Saya percaya, Tuhan tidak akan menciptakan segala sesuatu dengan kesia-siaan. Termasuk menu sarapan setiap hari di Rumah Intaran. Setahun sudah berlalu, kami pun kian menyadari banyak hal yang terlupakan dan terpinggirkan. Hampir tidak ada sampah terbuang atas remah-remah dan kulit di piring. Kini usai menuntaskan sarapan, apa yang tidak dapat kami makan akan menjadi kudapan lezat bagi bebek-bebek. Juga sepotong jeruk nipis yang sarinya sudah terlarut dalam air minum pagi hari. Ia pergi menuju mangkuk sabun lerak, membersamai aktivitas mencuci alat makan. Air buangan mencuci alat makan pun menuju kandang bebek, tanpa kami takut bebek-bebek akan teracuni limbah-limbah kimia. Tuntas!







