Yuk, bahagiain diri sendiri dulu moms. Keluarga bahagia datang dari ibu yang bahagia kan?

pixel skylines
NASA
wallacepolsom

Product Placement

tannertan36
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

ellievsbear

No title available
No title available
will byers stan first human second
Game of Thrones Daily
Claire Keane
cherry valley forever

blake kathryn
Stranger Things
No title available
almost home

No title available

Kiana Khansmith

No title available
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Brazil
seen from Singapore
seen from Germany

seen from Brazil
seen from Uruguay
seen from United States

seen from Bangladesh
seen from Brazil

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
@satutigakosonglima
Yuk, bahagiain diri sendiri dulu moms. Keluarga bahagia datang dari ibu yang bahagia kan?
Seringkali ketika hidup rasanya begitu rumit, ada saja yang tetiba datang mengalirkan energi, melapangkan ruang, dan melegakan hati. Dunia jadi kembali layak dihuni :)
Keinginan pulang ke kota kelahiran selalu membuncah di beberapa waktu tertentu. Rasanya waktu-waktu itu adalah masa kutemukan diriku sedang berada di fase terbawah, dengan rindu yang memuncak, pada orang tua, pada kota itu.
Rasanya banyak sekali mimpi yang ingin kukejar disana, tapi takdir membawaku ke tempat ini, kehidupan yang kupilih meski tak pernah kusangka harus menjadi satu-satunya pilihan.
Tapi aku bisa apa? Adalah kewajiban untuk berada disini.
Aku dibutuhkan...
Mungkin itulah satu-satunya alasan menghibur yang bisa kulontarkan pada jiwaku yang selalu meminta pulang.
Bersabarlah sedikit lebih lama...
Kataku pada diriku sendiri
Udah telat seminggu, berburu testpack lah sama pak suami. Terus subuhnya udah coba pake, hasilnya masih negatif, mikirnya bakal coba 3 hari lagi, mudah-mudahan hasilnya positif
Lalu siangnya malah datang bulan. Sedihnya luar biasa. Hhuhu
Lapor ke pak suami, beliau senyum bilang nanti kita coba lagi. Belum waktunya Allah kasih. Berkaca‐kacalah mataku.
Berbaik sangka sama Allah selalu berhasil bikin hati tenang. Allah akan kasih kalau waktunya sudah tepat. Bismillah
Kang gimana ngatasin perasaan insecure dan selalu ngerasa kaya sampah, yang cuman dicari pas dibutuhin, tapi kalo ga dibutuhin, ditoleh aja ga...
Bagaimana mengatasi perasaan insecure dan perasaan rendah diri?
Perasaan itu hadir dari hasil kalkulasi fenomena-fenomena di kepala. Hasil kejadian-kejadian yang berdampak langsung ke kita. Misal, sikap orang lain ke kita adalah fenomena. Otak kita akan memberikan tafsir atas sikap orang tersebut; baik kah, buruk kah, biasa saja kah, over kah, ada hati kah, dsb. Fenomena juga bisa berbentuk fisik seperti wajah, pakaian, benda-benda, serta segala visual dan gestur yang bisa dibaca oleh otak di kepala. Hati kita tidak bisa melihat wajah seorang atau gestur yang diberikan, melainkan datang dari indera. Tapi, perasaan ini bisa kita kendalikan.
Dengan mengacaukan alur indera (yang diproses di kepala) ke hati. Kita mencegah atau memanipulasi. Misal, puasa itu mencegah indera kita menangkap visual maupun gestur yang bisa berdampak pada diri. Sedangkan memanipulasi adalah mengendalikan otak kita agar tidak memproses sesuatu.
Perasaan insecure atau rendah diri itu adalah hasil dari bacaan terhadap fenomena. Kita menafsirkan sesuatu yang berdampak langsung ke kita. Kita bisa memutus itu semua dengan memanipulasi bahwa insecure itu tidak ada dan kitalah yang membuat diri ini rendah, hina, sampah, dsb. Kita yang menafsirkan sendiri bahwa diri ini tidak layak. Padahal sesungguhnya kita tidak demikian. Sebab itu, jawaban paling benar adalah jangan biarkan otak kita berpikir bahwa kita ini rendah. Kacaukan pembacaan terhadap fenomena yang fana itu.
Kita tidak harus menjadi jahat karena sikap orang jahat ke kita.Kita tidak harus merasa hina karena hinaan orang kepada kita.
Mencegah perasaan insecure atau rendah diri adalah dengan menjauh dari orang-orang yang berpotensi memberikan dampak buruk ke kita. Jangan mau capek-capek mengorbankan perasaanmu untuk orang-orang yang tidak bisa memberikan fenomena yang baik terhadapmu. Masih banyak di luar sana orang-orang yang bisa membagi aura positif ke dirimu.
