Manusia datang dan pergi
Ada yang di awal begitu dekat, namun harus pergi seiring waktu berjalan.
Menuai banyak kasih dan sayang, tetapi harus menyimpan kerinduan mendalam.
Seakan masih hadir tapi raga dan lakunya tak lagi didapatkan.
Perhatian dan kasihnya kini hanya menjadi angan tak berkesudahan.
Ada yang hanya singgah di tengah perjalanan.
Menanyai kabar sembari memberi pesan.
Lalu pergi entah berantah.
Kabarnya terlupakan tetapi pesannya amat lekat diingatan.
Ada yang singgah beberapa waktu lamanya.
Memilih untuk menetap dan menorehkan kisah yang dalam.
Namun, juga memberikan luka yang sepadan.
Berakhir dengan kesedihan padahal dulu berjalan beriringan.
Ada yang sedari awal memang memilih meninggalkan.
Tak mengukir gelak tawa di awal ataupun akhir perjuangan.
Menjadi asing dan kerap tak dipanggil dalam pertemanan.
Tak apa, manusia memang datang dan pergi.
Ada yang datang memberi kesan kebahagiaan.
Ada pula yang datang membekaskan goresan.
Ada yang pergi dengan pamitan.
Ada pula yang pergi meninggalkan segudang pelajaran.
Tak apa, semuanya baik.
Sama-sama menyadarkan.
Bahwa tak pantas kepada manusia kita menggantungkan harapan.
Bahkan antara kita dan mereka, cepat atau lambat akan pergi meninggalkan.
Entah karena keadaan kehidupan atau karena kematian.
Tak apa, manusia akan selalu datang dan pergi.












