Wahai anak Adam, sesungguhnya sebab lemahnya keyakinanmu adalah karena engkau lebih percaya pada apa yang ada di tanganmu daripada apa yang ada di tangan Allah
Al-Hasan Al-Bashri -rahimahullah-


#batman#dc comics#dc#bruce wayne#tim drake#batfam#batfamily#dick grayson#dc fanart

seen from China
seen from United States
seen from Yemen
seen from China
seen from United States

seen from United States

seen from Singapore
seen from Indonesia

seen from Singapore
seen from Azerbaijan
seen from Portugal

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Singapore
seen from United States
seen from United States
seen from Netherlands
Wahai anak Adam, sesungguhnya sebab lemahnya keyakinanmu adalah karena engkau lebih percaya pada apa yang ada di tanganmu daripada apa yang ada di tangan Allah
Al-Hasan Al-Bashri -rahimahullah-
Zina Mata
Prophetic Hadith
أخرج الشيخان عن أبي هريرة عن النبي صلى اللّٰه عليه وسلم قال كُتِبَ عَلَى ابنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى يُدرِكُ ذٰلِكَ لَا مَحَالَةَ فَالعَينَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ والأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الإِستِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الكَلَامُ واليَدُ زِنَاهَا البَطشُ وَالرِّجلُ زِنَاهَا الخُطَا وَالقَلبُ يَهوِي ذٰلِكَ وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذٰلِكَ الفَرجُ أَو يُكَذِّبُهُ
Dua Syaikh mengeluarkan, dari Abi Hurairah dari Nabi shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: "Telah ditetapkan atas manusia nasib perzinaannya, pasti dilakukan, tidak mustahil. Kedua mata zinanya melihat, kedua telinga zinanya mendengar, mulut zinanya berbicara, tangan zinanya memukul, kaki zinanya melangkah, hati berhasrat itu (zina) dan berangan-angan, dan kemaluan yang menentukan itu apakah bersedia atau menolak."
وفي رواية لمسلم وَاليَدَانِ تَزنِيَانِ فَزِنَاهُمَا البَطشُ والرِّجلَانِ تَزنِيَانِ فَزِنَاهُمَا المَشيُ وَالفَمُ يَزنِي فَزِنَاهُ التَّقبِيلُ
Dalam satu riwayat oleh Imam Muslim: "Kedua tangan berzina, zinanya memukul, kedua kaki berzina, zinanya berjalan, dan mulut berzina, zinanya mencium."
واحمد والطبراني العَينَانِ تَزنِيَانِ واليَدَانِ تَزنِيَانِ وَالرِّجلَانِ تَزنِيَانِ وَالفَرجُ يَزنِي
Dan dalam riwayat Imam Ahmad dan Imam Ath-Thabarani: "Kedua mata berzina, kedua tangan berzina, kedua kaki berzina, dan kemaluan berzina."
وهما مَا مِن مُسلِمٍ يَنظُرُ إِلَى امرَأَةٍ أَوَّلَ رَمقَةٍ ثُمَّ يَغُضُّ بَصَرَهُ إِلَّا أَحدَثَ اللّٰهُ تَعَالَى لَهُ عِبَادَةً يَجِدُ حَلَاوَتَهَا فِي قَلبِهِ قال البيهقي يعني إنما أن يقع بصره عليها من غير قصد فيصرف بصره عنها تروعا
Dalam riwayat lain juga oleh Imam Ahmad dan Imam Ath-Thabarani: "Tidak ada di antara muslim yang memandang wanita pada awal pandangan kemudian menutup matanya kecuali Allah menciptakan baginya ibadah yang dapat dirasakan manisnya dalam hati." Imam Al-Baihaqi menerangkan bahwa sesungguhnya maksud memandang wanita yakni tanpa adanya maksud memandang, kemudian memalingkan pandangan untuk tawarru' (menjauhkan diri dari dosa).
والطبراني والحاكم أنه صلى اللّٰه عليه وسلم قال يعني عن ربه عز وجل النَّظرَةُ سَهمٌ مَسمُومٌ مِن سِهَامِ إِبلِيسَ مَن تَرَكَهَا مِن مَخَافَتِي أَبدَلتُهُ إِيمَانًا يَجِدُ حَلَاوَتَهُ فِي قَلبِهِ
Imam Ath-Thabarani dan Imam Al-Hakim meriwayatkan hadits: sesungguhnya Nabi shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda (menyampaikan wahyu dari Allah jalla wa azza), "Memandang adalah anak panah beracun dari beberapa anak panah iblis. Barang siapa meninggalkannya karena takut kepada-Ku, Ku ganti keimanan yang dapat dirasakan manisnya dalam hati."
والأصبهاني كُلُّ عَينٍ بَاكِيَةٌ يَومَ القِيَامَةِ إِلَّا عَينٌ غَضَّت مِن مَحَارِمِ اللّٰهِ وَعَينٌ سَهَرَت فِي سَبِيلِ اللّٰهِ وَعَينٌ خَرَجَ مِنهَا مِثلُ رَأسِ الذُّبَابِ مِن خَشيَةِ اللّٰهِ
Imam Al-Ashbihani meriwayatkan hadits: "Setiap mata pasti menangis di hari kiamat kecuali mata yang menutup dari hal-hal yang diharamkan Allah, mata yang terjaga di jalan Allah, dan mata yang darinya keluar semacam kepala lalat (menangis) karena takut terhadap Allah."
