Salah Airport
It’s the end of January already. Let me #throwback to a year ago on 31st of Jan 2015. Hari itu kami sekeluarga ada flight dari San Diego ke LA. Semua santai-santai aja, apalagi karena San Diego International Airport berjarak lumayan dekat dari hotel, dan hotel memfasilitasi utk mengantar.
Pas check out + mau berangkat ke airport, print out tiket kami serahkan ke pihak hotel. Betapa kagetnya saat menyadari kalau airportnya bukan di airport internasional sama dengan airport kedatangan kami! Kagetnya lagi, pihak hotel tidak ada yang paham airport kami di mana karena setahu mereka airport di San Diego hanya satu 😂 Sambil berusaha membantu kami yang kebingungan (sebenarnya hanya aku dan Bunda, karena Ayah dan Mas baru mandi), pihak hotel sempat menanyakan mengapa kami memutuskan naik pesawat karena sesungguhnya San Diego dan LA itu dekat. Ya karena kami hanya orang biasa (bukan yang sering travelling), terus ngga mau capek, dan dapat tiket pesawat murah hehe. Akhirnya lokasi airport diketahui, tapi…pihak hotel tidak bisa mengantar karena lokasi yang terlalu jauh harus lewat toll, doh 😂! Padahal sudah mepet sekali dengan keberangkatan. Hotel hanya bisa bantu mencarikan taksi, itupun susah. Tapi akhirnya dapat, dengan tarif yang agak pricey haha padahal tiket pesawat kami tadinya murah 😁 tapi tidak jadi murah karena harus bayar taksi. Tidak terlalu lama taksi datang. Mobilnya keren. Drivernya berpakaian rapi formal hitam-hitam. Sepintas berasa bos bisa naik mobil bagus dengan driver seperti itu.
Ternyata perjalanan ke airportnya cukup jauh, semakin motong jalan ke LA 😂. McClellan–Palomar Airport, nama airportnya, berlokasi di Carlsbad. Untungnya saat sampai di sana dan check in, flight kami delay, wah lega. Delay lumayan lama, jadi kami sempat foto-foto dulu hehe.
Bisa terbayang dari foto paling atas kalau airportnya kecil, karena penerbangan hanya domestik, bahkan di foto hanya tertulis flight ke LA dan dari LA hahaha! Pesawatnya bahkan seperti pesawat dari Bontang-Balikpapan, kecil. Penerbangan hanya sekitar 20 menit. Pramugari hanya satu orang, dia mendemonstrasikan segala safety procedures dengan mata yang tidak pernah lepas dari buku manual. Saya agak ketawa saat dia membuka buku manualnya yang ternyata berlipat-lipat, lipatannya jatuh ke lantai saking panjangnya seperti birthday wish list! Beda banget dengan pramugari biasanya. Tapi alhamdulillah, akhirnya kami sampai di LA dengan selamat.
So the lesson to learn, pelajari lagi saat membuat itinerary dan memesan tiket, pertimbangkan transportasi yang lebih pas digunakan, jangan tergiur harga murahnya saja 😅✌ Sekian cerita pengalaman saya. See you at the next #throwback!















