Perkenalkan, beliau orang tuaku yang sekarang
Ayahku yang selama ini bersabar untuk terus menjadikanku hingga seperti sekarang, menahan segala keinginan agar bisa menyekolahkanku sampai dokter, ayah yang bisa menjadi ibu sekaligus, ayah yang selalu menjawab pesan dariku, ayah yang selalu ingin tahu ketika aku bertanya sesuatu, ayah yang tidak pernah menemaniku setiap harinya sejak beliau memiliki rumah tangga baru, ayah yang sekarang terbaur dengan kondisi yang sekarang, ayah yang kuharapkan bisa kembali pada kedua anaknya nantinya, ayah yang kuniginkan selalu tampak muda dan sehat, jauh dari penyakit, dan selalu dilindungi Allah, Ayah yang selalu berkata dengan nada keras dan menggelegar ketika berbicara karna memang sudah pengaruh dari profesinya, Ayah yang selalu menginginkan anaknya bisa menjadi dosen. Amin, Ayah yang bbrp hari kedepan akan ditinggal istrinya ke Korea untuk tugasnya, Ayah yang aktivitasnya hanya bekerja pagi, malam, dan libur, Begitulah Ayah.
Ibu yang juga mendorongku sampai kuliahku selesai dan menjadi dokter, Ibu yang menjadi pendamping penerus ibu almarhum namun sosok ibu tak pernah kudapat darinya, Ibu yang selalu mendampingi ayah, Ibu yang selalu menyusahkan ayah, Ibu yang selalu ruwet dengan prahara kehidupannya, Ibu yang telah lama menjadi kepala di sekolahnya, Ibu yang tampak tegas, selalu sayang pada anaknya, Ibu yang tidak pernah mau masuk ketika sampai di rumahku, Ibu yang hanya mengirimiku makanan random, Ibu yang terkadang suka membelikanku kebutuhan sekunder, Ibu yang suka menasihatiku ketika ku datang ke rumahnya, Ibu dengan 3 orang anak yang sangat menyayanginya hingga ku bisa menyebutnya beruntung melahirkan ketiga anaknya hingga ketiga anaknya tumbuh dengan sukses. Ibu yang selalu ingin tampak dermawan di mata orang sekitarnya, Ibu yang menganggap pembantu seperti anaknya, Ibu yang tidak tahu kapan akan menemani ayah sepanjang hidup. Begitulah Ibu.
Almarhumah Ibu yang sangat penting di kehidupanku hingga aku menjadi seperti sekarang, doa yang tak pernah putus, kehadiran yang sekarang tak tampak, namun aku masih bisa merasakan lewat hembusnya angin, lewat oksigen yang selalu kuhirup setiap harinya, Ibu yang selalu kuimpikan kapan kita akan kembali bertemu, momen yang selalu kuimpikan ketika dapat memeluk erat tubuhnya, merasakan hembusan nafasnya kembali. Ibu yang suka kudekap dari belakang kuciumi pipinya namun beliau kaget lalu memalingkan wajah, Ibu yang sangat amat menyayangi anak dan ayah, Ibu yang penyabar ketika hidup, Ibu yang masih ingat ketika menjelang naza’, Ibu yang tak pernah kulupakan seumur hidup karna telah melahirkanku ke dunia, mengenalkan indahnya dunia, Ibu seperti malaikat tak bersayap yang selalu menerangi jalanku, Ibu yang selalu terselip dalam doaku, Ibu yang seolah mampu melindungiku dari bahaya sekarang, ibu yang sangat baik hati yang telah diambil Allah dengan cepatnya :(