Kuncinya ada di kepalamu.
Nonton penampilan fourtwnty di youtube, liat vokalisnya yang santai aja nyanyi di studio gak pake alas kaki, dengan pakaian longgar berasa di rumah sendiri, plus bawain lagu zona nyaman tuh cukup membuat saya merasa bahwa menjadi nyaman dengan dirimu sendiri itu penting.
Kamu akan menjadi versi terbaik dirimu tanpa perlu peduli pada penilaian oranglain. Hidup yah rasanya ringan-ringan aja dengan kamu menjadi apa adanya kamu.
Kenapa menurut saya ini penting, karena dengan menjadi nyaman pada diri sendiri membuat kamu akan selalu bersedia berada di manapun, bersedia tumbuh dengan siapapun, berani menghadapi rintangan apapun, dengan tetap menjadi dirimu sendiri.
Kita tidak akan bisa menyenangkan hati semua orang. Di beberapa kesempatan kita akan memperlakukan orang lain berbeda, dengan atau tanpa kita sadari. Dan tentu saja, meski kita sudah merasa memperlakukan mereka dengan baik, akan selalu saja ada mereka yang ingin lebih
Sakit hatinya seorang perempuan bisa sesederhana tutupan lipstik lg kebuka, terus lipstiknya jatuh dan bentuknya jd berantakan
Anak kok disuruh nahan batuk, katanya batuknya jangan sampai keluar, padahal anaknya sudah kelihatan sakit gitu, bukannya dikasih air putih biar batuknya bisa sedikit reda, malah dimarahin. Kadang suka heran liat beberapa orangtua, depan umum anak dibentak macam di rumah sendiri, kayak sekitar dia gak ada orang lain
-uccum-
meski ada lelah yang tampak, kedua mata itu tetap saja terlihat menyenangkan.
meski ada pula sedikit gurat kecewa yang tergambar, senyum itu masih selalu menggembirakan.
pada akhirnya aku terus menikmati apa-apa yang hadir tanpa kau sadari
-uccum-
Jadi ceritanya hari ini mamak heran kenapa saya yang kalau lihat di meja ada kopi pasti tidak akan segan-segan ngabisin secangkir, meski itu bukan kopi saya, malah mengabaikan dan milih minum teh yang juga ada di meja.
Jadilah saya menjelaskan niat besar saya tahun ini, yaitu mengurangi konsumsi kopi. Bukan karena gak suka lagi, sumpah, kopi adalah minuman yang paling saya cintai dan gak ada yang bisa ngalahin. Tapi ternyata tubuh saya mulai tidak bersahabat sejak setahun kemarin. Pas ngerjain tesis saya masih maksain, bahkan bisa nambah kalau terpaksa harus begadang. Tapi setelah itu organ tubuh saya akan mulai bereaksi, dan yang paling parah adalah lambung. Saya gak ada riwayat maag, bahkan kalau makan sepedas apapun paling yang bereaksi yah mulut aja, tapi kalau minum kopi saya bisa berakhir muntah-muntah. Awalnya saya gak sadar kalau ternyata penyebabnya adalah kopi. Saya baru sadar ketika beberapa kali tetap mesan kopi seperti biasanya kalau lagi nongkrong di kafe, dan itu efeknya langsung terasa gak ada jeda lagi, dan beberapa bulan terakhir makin parah. Jadilah saya coba mesan minum selain kopi dan ternyata tidak ada efek apapun. Lalu sadarlah saya bahwa ada kebiasaan yang harus saya hentikan.
Maka tahun ini saya berjanji untuk mengurangi minum kopi, tapi kalau lagi pengen banget bisalah nyuri seteguk dua teguk kopi bapak hhehe
uccum
Sayang, kau tahu kenapa kitalah perempuan yang seharusnya pandai-pandai menjaga diri? Karena tidak semua lelaki itu cukup ilmu untuk memahami cara memuliakan kita, juga tidak semua lelaki cukup tangguh melawan hawa nafsunya, mereka terlalu pandai menebar rayuan, terlebih lagi kita mudah sekali luluh pada lelaki semacam itu. Karena itu kitalah yang harus menguatkan iman, membuat mereka paham bahwa kita harus terjaga hingga saat terbaik itu tiba.
uccum
tidak semua
tidak semua organisasi yang ngetren di kalangan teman-temanmu harus kamu gabungi.
tidak semua akun media sosial orang-orang beken (atau keren) yang sering berseliweran di lini masamu harus kamu ikuti.
tidak semua film bagus yang disebut berkali-kali di radio harus kamu tonton.
tidak semua buku yang diulas oleh kawan-kawanmu, diunggah fotonya berulang-ulang, harus kamu baca.
