Batas
saat mentari tak kau jumpai lagi rembulan tak kau lihat berpijak di antara gulita akan ada sebuah pertanyaan dalam jiwa tentang takdir tuhan yang kau terima. apakah ini sebuah teguran atau bahkan sebuah hukuman keputusan TUHAN. di sebrang daratan seorang wanita tua yang selalu menangis tentang apa yang kau trima, apa yang kau jalanin. yang rela tetap memberikan air matanya untuk segala kepedihan dan kebahagiaan atas dirimu. yang tak pernah bisa menghukum atas segala kesalahanmu, hingga tangan tuham bekerja. kini kau berdiri di tengan penyesalan di hari lalu. dan berharap tuham masih memberikan sebuah kesempatan. kami pun berharap demikian. kepada TUHAN memberikan kemurahan.















