Pada batas tertentu, kebimbangan itu perlu. Ia membuatmu selalu mawas diri dan bersiap untuk berusaha untuk lebih baik.
Jangan terlena dengan percaya diri. Percayanya sama Allah aja. #okesip

@theartofmadeline
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
EXPECTATIONS
wallacepolsom
The Bowery Presents

Andulka
tumblr dot com

roma★
taylor price

pixel skylines

oozey mess
d e v o n
macklin celebrini has autism
Cosmic Funnies
ojovivo

Love Begins
untitled
The Stonewall Inn

No title available
Game of Thrones Daily
seen from T1
seen from United States
seen from Germany

seen from France

seen from United States

seen from United States
seen from Bangladesh

seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Germany
seen from South Korea

seen from Canada

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from India

seen from Malaysia
@romialdinori
Pada batas tertentu, kebimbangan itu perlu. Ia membuatmu selalu mawas diri dan bersiap untuk berusaha untuk lebih baik.
Jangan terlena dengan percaya diri. Percayanya sama Allah aja. #okesip
"Apa yang buat lu yakin dia yang terbaik dibanding cewe lain?" "Apa yang buat lu yakin kalau lu itu udah siap?" Pertanyaan-pertanyaan itu yang paling umum dilontarkan kawan dan kerabat saat sebelum dan setelah nikah hingga sekarang. Dan jawabannya mungkin agak membingungkan, karena saya akan jawab dengan spontan "gua dulu ga pernah yakin sama dia". Dan saya pun tidak pernah yakin kalau diri saya sudah siap. Seumur-umur saya mencari jalan untuk dekat dengan lawan jenis, dia adalah cewe yang saya pdkt-in yang paling tidak memikat perhatian saya. Alhasil keraguan dan kebimbangan yang saya rasakan kepada dia jauh lebih banyak dibanding dengan yang saya rasakan terhadap beberapa yang dulu pernah dekat dengan saya. Bahkan kalau boleh jujur sampai detik akad nikah pun saya belum menemukan "keyakinan" yang saya tunggu-tunggu. Mungkin setiap pasangan memiliki cerita dan jalannya masing-masing. Dan untuk kisah kami, sejauh saya bisa berkontemplasi tentang hikmah dari semua ini adalah dengan "hambar"nya keterpikatan saya padanya, saya bisa belajar untuk menjernihkan hati dan meluruskan niat. Kalau kata seoarang sahabat "belajar expect nothing to human, dan expect just to the One and only Allah" :) Dan ya, benar saja. Ketika kita terlalu menggantungkan harapan kita pada manusia, maka akan ada saja hal yang membuat harapan itu pupus atau setidaknya tidak terpenuhi dengan sempurna dan akhirnya akan melahirkan kekecewaan. Harapan yang saya maksud disini adalah rasa cinta kepada manusia. Mungkin berbeda dengan pasangan lain, tapi untuk kisah kami bagi saya rasa cinta kepada calon pasangan sebelum pernikahan bukanlah hal esensial yang signifikan. Bukankah pernikahan Rasulullaah Saw. dan ibunda Khadidjah ra. juga tidak di-inisiasi oleh rasa cinta Rasulullaah Saw. kepada calon istrinya? Bukankah Fatimah binti Muhammad ra. juga meminta maaf kepada suaminya Ali bin Abi Thalib ra. karena pernah telah lebih dulu mencintai Ali ra. jauh sebelum pernikahan mereka dilaksanakan? Semua itu karena cinta sebelum akad nikah bisa menipu. Saya tidak mengatakan bahwa semua cinta sebelum akad nikah adalah salah. Tapi terbukti, terlalu mencintai seseorang yang bahkan belum menjadi siapa-siapa bagi kita sebagian besar berujung pada masalah dan kerugian. Karena seperti bermain game, pernikahan adalah sebuah stage kehidupan dengan level kesulitan lebih tinggi dibanding stage sebelumnya. Dengan level yang lebih tinggi, tentu akan datang tantangan yang lebih sulit dan membutuhkan skill (bekal) yang lebih kuat pula. Dan bagi saya bekal terpenting yang harus kita miliki adalah niat yang