masih disibukan dengan perjalanan Tour mereka di puluhan daerah di Indonesia. Rasanya tangguh sekali melihat penampilan mereka malam itu. Sesekali Eross dan Duta sering mengeluarkan kata-kata candaan sebelum memulai lagu. Atau terkadang gue tertawa melihat aksi panggung mereka yang kejar-kejaran, melompat-lompat penuh energi ketika saat memainkan lagu-lagu mereka. Gimmick yang lucu juga kadang tak canggung mereka perlihatkan di atas panggung malam itu. Di tiap intro lagu yang mereka bawakan penonton sering dibuat berteriak kaget dan diikuti koor masal saat lagu demi lagu mereka bawakan. Atau gue kadang mulai menebak-nebak lagu yang mereka rubah aransemennya di atas panggung.Malam itu mereka berlima terlihat “liar” di panggung. Dan gue bangga menjadi saksi sejarah masa kejayaan band ini di era formasi awal mereka.
Konser mereka malam itu menjadi #KonserTerbaikGue. Meski tentu saja hingga sekarang konser-konser mereka tetap menjadi dan selalu yang terbaik menurut gue. Beberapa kali gue selalu menonton ketika mereka datang ke Manado namun menurut gue penampilan mereka paling tangguh adalah malam itu. Masih terdengar jelas dikuping sound gitarnya Eross dan Sakti yang sangat kotor, gebukan Anton yang Khas serta permainan bassnya Adam. Juga suaranya Duta menyanyikan setiap hits mereka malam itu. Rasanya gue masih ingin hidup seribu tahun lagi untuk selalu menjadi saksi ditiap mereka konser, menjadi bagian dari koor-koor masal penonton yang selalu mengiringi mereka di panggung.Serta menjadi bagian keluarga besar Sheilagank dan selalu menjadi Back Up Singers Of Sheila On 7!.