persiapan pernikahan: #2 KUA
langkah selanjutnya setela urusa lokasi beres adalah urusan KUA.
Baiklah, langkah pertamaaaa kali yang harus kita lakukan adalah, nge-list dulu. Begini list-nya:
Si Calon (capeng pria) adalah warga Lombok
Aku (capeng wanita) adalah warga Kecamatan Kromengan
Kami akan melangsungkan akad nikah di (Masjid baiturrahman yang masuk wilayah) Kecamatab Kepanjen. Teorinya harusnya kami daftar di KUA kepanjen.
Kalau langkah normal sih, pertama harus menentukan lokasi akad nikahnya dulu karena KUA kecamatan tempat akad-lah yang harus dituju untuk mendaftarkan nikahnya. Tapi sepertinya entah demi keefisiensian waktu atau bukan. Akhirnya kami disuruh daftar di KUA domisiliku. Ya sudah lah....
Nah karena pak calon bukan berasal dari kecamatan tempat akad, jadinya dia ngurus surat rekomendasi nikah ke KUA kecamatannya. Surat rekomendasi nikah itu surat pindah nikah. Istilahnya kayak ijin ke KUA domisili untuk nikah di kecamatan lain. Semisal kalian akan melakukan akad di rumah capeng wanita, ya capeng pria tinggal bikin surat rekomendasi nikah yang ditujukan untuk KUA kecamatan rumah capeng wanita. Lebih enak lagi kalau kayak temenku, sama-sama dari kecamatan yang sama. Jadi nggak usah bikin surat rekomendasi nikah, langsung daftar aja ke KUA sambil bawa syarat-syaratnya.
Nah kalau kamu nggak perlu ngurus rekomendasi nikah , begini langkahnya:
Pengantar RT & RW: Kita pergi ke Pak RT untuk minta surat pengantar. Surat ini menunjukkan bahwa kita benar adalah warga situ. Setelah itu pergi ke Pak RW untuk minta tanda tangan.
Selanjutnya kita pergi ke kelurahan masing-masing. Syaratnya:
Fotokopi KTP & KK (Kartu Keluarga) capeng pria dan wanita
Fotokopi akta lahir capeng pria dan wanita
Fotokopi ijazah capeng pria dan wanita
Pas foto 3×3 capeng domisili (2 lembar, 1 lembarnya untuk ditempel disalah satu form N1-N7): untuk ukuran foto sebenernya tergantung kelurahan. Tapi emang ukurannya lebih pas pake 3×3 sih. Backgroundnya biru ya, sekalian buat KUAnya.
Nanti dari kelurahan dapat tuh form N1-N7. Tinggal di isi dan ditempel foto. Terus mintain ttd kepala desa mu deh. Kemarin aku sempet ruwet di step minta ttd kepala desa ini sih. Orangnya ngilang mulu, mentang mentang masa jabatannya udah mau habia. Huh.
Kalau udah, semua berkas capeng pria dijadiin satu sama berkas capeng wanita untuk didaftarkan ke KUA akad. Kayaknya nih yang daftar ke KUA pada bawa keluarga, entah ayah/ibu/capeng/saudara atau siapapun. Soalnya waktu aku daftar sendirian (hiks) petugas KUAnya nanya, “yang mau nikah siapa?”
aku jawab “saya pak,” sambil nyengir bahagia. Terus bapaknya nanya lagi, “kok sendirian?” aku jawab “ya iya pak, mau sama siapa,”
“ya siapa, calonnya atau ibunya,”
“hehe enggak pak, sendirian aja,” aku nyengir-nyengirin aja biar keliatan setrong. Mungkin karena sendirian ini aku dikirain mau kawin lari tanpa izin ortu atau gimana gitu kali ya. Wkwkwkwk.
Waktu daftar di KUA akad, berkas yang perlu dibawa:
Form N1-N7 + surat rekomendasi nikah dari KUA calon
Fotokopi KTP & KK (Kartu Keluarga) capeng pria dan wanita
Fotokopi akta lahir capeng pria dan wanita
Fotokopi ijazah capeng pria dan wanita
Foto 2×3 dengan background biru capeng pria (4 lembar) dan wanita (4 lembar).