lurus dan kuat untuk melangsungkan pernikahan hanya karena dan untuk Allah, bukan karena manusia apalagi hanya bergantung pada cinta yang bisa jadi hanya sesaat. :) "Gua ga yakin sama dia, gua yakinnya sama Allah" Wallahu a'lam bis showab. Akhir kata, mumpung masih suasana lebaran Mohon dimaafkan dan diikhlaskan jika ada kata atau perbuatan yang kurang berkenan. Jika ada yang masih belum terselesaikan silahkan hubungi secara personal. ^^ Oh iyya, bagi teman-teman, keluarga, kerabat, bapak, ibu, saudara/i, yang lagi di Makassar, tanpa mengurangi rasa hormat kami mengundang untuk datang ke acara walimah kami yang insya Allah akan dilaksanakan pada : Sabtu, 08 Juli 2017 19.00 - Selesai Hotel Dalton, Makassar Ttd, Ahmad & Dea Dari sudut kota mangga, Indramayu :)
Tulisan yang menginspirasi di rabu pagi ini. Terima kasih atas rangkaian kata-katanya, wahai sang penulis :)
Creativity is just connecting things. When you ask creative people how they did something, they feel a little guilty because they didn’t really do it, they just saw something.
Steve Jobs
Saya meyakini setiap kita memiliki perjuangan sendiri untuk menjadi lebih baik. Ada yang sudah rajin shalatnya namun masih berikhtiar keras menjaga pandangan dan hatinya. Ada yang rapih hijab dan pakaiannya dalam kesehariannya, namun masih berusaha memperbaiki sikap dan kata-katanya di dunia maya. Dan mungkin ada yang sedang menjaga hafalannya, namun masih terus belajar memperbaiki konsep interaksinya dengan lawan jenis. Dan pasti kita juga punya perjuangan sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik, bukan? :) Tugas kita sesama muslim adalah berhusnudzon dengan apa yang mereka sedang ikhtiarkan, membersamai dan saling mengingatkan serta suportif dalam proses belajar dan perbaikan dirinya. Ini termasuk untuk pribadi kita sendiri yang tentu masih banyak hal yang sedang kita perjuangkan. Wallahu a'lam
Dan memang, kita pun tak pernah benar-benar tahu sejauh apa kita sudah siap. Cara terbaik untuk mengetahuinya adalah dengan menjalaninya. Dan dalam perjalanannya, pastikan dalam setiap langkah kita, ada proses belajar untuk terus mempersiapkan diri untuk momen berikutnya dengan lebih baik. Dan mari kita jalani proses itu bersama-sama.
Sebuah inspirasi dan catatan ingatan dari satu bagian buku ‘Genap’ karya Nazrul Anwar
Selain berbuat kebaikan, bulan Ramadhan juga merupakan kesempatan bagi kita untuk mulai berlatih mengurangi kebiasaan buruk. Kurangnya satu atau dua kebiasaan buruk juga dihitung sebagai kebaikan
Ust. Banu Muhammad
Antara kejar target dan adab dalam berikhtiar. Favorit <3
Harap tenang, ada ujian
Beberapa hari terakhir ini saya lihat ternyata lagi banyak diadakan ujian masuk universitas. Mulai dari yang namanya SBMPTN (Selekesi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) sampai dari kampus saya sendiri yang juga mengadakan SIMAK UI (Seleksi Masuk Universitas Indonesia). Pada momen-momen ujian ini, saya seringkali menemukan tulisan di depan lokasi ujian yang tulisannya ‘harap tenang, ada ujian’. Kadang mikir juga, mereka yang ujian kenapa kita yang harus tenang? Hmm.. Tapi kalau kalau diinget-inget lagi masa-masa saya mengikuti ujian nasional maupun seleksi masuk universitas, ketenangan menjadi faktor penting dalam kelancaran melaksanakan ujian. Misalnya lagi fokus-fokusnya mikir jawaban dari soal ujian, terus terdengar bunyi motor RX King yang suaranya ‘khas’ itu, sedetik kemudian bisa buyar tuh konsentrasi saya yang sedang tinggi-tingginya (halaah..) pas lagi mengerjakan ujian. Apalagi ini ujian penting, cuma sekali seumur hidup mungkin, atau adanya cuma sekali setahun. Kalau gagal, ngulang laginya cuma bisa tahun depan, beuh.. Jadi penting ya, kita menjaga ketenangan di sekitar orang-orang yang lagi ikut ujian. Hitung-hitung dapat pahala juga bantuin mereka buat lancarin ikhtiar dan perjuangannya lulus dari ujian yang susah itu. Toh lokasi ujiannya ga di seluruh tempat kan, cuma di sekitar lokasinya aja yang diharapkan tenang hehe.. Nah, mungkin bisa juga jadi analogi, bagi teman-teman yang punya pertanyaan