tidak semua lagu yang disenandungkan tetangga koskosan sebelah kamarmu harus kamu dengarkan, apalagi ikut hafalkan.
tidak semua makanan yang direkomendasikan aplikasi terpercaya harus kamu cicipi.
tidak semua destinasi wisata menarik, bagus, mungkin terjangkau, harus kamu kunjungi.
tidak semua teknologi terkini, entah gadget, aplikasi, media sosial, bahkan perangkat belajar dan bekerja harus kamu gunakan.
tidak semua model baju, sepatu, atau tas yang sedang banyak dipakai harus kamu pakai juga.
tidak semua dekorasi rumah, ruang kerja, atau kamar yang tampak bagus difoto harus kamu wujudkan.
tidak semua gaya hidup orang lain, walaupun gaya hidup itu baik, harus kamu terapkan.
tidak semua berita terbaru harus kamu ketahui dan pahami.
kamu tidak akan pernah ketinggalan apa-apa jika kamu menyadari dengan utuh identitas dirimu. yaitu jika kamu bergerak dan tergerak karena siapa kamu, alih-alih sedang ada apa di luar sana.
kamu tidak akan pernah ketinggalan apa-apa jika kamu menyadari bahwa nilai dirimu tidak ditentukan dari harga atau betapa bagusnya barang-barangmu. alih-alih, dari seberapa bermanfaat semua hal yang kamu konsumsi untuk dirimu dan sekitarmu.
kamu tidak akan pernah ketinggalan apa-apa jika kamu memilih tak serakah ikut ini itu. alih-alih, kamu menghayati betul satu dua yang memberikan dampak terbesar untukmu, yang di sana kamu juga bisa memberikan dampak terbesar.
kamu tidak harus melakukan yang tampaknya semua orang lain lakukan. tak harus memiliki yang tampaknya semua orang lain miliki. kamu bisa keren hanya dengan kesederhanaanmu. justru, peliharalah seperti itu.
kamu keren karena kamu sederhana. kamu keren.
Masuk ke kafe favorit, pesan makanan lalu menikmati sendiri, buka laptop dan mulai nulis. Itu menyenangkan, bahkan lebih menyenangkan daripada duduk berdua tapi masing-masing sibuk dengan dunia dalam gadgetnya
uccum
10 Years Challenge
Sejak kemarin saya heran kenapa orang-orang pada upload foto yang menunjukkan diri mereka di tahun 2009 dan 2019. Awalnya gak ngerti karena saya yang malas ngelihatin tagar kalau orang upload di IG, jadilah diabaikan saja. Lalu hari ini makin banyak yang upload foto yang sama, bahkan jadi heboh sekali sepertinya. Akhirnya mulai muncul uploadan lagi yang mengomentari tagar 10yearschallenge yang ternyata sudah viral dan saya baru ngeh.
Saya tak berniat ikutan, selain karena memang saya dan diri saya 10 tahun lalu hanya bertambah usia dan tidak banyak yang berubah, saya juga merasa apalah artinya perubahan fisik kalau perilaku tidak jadi lebih baik (asiqueee). Saya tidak bilang ini salah yah, saya tidak mempermasalahkan ini sama sekali, hanya saya saja yang kurang berminat. Saya toh kurang percaya diri memperlihatkan perubahan fisik saya, jangankan 10 tahun yang lalu, sekarang saja rasanya sudah mulai malu kebanyakan upload foto pribadi, kecuali fotonya rame-rame atau foto sama keluarga dan sahabat.
Kalau membayangkan diri saya 10 tahun lalu, yang pakai hijabnya cuma pas ke sekolah sama ke acara keluarga saja, sekarang suka miris sendiri kalau liatin foto-foto itu (masih disimpan sebagai dokumen pribadi, plus dilihatin ke suami nanti bahwa sekucel inilah istrinya di masa lalu). Sekarang mah malu ke diri sendiri kalau nyimpan foto yang gak berhijab. Tapi lagi-lagi tiap orang beda yah. Semoga setiap tahunnya kita berproses dan tumbuh jadi lebih baik.
10 tahun lalu saya adalah remaja yang banyak sekali bersenang-senang (tidak dalam konteks negatif), sedikitpun tidak pernah membicarakan dan membayangkan 10 tahun kedepan akan jadi seperti apa. Kerjaan saya yah belajar, nongkrong sama teman-teman di warnet (tahun itu pertama kali saya kenal facebook), ngumpul di rumah saya yang memang dekat dari sekolah sekedar makan gorengan atau rujak, yang penting mah rame-rame. Sekarang tempat nongkrongnya sudah naik kelas, entah di kafe, warkop atau restoran cepat saji, hhehe. Ngumpulnya juga hanya bersama beberapa orang sahabat saja. Bukan mengurangi pertemanan, tapi rasanya jadi sedikit lebih intens dalam berkawan, lebih nyaman sama yang sefrekuensi, dan karena memang ceritanya jadi lebih dalam maka yang dicari adalah yang bisa diajak ngobrol lebih dalam dan bersedia mendengarkan meski kesannya membosankan.