وهو أيضا ثَلَاثَةٌ يَتَحَدَّثُونَ فِي ظِلِّ العَرشِ آمِنِينَ وَالنَّاسُ فِي الحِسَابِ رَجُلٌ لَم يَأخُذهُ فِي اللّٰهِ لَومَةُ لَائِمٍ وَرَجُلٌ لَم يَمُدَّ يَدَهُ إِلَى مَا لَا يَحِلُّ لَهُ وَرَجُلٌ لَم يَنظُر إِلَى مَا حَرَّمَ اللّٰهُ عَلَيهِ
Masih riwayat dari Imam Al-Ashbihani pula, "Tiga orang yang berbincang-bincang di naungan Arsy dalam keadaan aman sedangkan orang-orang sedang dihisab yaitu orang yang tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah, orang yang tidak memanjangkan tangannya pada apa yang tidak dihalalkan baginya, dan orang yang tidak memandang pada sesuatu yang diharamkan Allah."
Somoga Allah selalu menjaga kita dari maksiat kepada-Nya.
المرجع :
إرشاد العباد إلى سبيل الرشاد للشيخ زين الدين بن عبد العزيز المليباري؛ ص: ٢٢٢ طبعة دار الكتب الإسلامية ٢٠١٠ م
لمفتقر الإرحام من ربه ذي الأرحام
احمد ولدان بدر الحام
Ulama Nahwu Versus Ulama Fikih
Hikayah Uswah
Imam Abu Yusuf (أبو يوسف), pakar fikih, pernah bertanya kepada Imam Ali al-Kisai (علي الكسائي), pakar nahwu, sastra, dan termasuk imam qiraah yang tujuh ternama di Kota Kufah, tentang fatwanya. Imam Ali al-Kisai pernah berfatwa,
مَن تَبَحَّرَ فِي عِلمٍ إِهتَدَى بِهِ إِلَى سَائِرِ العُلُوم
"Siapa saja yang mendalami suatu ilmu ia akan diberi petunjuk untuk memahami ilmu-ilmu lainnya."
"Anda adalah imam dalam fan nahwu dan sastra. Tetapi apakah Anda mendapatkan pemahaman dalam fan fikih?" Tanya Imam Abu Yusuf dengan nada ingkar.
"Silakan bertanya sekehendak Anda!" Jawab Imam Al-Kisai dengan santai.
"Jika seseorang sujud sahwi tiga kali karena lupa (sedangkan sujud sahwi hanya dua sujud), apakah masih disunahkan sujud sahwi untuk kedua kalinya?"
Spontan Imam Al-Kisai menjawab, "Tidak. Karena sesuatu yang telah diperkecil (تصغير) tidak bisa diperkecil lagi."
Imam Al-Kisai menjawab pertanyaan tadi dengan salah satu kaidah nahwu yaitu,
المصغر لا يصغر
"Sesuatu yang telah diminimalisasi tidak bisa diminimalisasi lagi."
Dengan kaidah ini beliau mempunyai maksud bahwa tidak perlu menambah sujud sahwi untuk kedua kalinya. Sebagaimana penerapannya terhadap fan nahwu. Lafaz umair (عمير) adalah bentuk minimum (تصغير) dari umar (عمر). Sedangkan lafaz yang telah diminimalisasi tidak bisa diminimalisasi lagi (yaitu dengan menambahkan harf lain sesudah ditambahkan hafr tashghir).
Kemudian Imam Ali al-Kisai balik menanyai Imam Abu Yusuf.
"Jika seorang suami berkata begini kepada istrinya,
إِن دخلت الدار فأنت طالق
'Kalau kamu masuk rumah, maka kamu tertalak.' (dengan hamzah dikasrah) maka kapan talak itu jatuh?"
"Di saat masuk rumah."
"Kalau suaminya berkata begini,
أَن دخلت الدار فأنت طالق
'Kamu masuk rumah, kamu tertalak.' (dengan hamzah difathah) maka kapan talak itu jatuh?"
"Ya seperti tadi."
"Anda keliru. Talak itu jatuh seketika. Karena an (أن) adalah harf istiqbal yang masuk pada fi'il madli. Apabila keduanya berkumpul maka maknanya menjadi hal (seketika)."
Wa Allahu a'lam.
المرجع:
قوت الحبيب الغريب علي توشيح فتح القريب للامام الشيخ محمد نووي الجاوي البنتني؛ ص: ٨٤؛ طبعة حرمين
(وسجود السهو) وان كثر السهو سجدتان يفصل بينهما بجلسة لاقتصاره صلى اللّٰه عليه وسلم عليهما في قصة ذى اليدين مع تعدد السهو ولو سجد ثلاثا سهوا فلايسجد ثانيا وهذه المسئلة هي التي سأل عنها أبو يوسف الكسائي إمام أهل الكوفة حين ادعى الكسائي أن من تبحر في علم اهتدى به إلى سائر العلوم فقال له أبو يوسف أنت إمام في النحو والأدب فهل تهتدى إلى الفقه فقال سل ما شئت فقال لو سجد سجود السهو ثلاثا هل يسجد ثانيا؟ قال لا لأن المصغر لايصغر ومعنى كونه لايصغر أنه لايزاد سجدتان ثانيا كما أن عميرا تصغير عمر لايصغر ثانيا أى لايزاد عليه حرف آخر بعد زيادة حرف التصغير ثم قال الكسائي لأبي يوسف إذا قال لزوجته إن دخلت الدار فأنت طالق بكسر الهمزة فمتى يقع الطلاق قال أبو يوسف وقت دخول الدار فقال الكسائي لو قال لها أن دخلت الدار فأنت طالق قال فمتى يقع الطلاق قال أبو يوسف كذلك قال أخطأت بل وقع حالا لأن أن حرف استقبال دخلت على فعل ماض فلما اجتمعا صارا حالا
Oleh: Ahmad bin Hanbali As-Samarani
2 Ramadlan 1442 H/14 April 2021 M