“Kenapa pas bulan Ramadhan, diskotik, panti pijat dan rumah makan ditutup?
Ya mungkin sebaiknya ditutup karena ini adalah harapan dari para peserta ujian di bulan Ramadhan yang ingin ujian dan ibadahnya berjalan lancar. Selain itu, bisa juga hitung-hitung yang ga puasa dapat amal baik juga karena udah bantuin yang lagi ujian. Toh juga, ga selama setahun juga kan puasanya, cuma satu bulan aja. Pun kalaupun ga bisa ditutup sama sekali, malamnya pun masih bisa buka, ya kan? Hehe.. Oia sebentar lagi udah mau Ramadhan nih. Bagi yang mau ujian silahkan bersiap-siap, yang engga ikut ujian ya sama-sama kita pahami bahwa ada yang bakal mau ujian. Semoga bulan Ramadhan bisa jadi bulan yang tenang bagi semuanya.. aaamiiiin :) Marhaban ya Ramadhan
Sebenarnya ini adalah sebuah draft dari catatan sebuah kajian dari rangkaian progam persiapan menikah yang akhir tahun lalu saya ikuti di Jakarta. Rasa-rasanya kali ini, bagi saya ini adalah waktu yang tepat untuk merilis tulisan ini, sekaligus menjadi pengingat kembali bagi saya, insya Allah. Kali ini saya mau share sedikit tentang materi yang didapat di kajian tersebut. Pada pertemuan pertama kajian tersebut, topik yang dibahas adalah tentang Niat. Pada dasarnya, niat menikah adalah urusan seorang pribadi dengan Allah. Jika niat ini sudah benar-benar lurus dan ikhlas karena ingin mendekatkan diri lebih baik lagi kepada Rabb-nya, insya Allah siapapun pasangannya kelak, takkan mengurangi tekadnya untuk mewujudkan pernikahan yang benar-benar mengantarkan dia dan keluarganya pada jalan ibadah. Ini membantu menjawab pertanyaan yang sering diajukan mengenai seorang yang baik akan mendapatkan pasangan yang baik pula. Sebagaimana contoh Siti Aisyah, seorang perempuan yang dijamin tempatnya di surga, adalah suami dari Fira’un. Dan sebagaimana pula Nabi Nuh, yang mendapati istri dan anak yang durhaka kepadanya. Pun ada juga yang memang Allah beri pasangan yang baik di dunia, layaknya Fatimah yang ditakdirkan berjodoh dengan Ali setelah berkali-kali dilamar oleh sahabat-sahabat yang lain. Pernikahan adalah tentang meluruskan niat dan mengikhlaskan ego-ego duniawi sering kali kita reka-reka. Ego-ego ini yang membuat munculnya kriteria-kriteria yang sebenarnya tidak syar’i namun malah menjadi prioritas di depan yang pada akhirnya malah menyebabkan melambatnya langkah dan meragukan pikiran. Memang diakui, sebagai manusia, kita memiliki hawa nafsu. Hawa nafsu merupakan bisa menjadi faktor yang mempengaruhi seseorang dalam perjalanan menuju maupun dalam pernikahan. Hawa nafsu menjadi sumber energi bagi seseorang untuk tetap memiliki rasa ketertarikan terhadap pasangan, dan menikah menjadi satu jalan yang disediakan Islam untuk memenuhi hawa nafsu yang bergejolak di dalam diri. Namun percayalah, katanya, banyak hal yang lebih bermanfaat yang akan kamu dapatkan dari menikah lebih dari sekedar memenuhi hawa nafsu. Banyak hal yang luar biasa yang dapat terjadi dalam sebuah pernikahan. Saat ini, saya berada dalam proses ini. Mencoba meluruskan niat tentang menikah. Tentang alasan dan tujuan yang ingin dicapai dari sebuah pernikahan yang nantinya akan ditempuh. Bagi berbagai orang, alasannya bisa bermacam-macam. Ada yang berniat ingin menjaga diri dari maksiat, ingin punya