Yang selalu saya syukuri adalah urusan pendidikan, yang walaupun jalannya gak gampang, tapi alhamdulillah sudah sampai ke titik yang tidak pernah saya bayangkan 10 tahun lalu. Meski pendidikannya tidak se-bergengsi orang-orang yang bisa kuliah di luar negeri, saya selalu bersyukur bahwa banyak orang yang bahkan kurang beruntung bisa sampai di titik tersebut. Saya selalu bersyukur lahir dari kedua orangtua yang selalu mendukung apapun keputusan kami soal hidup, meski seringkali saya lebih banyak mengikuti saran mereka. Semoga mereka selalu disehatkan dan kita terus dimampukan agar bisa membuat mereka bahagia.
Jadi kalau membandingkan hidup kita 10 tahun yang lalu dan sekarang, tentu akan banyak sekali perbedaan, bukan tentang fisik saja, tapi umur yang bertambah, pemikiran yang semakin dewasa, tanggung jawab yang semakin besar, juga orang-orang yang berdatangan silih berganti dan menciptakan cerita berbeda.
Dan utamanya jangan sampai kita berubah hanya untuk urusan dunia, tapi perbaikan diri untuk bekal akhirat kita lupakan. Yang dulunya sekolah di pesantren sekarang ibadah wajib pun jarang, yang dulunya hafal 30 juz Al Qur’an sekarang kehilangan hafalan karena kebanyakan mencintai dunia, yang dulunya berhijab sekarang jadi lupa hijabnya ditaruh dimana, yang dulunya apapun diurusin orangtua sekarang telpon mereka cuma sekali sebulan, yang dulunya masih minta sama orangtua terus traktir teman sekarang sudah punya penghasilan bahkan sedekahpun tidak ditunaikan.
Hayuklah kita yang 10 tahun lalu itu bukan apa-apa, tantang diri kita untuk menjadi lebih baik saat ini, gak cuma urusan dunia dan fisik semata, tapi juga bekal untuk akhirat. Bertambahnya tahun juga menandakan jatah usia kita semakin berkurang. Jadi mari sama-sama menjadi baik.
Bismillah
uccum
Relevant Commands in Islam for Young People:
Stop talking trash about other people:
“O you who have attained to faith! Avoid most guesswork [about one another] - for, behold, some of [such] guesswork is [in itself] a sin; and do not spy upon one another, and neither allow yourselves to speak ill of one another behind your backs. Would any of you like to eat the flesh of his dead brother? Nay, you would loathe it! And be conscious of God. Verily, God is an acceptor of repentance, a dispenser of grace!” - The Holy Qur'an [49:12]
Stop saying you’ll do something, but not do it:
“Most loathsome is it in the sight of God that you say what you do not do!” - The Holy Qur'an [61:3]
Stop talking when you’re angry:
“When one of you is angry, he should be silent.” - The Prophet [Al-Adab Al-Mufrad]
Stop thinking that God won’t accept your repentence:
“Even if your sins reached up to the clouds in the sky, I would forgive you.”- Hadith Qudsi [Sunan al-Tirmdhi]
Stop pretending that God won’t forgive you from your sins so you don’t start fresh:
“Why would God cause you to suffer [for your past sins] if you are grateful and attain to belief - seeing that God is always responsive to gratitude, all-knowing?” - The Holy Qur’an [4:147]
Stop telling the other gender to lower their gaze, lower it yourself, that includes online:
“Tell the believing men to lower their gaze and to be mindful of their chastity: this will be most conducive to their purity - [and,] verily, God is aware of all that they do… And tell the believing women to lower their gaze and to be mindful of their chastity.” - The Holy Qur'an [24:30]
Stop being mean to those who have wronged you:
“Excellence is being kind to those who are evil to you.” - Prophet Eisa (Jesus) [Tafsir ibn Kathir]
Stop forgetting to pray to God when times are tough, here, Dua of Desperation: رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ Rabbi inni limaa anzalta ilayya min khayrin faqeer [28:24]
Stop neglecting to put what you learn into practice:
“Who are the learned? Those who practice what they know.” - The Prophet [Bukhari]
Stop procrastinating and work hard:
“The believer dies with sweat on his brow.” - The Prophet [Tirmidhi]
