Setelah saya menghilang dari semua yang berbau skripsi, setelah saya menghindar dari kedua orang hebat yaitu dosen pembimbing, dan setelah saya menjauh dari sebuah benda kotak yang amat berharga (karena dibelikan orang tua) yaitu laptop. Ya setelah saya melakukan itu semua, akhirnya memberanikan diri untuk melawan itu semua. Drama memang, tapi ternyata itu semua memberikan pelajaran yang amat berarti.
1. Perpustakaan
Saya adalah salah satu orang yang tidak biasa mengunjungi suatu tempat "sendiri" tapi semenjak itu, saya merubah pikiran saya bahwa memang tak selamanya harus ada wujud manusia disamping atau di depan saya karena saya sudah ada Allah. Tak jarang saya berangkat ketika semua teman di kos saya masih asik dengan mimpinya (kami terbiasa tidur lagi setelah subuh hehe) dan saya menjadi orang pertama yang duduk di sebuah ruangan dengan hawa paling menengangkan yaitu ruang "skripsi" walaupun terkadang saya bosan dan akhirnya memilih salah satu tempat lain di bagian perpus, dimana setiap orang menguasai satu bangku dan satu kursi. Sesekali saya melamun bahkan hingga menangis. Entahlah saya terlalu melankolis memang. Siang hari waktunya saya mengisi energi sama kembali ke kos untuk shalat, makan, mandi dan