Kalau wali nikahnya beda KK (karena papa beda KK sama aku) bakal diminta fotokopi KK dan ada form lain yang harus diisi.
Untuk capeng wanita: bukti suntik TT. Tapi karena aku belum suntik, jadinya nggak aku kasih. ((Untuk capeng wanita yang lagi galau perlu suntik atau nggak, dari pengalaman orang-orang, termasuk aku (gegara gue lagi sakit pas daftar nikah, jadi ga bisa suntik vaksin), nggak suntik TT juga tetep bisa nikah kok. Jadi kayaknya ini bukan syarat mutlak sih. Istilahnya kayak tindakan preventif aja. It’s up to you.))
Setelah berkasnya dibawa, nanti kita ke bagian resepsionisnya. Nanti kita dikasih map yang ada list berkas-berkas yang harus dilampirkan. Ada beberapa istilah yang aku nggak paham, dan waktu aku tanyain, itu adalah wali hakim. Jadi semisal nggak ada wali nikah dalam jalur keluarga dan harus pakai wali hakim, nanti dikasih form lain (mungkin).
Setelah selesai melampirkan berkas-berkas dan nulis nama capeng, waktu dan tempat nikah di sampul map, aku nanya ke bagian resepsionisnya lagi langkah selanjutnya. Nggak taunya dikasih lembaran kertas kecil (seukuran A5) yang lupa dikasihin. Isinya kayak “Akan menikah antara ………….. dan …………… pada pukul …………. di …………… dengan mas kawin ………………”. Kira-kira begitu isinya. Nah perlu dicatat ya, harus udah menentukan maharnya apa waktu daftar ke KUA. Tapi nggak masalah sih, toh nanti juga bisa direvisi kalau ada perubahan, selama belum akad.
Slip pembayaran KUA: Setelah itu berkas-berkasnya dikasihin ke petugas KUA di bagian dalam (kayaknya bagian keuangan/pemberkasan). nanti akan dapet slip pembayaran Bank BRI. Setelah dapet, bisa langsung ke Bank BRI buat bayar biaya nikah sebesar Rp600.000 (enam ratus ribu rupiah). Kalau udah bayar, jangan lupa slipnya difotokopi dulu buat arsip kita soalnya slip yang asli harus dikasihkan ke KUA.
Tinggal hari H akad nikah deh. *yeeeeaay*
O iya, karena aku lupa dimana-mananya yang dimintain foto (sebenernya jumlah foto di atas adalah perkiraanku), buat jaga-jaga cetak aja yang ukuran 2×3 sama ukuran 3×3 masing-masing 8 lembar (capeng pria dan wanita). Aku kemarin cetak 12 lembar masih sisa buanyak jadinya. Karena total foto yang diminta sejak AKU ngurus ke kelurahanKU sampe di KUA adalah:
FOTOKU : 3×3 = 6 lembar | 2×3 = 4 lembar
FOTO si calon: 3×3 = 1 lembar | 2×3 = 4 lembar
Jadi kira-kira gitu deh alur ngurus surat-persuratan di KUA. Lebih baik kalian tanya dulu aja syaratnya ke masing-masing kelurahan dan KUA. Kalau males nanya, ya buat jaga-jaga bawa aja semua berkasnya. Sebenernya cepet kok, sehari bisa selesai (?). Ngurusnya bisa sehari, tapi nunggunya bisa beberapa hari. Hehe. Yang bikin lama aku kemarin di bagian kelurahannya, soalnya Pak Lurah di kelurahanku ngilang mulu. Sampai akhirnya berkasnya aku titipin deh buat minta ttd daaan jadi mundur-mundur deh nunggu tanda tangannya. Ngurus di KUA akad juga cepet, kelar dalam 1 hari. Tapi slipnya kemarin nggak bisa langsung dapet soalnya sistem di komputernya lagi error. Jadi harus balik lagi besoknya buat ambil, bayar, fotokopi, ngasih ke KUA.
Urusan surat nikah udah beres! Lanjut waktunya mikir tetek bengek lainnya.