Adalah Hujan.
Katamu, basah ini sementara. Dan aku kuyup dalam rahasia yang lagi-lagi dirayakan. Sebab, masing-masing kita punya caranya sendiri untuk melawan luka.
Barangkali, selalu ada yang menolak hilang; Gigit bibirmu, desah terburu, serta cinta yang saling kita tawarkan sebelum semua itu.
Kering ini sementara, kataku. Karena kelak kita akan punya cukup waktu. Untuk sekedar diam, tenggelam, Lalu lupa apa itu rindu.
Barangkali, selalu ada yang mencoba berontak; Dan akhirnya, pada setengah malam kita habiskan, Segala apa yang tersisa di surga.