anak, ingin ada yang nungguin di rumah, dan sebagainya. Kita bebas menentukan apa alasan kita untuk menikah. Namun satu hal yang selalu ditekankan oleh orang-orang terdekat saya, menikah harus bertujuan untuk kebaikan. Sebuah kebaikan yang diikhtiarkan dengan sebaik-baiknya yang kita mampu. Oleh karena itu, penting untuk mengiringi niat ini dengan ikhtiar-ikhtiar terbaik kita untuk dapat mengoptimalkan potensi kebaikan yang dapat diwujudkan melalui pernikahan, baik secara individu maupun bersama-sama dengan pasangan. Semoga apapun yang kita niatkan dalam prosesnya, niat itu adalah niat yang diridhai oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dan menjadi jalan yang mempermudah kita menuju surga-Nya kelak. Aamiin ya Rabb :)
Promote what you love instead of bashing what you hate
Anonymous
Early Startup Life
Jika dihitung-hitung, sudah hampir delapan bulan saya masuk ke dunia startup dan empat bulan saya fokus menjadi bagian dari Meetchange.org, sebuah startup yang fokus sebagai platform jejaring sosial bagi e-government dan sektor publik (Saya akan cerita mengenai startup ini pada tulisan berikutnya). Sebelumnya setelah lulus kuliah, saya langsung masuk ke kantor LPDP sebagai marketing communication intern selama empat bulan dan kemudian mencoba menjadi online seller selama empat bulan.
Saya pernah ditanya beberapa kali mengenai pilihan karir yang saya ambil.
“Rom, mengapa kerja di startup?”
Saya pertama kali mengenal dunia startup sebenarnya semenjak kuliah. Semasa perkuliahan, magang selama minimal 2-3 bulan di institusi, perusahaan atau lembaga merupakan kewajiban bagi tiap mahasiswa tingkat sarjana di fakultas saya. Pada akhirnya saya memutuskan untuk magang di Badr Interactive, sebuah startup yang bergerak dalam bidang IT service dan juga sebagai startup incubator untuk mendorong lahirnya startup-startup baru. Meskipun saya akui, selama magang di Badr, performa saya kurang maksimal, namun hal penting saya dapat adalah startup melatih kemampuan daya kritis saya dalam memandang sebuah problem di sekitar kita. Kita selalu didorong untuk aware terhadap masalah yang dialami oleh user dan mencoba menyelesaikannya dengan produk yang akan kita buat. Di Badr saya juga belajar mengenai bagaimana pola pikir startup yang dibangun dan juga metode-metode yang bisa digunakan, mulai dari riset, pengembangan produk hingga uji coba kepada pengguna. Semua hal tersebut memicu kita sebagai tim untuk terus belajar dan mencoba-coba untuk menemukan solusi yang tepat guna bagi masalah yang ditemukan.
Beberapa kali saya juga pernah mengikuti berbagai seminar, workshop dan program mengenai startup dan lagi-lagi, yang membuat saya berpikir bahwa berkaya di dunia startup itu seru adalah percepatan proses belajar yang (harus) kita lakukan. Di startup, kita didorong untuk menemukan ide-ide inovatif untuk diterapkan dan dicobakan dalam pengembangan produk. Mungkin tidak akan selalu berhasil, namun disitulah proses belajarnya. Kita berusaha mencari tahu why some ideas work, why some don’t. Dan ketika menemukannya, that’s fun!
And then, we’re doing it again and again. Sejauh ini, itulah insight terbesar yang saya dapatkan. Dan ini masih awalan. Masih akan panjaang dan banyaak hal yang harus dilalui dan dipelajari. Namun, saya percaya bahwa ketika setiap halnya kita lalui dengan bersyukur terhadap sekecil apapun manfaat yang kita dapatkan, kita dapat melalui segalanya dengan menyenangkan. Am I right?