Stop envying other people:
“Beware of envy, for envy consumes good works as fire consumes wood.” - The Prophet [Abu Dawud]
Stop chasing things that you know aren’t good for you:
“…it may well be that you hate a thing the while it is good for you, and it may well be that you love a thing the while it is bad for you: and God knows, whereas you do not know.” - The Holy Qur’an [2:216]
Stop forgetting that God is testing you with hardships:
“Do people think that they will be left alone because they say: ‘We believe,’ and will not be tested?” - The Holy Qur'an [29:2]
“And most certainly shall We try you by means of danger, and hunger, and loss of worldly goods, of lives and of [labour’s] fruits. But give glad tidings unto those who are patient in adversity -” - The Holy Qur'an [2:155]
Stop forgetting that God knows you can get through these hardships:
“God does not burden any human being with more than he is well able to bear” - The Holy Qur'an [2:286]
“God does not burden any human being with more than He has given him - [and it may well be that] God will grant, after hardship, ease.” - The Holy Qur'an [65:7]
“Seek closeness [to God] and be steadfast.. in all that afflicts the believer there is atonement, even a thorn that pricks him.” - The Prophet [Tirmidhi]
Stop taking your free time and health for granted:
“Two favors that many of the people squander are health and free time.” - The Prophet [Tirmidhi]
Stop fooling yourself into thinking that those sins you do lead to better things than what God can give:
“There is nothing that you leave out of God-consciousness [taqwa] except that God will compensate you with something better” - The Prophet [Ahmad]
Stop forgetting that God remembers those who do good:
“O son of Adam, I do not forget the person who disobeys Me, so how can I forget someone who obeys Me?” - Hadith Qudsi
Stop finding excuses to not give money in charity:
“A man said: 'O Messenger of God, which kind of charity is best? He said: 'Giving charity when you are in good health, and feeling stingy, hoping for a long life and fearing poverty.”’ [Nasa'i]
“[O believers,] never shall you attain to true piety unless you spend on others out of what you cherish yourselves;” - The Qur'an [3:92]
Stop waiting for God to make a change you need to make:
“Indeed, God will not change the condition of a people until they change what is in themselves.” - The Holy Qur'an [13:11]
Stop forgetting to pray for your parents, here, the Dua for parents:
[rabbi irhamhuma kama rabbayanee sagheera] “My Lord, have mercy upon them as they brought me up [when I was] small” [17:24]
Stop thinking that being young doesn’t matter, of the protected people on Youm Al-Qiyamah it includes:
“a youth who grew up with the worship of God” - The Prophet [Bukhari]
Stop pretending that wealth and worldly stuff is a reward from God, they’re tests:
“and know that your worldly goods and your children are but a trial and a temptation, and that with God there is a tremendous reward” [8:28]
Just remember: “The Prophet said, 'My Lord says…if he comes to Me walking, I go to him running.’” - [Bukhari]
Serius kak suka dgn yg galak2? :) menarik utk diceritakan. Jd pd kepo max kan tuh jdny kak herry
Yang Galak Itu
Karena biasanya yang galak itu malah memiliki perhatian lebih. Perhatiannya itu dituangkan ke dalam bentuk yang tak biasa, yang tak mungkin bisa dibaca oleh perasaan biasa. Ada semacam kompleksitas dan kodifikasi untuk memahaminya. Mencintainya bukan perkara mudah, sebab kita ditantang untuk memecahkan kode-kode tersebut menjadi translasi yang mudah dipahami oleh kita sendiri. Ibarat gembok, hanya kita yang memiliki kuncinya. Rumit. Lagipula, yang galak itu biasanya tidak suka cari perhatian. Dengan foto-foto centil, kalimat-kalimat sok puitis, atau hiasan-hiasan pseudo di media sosial. Dia biasanya tersembunyi, jauh dari hingar-bingar sosialita atau kumpulan orang-orang yang gemar mencari citra. Dia seperti mutiara; cangkangnya boleh jadi biasa saja, tapi dalamnya berisi bernilai segalanya.