I think I should trying to write my blog posts, captions, or anything for personal writings in English. This is not because I want to show off or what, but I just want start my writing learning from this time. Yeah, you could see some mistakes in writings for sure, likes wrong vocabulary, weird words or you know, the hardest, grammars. But some of my friends said about learning. “No matter how many wrongs or fail you did, you just did. In the end, you will learn so much things from your mistakes.” I have a goal, to pursue something next year and for the future. I believe that I just should starting it right now and be consistent, more persistent. Bismillah! P.S: If you guys have some tips for me, please tell me and I really appreciate that. I hope I can do my best from your tips :)
This guide explains what procrastination is, how it works, and how to stop procrastinating. Now for your first test: Don't procrastinate, and read this now.
Jangan terus mencari nasihat tapi tetap tidak mengerjakan apa-apa
- Nouman Ali Khan
#noumanalikhan #nakindonesia #nakquote
Kriteria
Ketika Budi datang ke sebuah kota dan muncul rasa laparnya.
Budi: “Aku ingin makan. Makanan apa saja. Yang penting baik lagi halal”.
Kemudian Budi melihat orang lain sedang makanan pedas.
Budi pun berpikir lagi,: “Sepertinya aku ingin makanan pedas saja”.
Budi pun lanjut melangkah mencari tempat makanan pedas. Sambil jalan, perut Budi semakin lapar.
Budi pun berpikir lagi,: "Aku ingin makan pedas dan porsinya banyak"
Budi pun melangkah mencari-cari restoran yang menyediakan makanan pedas dan menyediakan porsi banyak. Udara terasa sangat panas.
Budi pun berpikir lagi,: "Aku ingin makanan di tempat yang menyediakan minuman dingin pula"
Ah sambil terus berjalan dalam rasa laparnya, Budi merogoh kantongnya. Ia teringat, ia hanya punya sedikit uang untuk membeli makanan.
Budi pun berpikir lagi,: "Aku harus menemukan restoran yang menyediakan makanan pedas lagi banyak dan juga ada minuman dingin namun bisa cukup ku bayar dengan uang di kantongku ini"
Perjalanan Budi pun terus berlanjut..
(Sesungguhnya Budi dari awal telah melewati belasan restoran halal dengan ragam pilihan makanan, minuman dan harga. Namun Budi tetap menahan laparnya demi menemukan restoran yang menyediakan makanan yang sesuai dengan yang ia inginkan)
Kriteria, mempermudah atau mempersulit?
Mungkin begitu pula halnya dalam memilih pasangan hidup :)
Transisi
Ah memang, hidup ini layaknya buku, penuh bab-bab. Bedanya, dalam hidup, ada yang melalui bab-bab tersebut dengan satu persatu, ada pula menjalaninya sekaligus. Ada yang berlalu dengan begitu cepat, ada pula yang rasanya begitu lama. Namun, akan selalu ada hal menarik pada setiap bab hidup tersebut. Bagiku, hal menarik ada pada di antaranya. Kusebut saja, transisi. Mengapa ia menarik? Karena pada transisi ada perubahan. Manusia selalu tertarik dengan sesuatu yang berubah. Gerakan, nyanyian, lukisan maupun pemikiran adalah perubahan. Perubahan dari suatu kondisi ke kondisi yang lain. Begitupun dengan hidup. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita pasti berubah, contohnya usia. Ia terus bertambah. Jikapun berhenti, itu pun juga perubahan.
Hidup dengan perubahan itu menarik. Ada misteri di depan yang tak bisa serta merta kita tebak dengan pasti. Kita hanya bisa bersiap. Merencanakan yang terbaik dan meminimalisasi resiko yang mungkin terjadi. Itulah yang namanya ikhtiar. Oia, kita juga punya senjata lain, namanya do’a. Ketika kamu sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyiapkan diri terhadap perubahan, biarkan do’a yang membantu mewujudkan segala keajaiban itu terjadi. Memang, belum tentu yang terjadi nantinya baik menurutmu, tapi yang pasti itu baik untukmu. Jadi, nikmati saja transisi hidupmu sambil menyiapkan diri menghadapi bab hidup selanjutnya. Bismillah!
Asumsi itu membunuh
kibar.id